Tag Archives: Jiwa

Amsal 2:1-11

「Pengajaran 2: Hadiah dari Hikmat (1)」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 2:1-11 [ITB])
1 Hai anakku,
jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,
3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,
4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,
5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 6 Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, 8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia.
9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.
10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 11 kebijaksanaan akan memelihara engkau, kepandaian akan menjaga engkau

Di antara pasal 1 sampai 9 yang merupakan bagian besar yang pertama dari kitab Amsal, pasal 2 yang adalah salah satu 「didikan」, merupakan pasal yang paling rinci dan dijelaskan dengan rapi, terdapat 22 ayat, tetapi dalam bahasa aslinya merupakan satu kalimat saja. Pasal ini memiliki dua ciri istimewa: pertama, pasal ini mirip dengan mazmur alfabet atau 「mazmur akrostik」 (menggunakan urutan alfabet Ibrani dari huruf awal kata pertama dari tiap baris disusun), artinya 22 ayat sama dengan 22 huruf dalam bahasa Ibrani, hanya saja tidak setiap ayat dimulai dengan huruf yang berbeda. Kedua, ada peneliti Alkitab yang menunjukkan bahwa pasal 2 dapat merupakan pengantar dari isi pasal 1 sampai 9, karena kosakata dan tema yang digunakan dalam pasal ini juga muncul di pasal lain.

Setelah sang ayah selesai menyampaikan 「didikan」, dia mulai mengajarkan kepada putranya manfaat hikmat. Pasal ini tidak menggunakan kalimat perintah atau larangan. Oleh karena itu, ini adalah dorongan kepada sang anak untuk memilih jalan kejujuran yang tepat. Ini adalah kalimat panjang yang kompleks, mencakup: bentuk frasa bersyarat 「jikalau … maka … 」 (ayat 1, 3, 4 … kemudian ayat 5, 9); frasa motivasi: 「supaya engkau terlepas dari …」 (ayat 12, 16); dan frasa tujuan: 「sebab itu (agar engkau …)」 (ayat 20).

Pasal 2 ini dapat dibagi menjadi dua paragraf utama, ayat 1-11 dan 12-22, setiap paragraf dibagi lagi menjadi tiga bagian. Hari ini kita merenungkan paragraf pertama. Paragraf ini memiliki struktur yang jelas, dimulai dengan 「jikalau」 (ayat 1-4), diikuti dengan tanggapan 「maka engkau akan」 di ayat berikutnya (ayat 5 dan 9).

Sang pengajar hikmat mendorong orang-orang muda agar dengan penuh perhatian menerima 「perkataanku」 dan menyimpan 「perintahku」, diungkapkan agar memakai 「telinga」, 「hati」 (dua kali) dan 「mulut」 (ayat 2-3) dalam bersikap untuk menerima hikmat. Dalam hal tindakan, seseorang harus secara aktif 「mencari」 dan 「mengejar」 pengetahuan (ayat 4), sama seperti mencari harta. Jika seseorang mengejar hikmat dengan cara ini, ia akan menerima karunia dari Tuhan. Jenis karunia pertama adalah 「maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah」 (ayat 5). Kalimat paralel ini menghubungkan pengetahuan terkait dengan takut hormat akan Allah. Seperti yang ditunjukkan di teks sebelumnya atas, hikmat dan pengetahuan adalah sinonim yang memiliki makna yang sama, dan pengetahuan tentang Tuhan saling terkait dengan hormat takut akan Allah. Memperoleh hikmat adalah karunia, pertama-tama itu adalah 「pemberian」 dari Allah (ayat 6), hikmat dikaruniakan bagi mereka yang 「mencari」 (ayat 4) dengan penuh perhatian; kedua, bagi orang 「berseru」 dan 「menujukan suara」 kepada pengertian (ayat 3), Karena dari Tuhanlah 「hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian」(ayat 6); terakhir, bagi orang-orang jujur yang lurus mempraktikkan hikmat dalam hidup mereka, Allah adalah perisai mereka (ayat 7), menjaga dan melindungi jalan mereka.

Jenis karunia kedua adalah 「memahami jalan yang baik」. Ketika seseorang menyimpan 「perintah Tuhan di dalam hati」 (ayat 1), 「hikmat pasti akan memasuki hatimu」 (ayat 10). 「Hati」 adalah tempat berpikir dan refleksi secara rasional, serta merupakan organ ingatan (8:5; 16:23; 18:15). Mereka yang menerima firman Tuhan maka Allah menjadikannya memahami kebenaran, lalu ada tiga macam kebajikan yang akan dimanifestasikan, yaitu kebenaran, keadilan, kejujuran integritas. Oleh karena itu, hikmat dan perilaku adalah dua sisi dari tubuh yang sama, dan kedua konsep ini tidak dapat dipisahkan. Ketika hikmat memasuki hati seseorang, 「pengetahuan akan menyenangkan jiwamu」 (ayat 10). Hikmat membuat 「jiwa (soul NIV)」 orang bahagia. 「Kebahagiaan」 adalah respons manusia terhadap yang baik dan indah, 「jiwa」 mengacu pada emosi dan antusiasme dalam kodrat manusia. Ketika kita takut akan Allah dan ingin mencari hikmat, maka Allah mengaktifkan (menggerakkan) 「hati」 dan 「roh」 kita, sehingga akal dan emosi kita merespons kepada Tuhan Pemberi anugerah.

Renungkan:
(1) Berdoa supaya Tuhan membantu saya dengan telinga, hati dan mulut saya mengungkapkan cinta saya pada hikmat;

(2) Berdoa supaya Tuhan membentuk saya memiliki hati yang bersih, jiwa yang jujur lurus.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.