Tag Archives: Davidic kingship

Lukas 19:28-35

「Menunggangbalikkan Konsep Pewaris!」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Luk. 19:28-35 [ITB])
28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 30 dengan pesan: Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari. 31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.』」
32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus. 33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: Mengapa kamu melepaskan keledai itu? 34 Kata mereka: Tuhan memerlukannya.
35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.

Ayat-ayat hari ini dan besok dapat dianggap sebagai klimaks dari catatan tentang Yesus memasuki Yerusalem.

Berbeda dengan narasi perjalanan (travel narrative), yang menekankan bahwa orang Yahudi membutuhkan perubahan hidup dan esensi pertobatan. Sebaliknya, dalam pemaparan tentang Yesus yang naik keledai memasuki Yerusalem, adalah untuk menunjukkan siapa Mesias sejati yang sebenarnya — yakni Dia yang sesuai tradisi Yahudi mewarisi takhta kerajaan, memerintah atas Yerusalem, dan keturunan Daud yang naik takhta di Gunung Sion.

Sebenarnya seluruh Injil Lukas, dari awal catatan, sampai narasi perjalanan (kecuali pengantar di Lukas 18:39), sangat sedikit memaparkan konsep tentang Yesus Mesias sebagai putra Daud mewarisi takhta Daud. Namun, dari ayat hari ini hingga Kisah Para Rasul pasal 5, pembicaraan tentang Yesus sebagai pewaris takhta Daud (Davidic kingship) dapat dikatakan tersebar luas dalam sepuluh pasal Alkitab ini. Di antaranya memakai Mazmur penobatan raja Daud naik takhta (enthronement of Davidic kingship Psalms) digunakan untuk menggambarkan penderitaan, kebangkitan, dan kenaikan Yesus, adalah yang paling menonjol.

Ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip dalam perikop hari ini berasal dari gambaran Zakharia mengenai Raja Daud yang datang pada akhir zaman: Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda (Zak. 9:9), menuturkan bahwa Raja Daud yang dijanjikan datang di zaman akhir, mengendarai anak keledai masuk ke kota suci Yerusalem. Adegan tersebut meletakkan prafigur nubuat (typos / pra penggambaran atas pengulangan sesuatu yang ada atau terjadi kelak) ini kepada Yesus Kristus, menunjukkan bahwa Ia adalah Raja Mesias yang dijanjikan.

Bahwa putra Daud menunggangi keledai ke Yerusalem sebagai pernyataan datangnya raja Daud akhir zaman, bukan hanya muncul di kitab Zakharia. Dalam kitab 1 Raja-raja pasal 1, ketika raja Salomo dan Adonia berebut sebagai pewaris takhta Daud yang sejati, Salomo yang duduk di atas keledai, akhirnya menang dan mendapatkan kembali identitas terhormat tersebut. Dengan cara yang sama, Yesus mengendarai keledai masuk kota untuk menunjukkan bahwa Ia adalah keturunan Daud yang sejati dan layak menjadi Raja untuk memerintah seluruh negara Israel.

Bagi orang-orang Yahudi pada masa itu, orang yang akan menjadi raja Mesias adalah yang akan mengalahkan pemerintah Romawi dan meninggikan panji-panji Israel di Gunung Zion.

Namun pada kenyataannya, prinsip Yesus sebagai Raja, dan tujuan memasuki Yerusalem, bukanlah untuk memenuhi harapan dan imajinasi publik. Dia datang untuk menunggang balikkan sistem kepercayaan mereka dan untuk memikirkan tentang Sang Penyelamat yang sebenarnya dari sudut pandang perubahan hidup. Oleh karena itu, ketika Dia naik keledai masuk ke kota, secara permukaan terlihat seperti provokasi terhadap rezim pemerintah, tetapi kenyataannya, itu tidak seperti yang dibayangkan publik. Apa yang ingin dicatat oleh Lukas adalah Yesus yang disalibkan yang mati di Yerusalem, Dia itulah pewaris sejati dan naik takhta di surga (bukan seperti yang mereka kira, naik takhta di bumi) yang adalah Sang Raja Daud yang dijanjikan datang.

Renungkan:

Hidup mungkin tidak seperti yang diharapkan, dan dapat menunggang balikkan kerangka yang kita miliki dengan cara yang berbeda, tetapi sepenuhnya berkaitan dengan apakah kita dapat berubah diperbarui, bersiap menerima Tuhan yang selalu melakukan hal-hal baru, dan di zaman ini, melakukan apa yang Tuhan ingin kita hidupi?


Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.