「Raja Mesias yang disalibkan, diurapi wanita tanpa nama」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 14:3-9 [ITB])
3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.
4 Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain: 「Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini?5 Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.」 Lalu mereka memarahi perempuan itu.
6 Tetapi Yesus berkata: 「Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.7 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.」
Dibandingkan dengan ketiga Injil lainnya, Markus sebenarnya tidak banyak membahas motif Yudas mengkhianati Yesus. Menurut Markus 14:11, keuntungan Yudas yang paling nyata dari mengkhianati Yesus adalah uang (ἀργύριον argurion) yang ia terima dari para imam kepala dan ahli-ahli Taurat. Menurut Matius 26:14-16, motif Yudas mengkhianati Yesus adalah uang; menurut Lukas 22:3 dan Yohanes 13:2, Yudas mengkhianati Yesus karena pengaruh iblis. Beberapa sarjana pernah berspekulasi tentang motif Yudas mengkhianati Yesus dari sudut pandang 「sosok yang tragis」, misalnya, apakah Yudas kecewa karena Yesus menolak menjadi Mesias politik duniawi? Apakah dia mencoba memaksa Yesus untuk mengambil tindakan tegas terhadap Kekaisaran Romawi? Apakah dia dipilih oleh Allah sebelum penciptaan dunia untuk menjadi pengkhianat Yesus dan tidak punya hak untuk melawan? …
Namun, pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah tujuan Markus menulis perikop ini. Merujuk pada konteks Markus 14:1-12, tujuan penulisan Markus jelas untuk membandingkan dua tipe orang. Salah satunya adalah imam kepala, ahli Taurat, beserta Yudas, dengan yang lainnya adalah wanita tak dikenal.
Di sini, dua peristiwa yang tidak berhubungan secara langsung digabungkan menjadi struktur 「sandwich」:
1 Paskah akan tiba
1-2 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat berusaha mencari cara untuk membunuh Yesus
3-9 Wanita tak dikenal mencurahkan minyak narwastu ke atas kepala Yesus untuk penguburan-Nya.
10-12 Yudas menawarkan rencana tentang cara membunuh Yesus
12- Persiapan Paskah
Markus tidak mencatat nama wanita ini. Dengan asumsi bahwa peristiwa yang dicatat dalam Yohanes 12:1-8 adalah peristiwa pengurapan yang sama dengan Markus 14:3-9, wanita ini sebenarnya adalah Maria, saudara perempuan Lazarus. Namun, fokus tulisan Markus jelas bukan pada pencarian identitas wanita tersebut, melainkan tertuju menyaksikan pentingnya pengurapan Yesus oleh wanita tak dikenal tersebut. Kita dapat lebih memahami makna ini dari tiga aspek.
Pertama, ini sebenarnya bukan pertama kalinya Markus meletakkan dua hal yang tidak berhubungan dalam struktur 「sandwich」. Dalam Markus 5:21-43, Markus dengan sengaja mengungkapkan dua mukjizat penyembuhan 「putri Yairus」 dan 「wanita yang pendarahan tidak dapat dihentikan」 dalam bentuk 「sandwich」. Menurut Injil Yohanes, Maria sebenarnya telah mengurapi Yesus enam hari sebelum Paskah, namun Markus sengaja memasukkan kejadian ini ke dalam rencana para imam kepala dan orang lain dua hari sebelum Paskah. Lapisan luar dari 「sandwich」 ini (Markus 14:1-2, 10-11) adalah bahwa para imam kepala dan ahli Taurat, di bawah nasihat Yudas, dengan sangat gembira (ἐχάρησαν echarēsan, Markus 4:11) bersiap untuk menangkap dan membunuh Yesus; lalu di lapisan bagian dalam roti, kita menyaksikan wanita tak dikenal ini menuangkan minyak narwastu ke atas Yesus sebelum penguburan-Nya. Dapat dilihat bahwa prinsip utama penyajian sastra Markus adalah pesan teologisnya, bukan laporan kronologis.
Kedua, latar ini jelas dimaksudkan untuk membedakan keserakahan Yudas dengan komitmen perempuan ini. Ketika Yudas mengkhianati Yesus demi uang, wanita ini menghabiskan sebotol minyak narwastu murni yang bernilai lebih dari tiga ratus dinar dituangkan ke kepala Yesus. Narwastu (νάρδος nardos) adalah bahan dalam balsem, yang sekarang dikenal dengan nama narwastu. Karena Narwastu diproduksi jauh di India, biayanya akan sangat tinggi. Menurut standar hidup pada saat itu, satu dinar (denarius) setara dengan gaji satu hari bagi pekerja biasa, dan tiga ratus dinar lebih setara dengan gaji satu tahun bagi pekerja biasa. Pada zaman Yesus, Narwastu sering digunakan sebagai pengurapan pada saat upacara kematian atau penguburan. Sementara Yudas memanfaatkan Yesus untuk mendapatkan keuntungan, wanita ini memberikan semua yang dia bisa untuk Yesus.
Ketiga, pentingnya perempuan mengurapi kepala Yesus dengan minyak. Menurut Perjanjian Lama, mengurapi kepala seseorang dengan minyak mengacu pada tindakan simbolis dimana seseorang telah diangkat menjadi raja oleh Allah (1 Samuel 1:10; 2 Raj. 9:6). Dengan demikian, makna pengurapan kepala Yesus oleh perempuan tidak hanya mewakili rasa hormat pribadinya terhadap Yesus, tetapi juga mewakili teologi Injil Markus: orang yang benar-benar dapat mewakili identitas Mesias adalah orang yang pergi ke salib dan Raja yang disalibkan. Pada bagian terakhir Markus, pasal 14 sampai 16, tindakan perempuan tanpa nama ini layak untuk diceritakan ke seluruh dunia karena dia telah melihat jati diri Yesus yang sebenarnya. Saat para rasul dan pemimpin agama lainnya masih bingung mengenai identitas Yesus, wanita ini telah menemukan jawabannya. Yesus berkata, 「Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.」 Raja ini bukanlah sekadar raja Israel lainnya yang melanjutkan Perjanjian Lama, Dia adalah Mesias, dan dia adalah Raja yang disalibkan; Dia adalah Anak Domba Paskah (perhatikan lapisan terluar dari 「sandwich」), yang akan memimpin manusia untuk sekali lagi membuat perjanjian dengan Allah.
Renungkan:
Markus tidak merinci siapa 「beberapa orang」 yang 「menjadi gusar」 itu. Jika Anda berada di sana saat itu, menurut Anda apakah Anda ikut 「menjadi gusar」? Mengapa?
Jika 「definisi」 Kristus sebagai Raja diungkapkan melalui salib, menurut Anda apakah orang Kristen juga harus mengalami penderitaan yang sama? Mengapa?
Pernahkah Anda membayar harga untuk Tuhan? Tahukah Anda berapa gaji tahunan Anda? Dapatkah Anda bayangkan memberikan gaji setahun, atau waktu setahun penuh, dipersembahkan kepada Tuhan untuk dipakai-Nya?
Renungan pemahaman Injil Markus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).