Category Archives: Kitab Yoel

Yoel 3:15-21

「TUHAN tinggal di Sion」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:15-21 [TB2])
15 Matahari dan bulan menjadi gelap,
………dan bintang-bintang menyimpan cahayanya.
16 TUHAN mengaum dari Sion,
………dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya,
langit dan bumi pun berguncang.
………Tetapi, TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya,
………benteng bagi orang Israel.

17 Maka kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN Allahmu,
………yang tinggal di Sion, gunung-Ku yang kudus.
Yerusalem akan menjadi kudus,
………dan orang-orang asing tidak akan melintasinya lagi.
18 Pada hari itu gunung-gunung akan meniriskan anggur baru,
………bukit-bukit akan mengalirkan susu,
dan semua wadi di Yehuda
………akan mengalirkan air;
mata air akan menyembul dari Rumah TUHAN
………dan membasahi Lembah Sitim.
19 Mesir akan menjadi sunyi sepi,
………dan Edom akan menjadi padang gurun senyap,
karena kekerasan terhadap orang Yehuda,
………karena mereka telah menumpahkan
………darah orang yang tak bersalah di tanahnya.
20 Tetapi, Yehuda tetap dihuni untuk selama-lamanya
………dan Yerusalem turun-temurun.
21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas;
………TUHAN tetap tinggal di Sion.

Nabi Yoel melihat dua penglihatan, keduanya berkaitan dengan akhir. Dalam penglihatan pertama, nabi Yoel melihat Allah sebagai penguasa dua alam. Dalam pasal 3, ayat 14, Allah bertindak sebagai hakim bumi di lembah penentuan, menghakimi bangsa-bangsa dan umat. Ayat 15 menunjukkan bahwa Allah adalah Pencipta, yang memerintah atas matahari, bulan, dan bintang-bintang; ketika Dia mengaum memperdengarkan suara-Nya, langit dan bumi bergetar, dan alam semesta tunduk di hadapan Pencipta. Sampai di ayat 16 penuturan beralih kembali ke bumi, di mana Allah memelihara umat-Nya di Sion, sebagai penguasa perjanjian mereka.

Bagi orang-orang Yahudi yang kembali ke Yerusalem, mereka tidak memiliki negara dan tidak ada jaminan keamanan. Sekarang Allah menyampaikan pesan penting kepada mereka, sebuah iman keyakinan inti dari Kitab Yoel: Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, benteng bagi orang Israel (ayat 16). Terhadap frasa umat-Nya (the people of Israel, NIV), beberapa sarjana menunjukkan bahwa kata umat (people) dalam bahasa Ibrani juga dapat diterjemahkan sebagai anak (children). Nabi Yoel mungkin mengingatkan umat tentang perintah dalam pasal 1, ayat 3: Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada generasi berikutnya (Tell it to your children, and let your children tell it to their children, and their children to the next generation, NIV). Pesan apa yang diharapkan Yoel untuk diterima oleh setiap generasi anak-anak? Yaitu untuk memberi tahu anak-anak bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari wabah belalang (1:5-2: 27); untuk memberi tahu anak-anak bahwa mereka harus senantiasa berpaling kepada Allah (2: 12-14); dan untuk memberi tahu anak-anak bahwa Allah adalah tempat perlindungan dan benteng yang kuat bagi mereka (3:16).

Kemudian Allah menunjukkan kepada Yoel penglihatan lain, pada hari itu (ayat 18), sebuah penglihatan kenabian tentang akhir zaman. Hari TUHAN yang paling utama akan menyangkut seluruh alam semesta, meliputi tiga bagian: Pertama, Allah akan menghakimi orang-orang yang tirani dan bangsa-bangsa yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah (ayat 19), dan menguduskan umat-Nya serta menjadikan Sion kota suci; kedua, Allah dua kali mengatakan bahwa Ia akan tinggal di Sion (ayat 17, 21); ketiga, melalui hadirat Allah, anggur manis, susu, dan mata air akan mengalir dari Bait Allah, menyirami bumi. Allah adalah sumber kehidupan di bumi, dan Sion menjadi bejana melalui mereka mata air mengalir ke segala arah, membawa berkat bagi banyak orang.

Para pembaca Kitab Yoel memperoleh wawasan baru tentang TUHAN Allah. Paling awal, nama-Nya adalah Yang Mahakuasa (Almighty) (1:15), kemudian panglima tentara (2:11, 25), hakim (3:2, 12), singa yang mengaum (3:16), tempat perlindungan dan benteng (3:16). Pesan nabi Yoel itu jelas: ada keamanan di dalam Allah. Allah menginginkan umat-Nya mengetahui bahwa Dia ada di antara mereka. Inilah pernyataan penutup nabi Yoel (2:27; 3:17, 21).

Refleksi:
1) Yoel dimulai dengan mengajukan pertanyaan, Apa yang harus kita katakan kepada anak-anak kita? Nabi Yoel itu menyimpulkan, Katakanlah kepada mereka bahwa TUHAN adalah benteng yang kuat, tempat perlindungan, tempat yang kokoh, dan bahwa Allah berdiam di antara mereka. Apakah Anda bersedia menyampaikan pesan ini kepada anak-anak, cucu, dan anak-anak rohani Anda?

2) Setelah membaca Kitab Yoel, apakah Anda memiliki pemahaman baru tentang Allah? Bagaimana pemahaman baru ini memengaruhi hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 3:1-14

「Penghakiman atas bangsa-bangsa」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 3:1-14 [TB2])
1 Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu
………dan pada waktu itu,
ketika Aku memulihkan keadaan
………Yehuda dan Yerusalem,
2 Aku akan mengumpulkan segala bangsa
………dan akan membawa mereka turun ke Lembah Yosafat;
Aku akan beperkara dengan mereka di sana
………mengenai umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel,
karena mereka mencerai-beraikannya
di antara bangsa-bangsa
………dan membagi-bagi tanah-Ku,
3 karena mereka membuang undi atas umat-Ku,
………menyerahkan seorang anak laki-laki
………demi seorang pelacur,
………dan menjual seorang anak perempuan
………karena anggur untuk diminum.

4 Lagi pula, apa sangkut pautmu dengan Aku, hai Tirus, Sidon, dan seluruh wilayah Filistin? Apakah kamu ini hendak membalas perbuatan-Ku? Apabila kamu melakukan sesuatu terhadap Aku, dengan cepat dan segera Aku akan membalikkan perbuatanmu itu kepadamu sendiri. 5 Karena kamu mengambil perak-Ku dan emas-Ku dan membawa harta benda-Ku yang indah-indah ke tempat-tempat ibadahmu, 6 serta menjual orang Yehuda dan orang Yerusalem kepada orang Yunani supaya mereka dijauhkan dari daerah mereka. 7 Sesungguhnya Aku akan menggerakkan mereka dari tempat ke mana kamu menjual mereka. Aku akan membalikkan perbuatanmu itu ke atas kepalamu sendiri. 8 Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.

9 Umumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa:
………Bersiaplah untuk peperangan,
………gerakkanlah para pejuang;
hendaklah semua prajurit
………mendekat dan maju!
10 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang
………dan pisau pemangkasmu menjadi tombak;
………baiklah orang yang tidak berdaya berkata, Aku ini pejuang!
11 Datanglah segera,
………hai segala bangsa dari segenap penjuru,
………dan berkumpullah ke sana!
Turunlah, ya TUHAN, pejuang-pejuang-Mu!
12 Biarlah bangsa-bangsa bergerak dan maju
………ke Lembah Yosafat,
sebab di sana Aku akan duduk menghakimi
………segala bangsa dari segenap penjuru.
13 Ayunkanlah sabit,
………sebab tuaian sudah masak.
Marilah, iriklah,
………sebab tempat pengirikan anggur sudah penuh,
tempat-tempat penampungan anggur berkelimpahan,
………sebab banyaklah kejahatan mereka.
14 Banyak orang, banyaklah orang
………di lembah penentuan!
Sungguh, sudah dekat hari TUHAN
………di lembah penentuan!

Yoel 2:18, nabi Yoel menyatakan dua janji dari TUHAN: pemulihan materi umat Allah (2: 19-27) dan berkat rohani (2: 28-32). Harapan ini berlanjut dalam pasal 3:1 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem. Sambil memulihkan Yehuda dan Yerusalem, Allah juga akan menghakimi dan menghukum orang-orang jahat. Para imam, sambil menangis dan malu, bertanya, Mengapa dikatakan di antara bangsa: Di mana Allah mereka?』」 (2:17), dan Allah akan menjawab pertanyaan itu sekarang.

Allah yang mengadakan perjanjian berdiri di antara umat-Nya dan menyatakan: umat-Ku dan milik-Ku sendiri, Israel, … tanah-Ku— kata umat-Ku muncul tiga kali dalam ayat 2-3. Allah sekarang menghukum bangsa-bangsa karena dosa-dosa mereka. Mungkinkah tindakan Allah menunjukkan pilih kasih? Apakah Dia melindungi umat-Nya sendiri atau menolak orang luar? Pertama, dalam pasal 1 dan 2, nabi Yoel menjelaskan bahwa Allah akan menghukum umat-Nya dan memanggil mereka kembali kepada-Nya. Lebih lanjut, dalam kitab-kitab kenabian kecil lainnya, Allah digambarkan sebagai Allah yang penuh belas kasihan yang menggunakan para nabi untuk menyampaikan pesan pertobatan (lihat Yunus 3:2 Pergilah segera ke Niniwe, kota yang besar itu, dan serukanlah kepadanya pesan yang Kufirmankan kepadamu.).

Perikop tersebut menyatakan bahwa Allah menghakimi lima bangsa (Tirus, Sidon, Filistin, Mesir, dan Edom) karena tiga dosa mereka: 1) menyerakkan umat Allah di antara bangsa-bangsa; 2) membagi-bagi tanah Allah di antara mereka sendiri; dan 3) menjual umat Allah menjadi budak. Allah mengumpulkan bangsa-bangsa itu di Lembah Yosafat untuk berperang (Yoel 3:2-12). Lembah Yosafat bukanlah lokasi geografis dan tidak dapat ditemukan di peta. Kata Yosafat berarti YHVH akan menghakimi. Artinya, Allah yang adil dan benar akan menghakimi dosa-dosa mereka serta menghukum mereka atas perbuatan mereka. Kata-kata membalas dan membalikkan perbuatan muncul empat kali dalam ayat 4-7. Umat Allah telah dijual sebagai budak, dan sekarang Allah membalas mereka setimpal, menjual anak-anak mereka sebagai budak sehingga hukuman akan menimpa mereka (ayat 7). Nabi Yoel menunjukkan prinsip sederhana tentang pembalasan: Allah itu adil dan benar, dan TUHAN akan dengan adil membalas orang sesuai dengan perbuatan mereka, baik atau jahat, baik individu maupun kelompok.

Mereka yang menentang Allah memang pergi ke Lembah Yosafat untuk mencoba melawan Dia. Karena dosa-dosa mereka sangat besar (ayat 13), Allah tidak melawan mereka, tetapi duduk di sana di Lembah penentuan (ayat 14 valley of decision) untuk menghakimi bangsa-bangsa dan membuat keputusan.

Refleksi:
1) Allah yang mengadakan perjanjian ada di antara umat-Nya, dan Allah berbelas kasih terhadap penderitaan anak-anak-Nya. Kita memohon kepada Tuhan untuk menguatkan mereka yang sedang dalam kesusahan, agar mereka dapat dengan sabar menunggu jawaban Allah. Mohon doakan sekarang juga salah seorang dari sesama Anda yang sedang menderita.

2) Allah adalah Tuhan yang memberi pahala kepada yang baik dan menghukum yang jahat. Yesus juga mengajarkan, dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu (Matius 7:2, lihat juga Markus 4:24; Lukas 6:38). Periksalah ukuran di dalam hati Anda! Pengingat apa yang diberikan oleh perkataan Yesus kepada kita?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 2:28-32

「Pencurahan Roh Kudus」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:28-32 [TB2])
28 Akan terjadi kemudian,
………bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku
………ke atas semua manusia;
anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat;
………orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi,
………teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan
………akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.
30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang dahsyat dan mengerikan.
32 Siapa saja yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di Gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan; seperti yang telah difirmankan TUHAN, setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terluput.

Dalam pasal 2, ayat 18, nabi Yoel menggambarkan tindakan pemulihan Allah: Hati TUHAN berkobar-kobar untuk tanah-Nya, dan Ia berbelaskasihan kepada umat-Nya. Tindakan pemulihan pertama Allah tercatat dalam pasal 2, ayat 18-27, di mana Ia berjanji kepada orang-orang Yahudi yang kembali dari penawanan bahwa bumi dan ternak akan dipulihkan. Frasa akan terjadi kemudian di awal ayat 28 menunjukkan bahwa ayat 28-32 mewakili tindakan pemulihan lain oleh Allah, yaitu, pencurahan Roh Kudus ke atas semua manusia.

Siapa yang akan menerima Roh Kudus? ITB menerjemahkan sebagai ke atas semua manusia. CUV, KJV, ASV, ESV sebagai I will pour out my spirit upon all flesh, apakah frasa semua makhluk termasuk hewan? NIV on all people/ke atas semua orang. Dan apakah semua orang merujuk kepada seluruh umat manusia? Sebenarnya, pembaca dapat memahami siapa yang dimaksud Yoel dari kata-kata dan ungkapannya. Nabi Yoel kemudian dengan jelas menyatakan siapa yang akan dicurahkan Roh Kudus: anak-anakmu laki-laki dan perempuan … orang-orangmu yang tua … teruna-terunamu … Ini merujuk kepada orang-orang Yahudi yang kembali, yaitu kelompok yang memiliki hubungan perjanjian dengan Allah (covenantal relationship). Lebih lanjut, nabi Yoel menekankan pernyataan Allah, Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku (ayat 29, CUV menerjemahkan sebagai hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan). Di sini, nabi Yoel dengan jelas membedakan penerima; mereka milik Allah dan adalah mereka yang telah menjalin hubungan dengan-Nya. Pencurahan Roh Kudus ini datang kepada semua umat milik Allah, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau status sosial.

Dalam Perjanjian Lama, konsep pencurahan Roh Allah muncul berkali-kali. Berikut tiga contohnya: (1) ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup (Kejadian 2:7); (2) TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka! (Bilangan 11:29); (3) Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu (Yehezkiel 36:27; khususnya pasal 37 tentang kebangkitan tulang-tulang kering).

Dalam ayat 28-32, kata TUHAN muncul empat kali. Urgensi hari TUHAN secara bertahap meningkat: segera datang (1:15), sudah dekat (2:1), dahsyat dan mengerikan (2:11), dan dahsyat dan mengerikan (2:31). Saat hari itu semakin dekat, nabi Yoel melihat lebih banyak orang — mungkin termasuk bangsa-bangsa yang disebutkan dalam pasal 3 — memanggil nama Allah. Mereka yang memanggil adalah mereka yang percaya dan menyembah Dia. Mereka akan menerima berkat: Siapa saja yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan (ayat 32). Diselamatkan dalam konteks ini berarti lolos dari bahaya. Ini sesuai persis dengan deskripsi berikut tentang orang-orang yang terluput dan di antara sisa-sisa yang dipanggil TUHAN/in the remnant whom the LORD shall call (CUV, KJV)

Pencurahan Roh dan berseru kepada nama TUHAN telah disebutkan dalam Perjanjian Baru. Rasul Petrus mengutip seluruh bagian Yoel 2:28-32 untuk menggambarkan bahwa Pentakosta adalah penggenapan janji pencurahan Roh Kudus. Frasa berseru kepada nama TUHAN disebutkan dalam banyak bagian lain dalam Perjanjian Baru (lihat Kis. 4:12; 9:14, 21; 22:16; 1 Kor. 1:2; 2 Tim. 2:22, dll.).

Kiranya para pendengar seruan nabi Yoel, pembaca, dan kita semua di zaman sekarang ini, termasuk Yoel, mendapatkandipanggil TUHAN (ayat 32) dan bersama-sama berseru kepada TUHAN!

Refleksi:
1) Dalam Alkitab, Tuhan memberikan karunia Roh (gifts of the Spirit) dengan tujuan agar orang percaya dapat menyelesaikan tugas-tugas Tuhan. Bagaimana Anda akan menggunakan karunia Roh yang telah Anda terima untuk melayani Tuhan?

2) Alkitab berkata, … Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan 』」 (Roma 10:12). Penghiburan dan kekuatan apa yang diberikan janji ini, yang terdapat di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, kepada Anda dalam menghadapi kesulitan dan beban hari ini?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 2:18-27

「Dari peringatan dan hukuman beralih menjadi belas kasihan」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:18-27 [TB2])
18 Hati TUHAN berkobar-kobar untuk tanah-Nya,
………dan Ia berbelaskasihan kepada umat-Nya.
19 TUHAN menjawab kepada umat-Nya, kata-Nya,
Sesungguhnya, Aku akan mengirim kepadamu
………gandum, anggur dan minyak,
………dan kamu akan kenyang olehnya.
Aku tidak akan lagi membiarkan kamu
………menjadi celaan di antara bangsa-bangsa.
20 Penyerbu dari utara akan Kujauhkan dari kamu,
………dan akan Kuusir ke negeri yang kering dan tandus,
barisan depannya ke laut timur,
………dan barisan belakangnya ke laut barat.
Bau busuk dan bau anyirnya akan naik,
………sebab sungguh dahsyat yang dilakukannya.
21 Jangan takut, hai tanah,
………bersorak-sorailah dan bersukacitalah,
………sebab sungguh dahsyat yang dilakukan TUHAN!
22 Jangan takut, hai binatang-binatang di padang,
………sebab tanah penggembalaan di padang gurun menghijau,
pohon menghasilkan buahnya,
………pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.

23 Hai bani Sion, bersorak-sorailah
………dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu!
Sebab telah diberikan-Nya kepadamu
………hujan pada awal musim dengan adilnya,
dan diturunkan-Nya bagimu hujan,
………hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti semula.
24 Tempat-tempat pengirikan akan penuh dengan gandum,
………dan tempat penampungan berkelimpahan anggur dan minyak.
25 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun
………yang hasilnya dimakan habis
………oleh belalang pindahan, belalang pelompat,
belalang pelahap dan belalang pengerip,
………pasukan-Ku yang besar yang Kukirim ke tengah-tengah kamu.
26 Kamu akan makan sepuasnya dan menjadi kenyang,
………dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu,
yang melakukan perbuatan ajaib bagimu.
………Umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi
………untuk selama-lamanya.
27 Kamu akan mengetahui bahwa Aku
ada di antara orang Israel,
………dan bahwa Akulah TUHAN, Allahmu;
………tidak ada yang lain.
………Umat-Ku tidak akan mendapat malu lagi untuk selama-lamanya.

Yoel 2:18 bukan hanya sekadar inti dari seluruh kitab, tetapi juga titik balik. Seruan nabi Yoel dari peringatan akan bencana yang akan datang beralih kepada visi pemulihan; dari desakan umat untuk menangis dan meratap menjadi seruan kepada mereka agar tidak takut, tetapi untuk bersukacita dan bergembira. Umat beralih dari hampir dikutuk menjadi menerima belas kasihan. Apakah ini hasil dari tangisan dan doa para imam (2:17), dan tindakan puasa dan penyucian yang menyayat hati umat (2:13, 15-16)? Allah mendengar doa dan kembali kepada umat-Nya, tetapi faktor terpenting adalah pekerjaan Allah: Hati TUHAN berkobar-kobar untuk tanah-Nya, dan Ia berbelaskasihan kepada umat-Nya (ayat 18).

TUHAN adalah Allah yang penuh pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (ayat 2:13). Ia telah melakukan hal-hal besar (ayat 20-21) dan hal-hal yang menakjubkan (ayat 26). Belas kasih Allah memiliki makna ganda: itu merujuk pada menunjukkan belas kasihan dan menyelamatkan orang dari malapetaka. Dari daftar berikut, kita dapat melihat bahwa ketika bencana datang melanda, karena pertobatan umat-Nya kembali kepada Allah, membawa pemulihan:

Peringatan bencanaTindakan Allah
Belalang (1:14)Pemulihan dari wabah belalang (2:25-26)
Tentara (1:16)Pasukan dari utara diusir dan dijauhkan (2:20)
Anggur/biji-bijian/minyak baru langka (1:5, 10, 18)Karunia gandum, anggur baru, dan minyak baru (2:19, 24)
Ladang-ladang itu tandus, tanahnya sunyi (1:10)Jangan takut, hai negeri (2:21)
Tangis ratapan ternak (1:18)Jangan takut, hai binatang-binatang (2:22)
Semua tanaman hancur (1:11-12, 16-17)Tanah Subur (2:22)
Kekeringan (1:20)Hujan turun tepat waktu, baik di musim gugur maupun musim semi (2:23)
Segala sukacita telah lenyap (1:12-14)Sukacita dan kebahagiaan, tidak akan mendapat malu lagi (2:23, 26-27)

Melalui pernyataan nabi, umat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang Allah. Yoel sengaja menggunakan kata mengetahui (ayat 27), setelah bertanya Siapa yang tahu? dalam ayat 14 dan dua kali menyatakan dalam ayat 27: Kamu akan mengetahui bahwa Aku ada di antara orang Israel, dan Kamu akan tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu. Allah ada di antara mereka, dan bahkan di masa-masa sulit, Allah menyertai mereka. Mengetahui bahwa Aku adalah TUHAN, Allahmu mengingatkan umat akan ungkapan ini yang muncul beberapa kali dalam Kitab Taurat. Umat sekali lagi mengetahui bahwa TUHAN adalah Penguasa yang membuat perjanjian.

Refleksi:
1) Kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu; tidak ada yang lain (ayat 27). Bagi orang-orang pada masa itu, pernyataan ini bukan sekadar pengetahuan intelektual, tetapi pengalaman nyata akan kehadiran Allah dan kuasa transformatif yang Dia bawakan. Pencerahan apa yang dibawakan hal ini kepada Anda? Berdoalah agar Allah memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk mengalami transformasi hidup melalui iman.

2) Yoel berkata kepada umat Allah, Jangan takut, hai tanah, bersorak-sorailah dan bersukacitalah, sebab sungguh dahsyat yang dilakukan TUHAN! (ayat 21). Apakah Anda menghadapi kesulitan hari ini? Renungkan kata-kata ini dan mintalah kepada Allah agar menggunakan firman nubuat ini untuk membantu Anda.


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 2:12-17

「Harapan akan keselamatan」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:12-17 [TB2])
12 Tetapi, sekarang juga, demikianlah firman TUHAN,
………berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu,
dengan berpuasa, menangis dan meratap.
………13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu,
berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu,
………sebab Ia pengasih dan penyayang,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
………Ia menyesal atas malapetaka
………yang hendak didatangkan-Nya.
14 Siapa tahu Ia mau berbalik dan menyesal,
………dan ditinggalkan-Nya berkat,
menjadi kurban sajian dan kurban curahan
………bagi TUHAN, Allahmu.

15 Tiuplah sangkakala di Sion,
………khususkanlah hari puasa,
………umumkanlah perkumpulan raya.
16 Kumpulkanlah bangsa ini,
………kuduskanlah jemaah,
himpunkanlah orang-orang yang tua,
………kumpulkanlah anak-anak,
………bahkan anak-anak yang menyusu.
Baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya,
………dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.
17 Baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN,
………menangis di antara serambi depan dan mezbah,
dan berkata, Ya TUHAN, sayangilah, umat-Mu,
………dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela,
………sehingga bangsa-bangsa menyindir mereka.
Mengapa dikatakan di antara bangsa:
………Di mana Allah mereka?

Dalam ayat 12, Allah secara resmi menjawab pertanyaan Yoel sebelumnya (2:11, Betapa dahsyat dan mengerikan hari TUHAN itu! Siapa yang dapat menahannya?). Jawabannya sudah jelas, karena tidak seorang pun dapat menanggung hari yang begitu besar dan dahsyat itu. Namun, Allah yang setia pada perjanjian dan penuh kasih ini membuka jalan bagi umat-Nya — jalan pertobatan. Ia menasihati mereka untuk berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu (ayat 12). Allah, melalui nabi Yoel, menunjukkan jalan pertobatan yang berkenan kepada-Nya. Pertobatan umat harus konsisten dalam perkataan dan perbuatan, dan harus berbalik kepada TUHAN, Allah mereka.

Pertobatan macam apa yang diharapkan Allah? Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, mengoyak pakaian saja tidak cukup. Ini berarti bahwa pertobatan yang sejati tidak bisa hanya bersifat lahiriah; itu membutuhkan mengoyak hati, berpuasa, menangis, dan meratap karena dosa (ayat 12). Nabi Yoel menggunakan dua kata untuk menggambarkan tindakan pertobatan ini dalam ayat 12-14, masing-masing digunakan dua kali. Teks tersebut mengatakan bahwa ketika orang berbalik (return) kepada Allah, Allah berbalik (turn) kepada mereka, dan Allah mengubah pikiran-Nya (lihat terjemahan IMB, Lü Zhenzhong), menyelamatkan mereka dari wabah belalang, karena Allah adalah Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Nabi Yoel mengutip Keluaran 34:6-7, menjelaskan bahwa TUHAN membuat perjanjian dengan umat dan menyatakan sifat-sifat ilahi-Nya kepada Musa. Yoel juga mengungkapkan di sini keyakinannya akan kasih karunia yang telah Allah tunjukkan kepada orang Israel di masa lalu.

Dalam pasal 2, nabi Yoel dua kali mencatat tentang bunyi sangkakala. Ayat 2:1 adalah sangkakala peringatan, ketika nabi Yoel berseru kepada umat tentang wabah belalang, yang menunjukkan bahwa hari TUHAN sudah dekat. Namun, bunyi sangkakala ayat 2:15, adalah seruan untuk khususkanlah hari puasa, umumkanlah perkumpulan raya. Ini adalah tindakan pertobatan di seluruh negeri, dengan orang tua, anak-anak, dan bahkan bayi ikut serta, termasuk pengantin baru. Puasa dapat bersifat pribadi (2 Samuel 12:16) atau untuk seluruh jemaat (2 Tawarikh 20). Selama masa pengasingan dan kepulangan, puasa biasanya dilakukan dalam keadaan khusus (lihat Yunus 3:5; Ester 4:16). Puasa yang dikehendaki Allah dijelaskan dengan gamblang oleh nabi Yoel Yesaya: Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! (Yesaya 58:6-7).

Menariknya, nabi Yoel itu beberapa kali memanggil para imam (1: 9, 13), tetapi tidak mendapat tanggapan. Kemudian, mereka akhirnya muncul dan melakukan kurban sajian dan kurban curahan yang dahulu sudah dihentikan dari Rumah Allahmu (1:13), mempersembahkan kurban bagi TUHAN, Allahmu (2:14). Nabi Yoel sebelumnya juga pernah menyerukan Kenakanlah kain kabung dan merataplah, hai imam-imam. Meraunglah, hai pelayan-pelayan mezbah (1:13), dan akhirnya mereka menangis di antara serambi depan dan mezbah (2:17), berdoa untuk nama dan kemuliaan Allah.

Ketika umat kembali kepada Allah sesuai dengan kehendak-Nya, Ia mengubah pikiran-Nya , dan alih-alih mendatangkan bencana, Dia meninggalkan berkat-Nya bagi umat-Nya.

Refleksi:
1) Ada sebuah pepatah di Barat: Ketika Anda tidak tahu harus berpaling ke mana, berpalinglah kepada Tuhan. (When you don’t know where to turn, turn to God.) Jika Anda berada di titik balik dalam hidup Anda, jangan mengembara tanpa tujuan; berpalinglah kepada Allah!

2) Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia (ayat 13). Apakah ini keyakinan yang Anda pegang? Apakah Anda pernah mengalami kenyataan dan kebenaran pernyataan ini dalam hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 2:1-11

「Peringatan kedua tentang malapetaka serbuan belalang」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 2:1-11 [TB2])
1 Tiuplah sangkakala di Sion
………dan serukan peringatan di gunung-Ku yang kudus!
Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri,
………sebab hari TUHAN datang.
………Sungguh, hari itu sudah dekat;
2 hari gelap gulita dan kelam pekat,
………hari berawan dan kelam kabut.
Seperti fajar merebak di atas gunung-gunung
………datanglah suatu bangsa yang besar dan kuat,
yang serupa itu tidak pernah ada
………sejak purbakala,
dan sesudah itu tidak akan ada lagi
………turun-temurun, pada masa yang akan datang.
3 Di depannya api memakan habis,
………di belakangnya nyala api berkobar.
Tanah di depannya seperti Taman Eden,
………tetapi di belakangnya padang gurun tandus,
………dan tidak ada yang terluput darinya.
4 Rupa mereka seperti kuda,
………dan seperti kuda balap mereka berlari.
5 Seperti gemeretaknya kereta-kereta,
………mereka melompat-lompat di atas puncak gunung-gunung;
seperti geletiknya nyala api
………yang memakan habis jerami;
seperti suatu bangsa yang kuat,
………barisannya siap untuk berperang.
6 Di hadapannya bangsa-bangsa gemetar,
………segala muka menjadi pucat pasi.
7 Seperti pejuang mereka berlari,
………seperti prajurit mereka menaiki tembok;
masing-masing berjalan di jalurnya,
………tidak menyimpang dari jalannya;
8 mereka tidak berdesak-desakan,
………masing-masing berjalan terus di jalannya;
mereka menerobos pertahanan bertombak,
………barisan mereka tidak terputuskan.
9 Mereka menyerbu ke dalam kota,
………berlari di atas tembok,
memanjat ke dalam rumah-rumah,
………masuk melalui jendela-jendela seperti pencuri.
10 Di depannya bumi gemetar,
………langit berguncang;
matahari dan bulan menjadi gelap,
………dan bintang-bintang menyimpan cahayanya.
11 TUHAN memperdengarkan suara-Nya
………di depan tentara-Nya.
Sungguh, sangat banyak pasukan-Nya,
………sungguh kuat pelaksana firman-Nya.
Betapa dahsyat dan mengerikan hari TUHAN itu!
………Siapa yang dapat menahannya?

Dalam pasal pertama, Yoel dengan lantang menyatakan kepada pembaca: dengarkan, pahami pesan-Nya, dan berserulah kepada Allah. Tetapi mengapa dalam pasal kedua ia mengeluarkan peringatan lain? Apakah karena orang-orang masih belum menanggapi, para pemabuk belum sadar, para petani mengabaikannya, atau para imam belum bertobat? Dalam ayat 1, nabi Yoel menggunakan tiga perintah peringatan untuk menasihati pembaca. Tiga peringatan ini adalah tiupan sangkakala, serukan peringatan, biarlah gemetar (meningkatkan peringatan). Namun, alarm seruan peringatan tidak dapat dibunyikan secara sembarangan; ketika dibunyikan, alarm peringatan tersebut menunjukkan urgensi dan bahaya, seperti peringatan tsunami, gempa bumi, atau perang. Ketika orang-orang mendengarnya, mereka hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Oleh karena itu, ketika orang-orang mendengar sangkakala dan seruan peringatan (sound the alarm), mereka pasti akan gemetar! Sangkakala dan seruan peringatan di sini menunjukkan kedatangan Hari TUHAN yang semakin dekat dan tak terhindarkan. Hari TUHAN muncul empat kali dalam seluruh Kitab Yoel tiga pasal, pertama di ayat 1:15, dan kemudian lagi di ayat 2:1. Penekanan kedua adalah pada hari TUHAN, yang pasti sudah dekat (2:1, Sungguh, hari itu sudah dekat). Di sini, nabi Yoel berharap agar umat Israel mengambil tindakan untuk menanggapi peringatan tersebut. Seperti apakah hari TUHAN itu? Di ayat 2, nabi Yoel menjelaskannya lebih lanjut: hari gelap gulita dan kelam pekat, hari berawan dan kelam kabut.

Ayat kedua, hari gelap gulita dan kelam pekat, melambangkan hari-hari TUHAN sebagai hari-hari penghakiman dan murka. Nabi Yoel menggunakan empat kata untuk menggambarkan hari-hari TUHAN: gelap gulita, kelam pekat, hari berawan, dan kelam kabut (darkness, gloom, cloud, thick darkness). Dengan demikian, Sion, yaitu Yerusalem, gunung suci Allah, akan diselimuti kegelapan. Jika datangnya kegelapan menandakan penghakiman dan murka Allah, maka penghakiman dan murka macam apa yang akan menimpa Yerusalem dan umat Allah? Nabi Yoel menunjukkan bahwa itu seperti suatu bangsa yang kuat, barisannya siap untuk berperang (ayat 5).

Penghakiman yang dahsyat ini menyelimuti Yerusalem, tetapi orang-orang malahan merindukan cahaya pagi untuk menerangi Gunung Sion. Wabah belalang yang besar dan dahsyat yang digambarkan dalam ayat 2 melambangkan penghakiman dan murka Allah. Nabi Yoel itu selanjutnya menyatakan, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan sesudah itu tidak akan ada lagi turun-temurun, pada masa yang akan datang. Ungkapan ini mirip dengan yang ada dalam pasal 1 ayat 2: Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu?

Dalam ayat 4-11, nabi Yoel tiga kali menggambarkan pasukan belalang yang mendekati Yerusalem, menggunakan ini sebagai tema untuk memperingatkan umat. Setiap peringatan dimulai dengan Di hadapannya/di depannya. Pertama, bumi dihancurkan (ayat 3-5). Sebelum bencana, bumi indah dan sempurna seperti Taman Eden; setelah itu, api yang membara menyala, dan bumi menjadi padang gurun yang tandus, tanpa apa pun. Bumi yang indah itu pun hancur.

Kedua, umat itu akan menderita (ayat 6-9), dan bencana akan semakin mendekat. Belalang-belalang yang tadinya berada di gunung suci, kini berada di gerbang kota. Setelah bumi hancur, umat akan menderita dan kesakitan, dan gemetar, segala muka menjadi pucat pasi (ayat 6). Ayat 9 lebih lanjut menunjukkan bahwa rasa tekanan yang dirasakan umat akan meningkat karena musuh telah menyerbu kota, naik ke tembok kota, dan memanjat masuk ke rumah-rumah, masuk melalui jendela seperti pencuri. Pada saat itu, tentara besar akan memasuki kota dan rumah-rumah, dan umat akan berduka.

Ketiga, langit bergetar (ayat 10-11a): Di depannya bumi gemetar, langit berguncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menyimpan cahayanya (ayat 10). Apa sebenarnya yang diwakili oleh belalang, pasukan besar ini? Ayat 11 mengatakan, TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Sungguh, sangat banyak pasukan-Nya, … Pasukan besar ini tidak lain adalah TUHAN Allah sendiri. Ini menjelaskan mengapa, di hadapan Allah, bumi bergetar, langit bergetar, matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menjadi tanpa cahaya! Ini menunjukkan bahwa Allah secara pribadi memimpin pasukan besar itu, Sungguh, sangat banyak pasukan-Nya, sungguh kuat pelaksana firman-Nya.

Ketika orang-orang mendengar tentang penghakiman yang dilakukan oleh Allah sendiri secara langsung, apakah hati mereka gemetar? Jawabannya jelas, karena bumi, manusia, dan alam semesta tidak dapat lolos dari penghakiman Allah! Nabi Yoel berseru: Betapa dahsyat dan mengerikan hari TUHAN itu! Siapa yang dapat menahannya? Siapa yang mampu menanggungnya? Siapa yang mampu bertahan? Tidak seorang pun!

Refleksi:
1) Seruan nabi Yoel kepada umat itu adalah peringatan agar tidak mengabaikan peringatan dan tanda-tanda. Bagaimana kita dapat mendengarkan dengan saksama dan memahami dengan saksama suara Roh Kudus? Apakah Tuhan baru-baru ini memberi kita peringatan melalui berbagai orang, peristiwa, dan hal-hal yang berbeda?

2) Karena hari TUHAN itu dahsyat dan mengerikan, bagaimana seharusnya kita mempersiapkan diri dan menjalani hidup yang saleh hari ini?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 1:15-20

「Hari TUHAN」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 1:15-20 [TB2])
15 Wahai, hari itu!
………Sungguh, hari TUHAN sudah dekat,
………datangnya sebagai kuasa pemusnahan dari Yang Maha Kuasa.
16 Bukankah sudah lenyap makanan
………di depan mata kita,
sukaria dan sorak-sorai
………dari Rumah Allah kita?
17 Benih-benih menjadi kering di bawah bongkahan tanah,
………gudang-gudang sudah licin tandas,
dan lumbung-lumbung sudah runtuh,
………sebab gandum sudah habis.
18 Betapa hewan-hewan mengeluh
………dan kawanan-kawanan lembu pun resah,
sebab tidak ada lagi padang rumput baginya;
………juga kawanan kambing domba turut menderita.
19 Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru,
………sebab api telah memakan habis
………tanah penggembalaan di padang gurun,
dan nyala api telah menghanguskan
………segala pohon di padang.
20 Juga binatang-binatang liar rindu kepada-Mu,
………sebab wadi sudah kering,
dan api pun telah memakan habis
………tanah penggembalaan di padang gurun.

Dalam pasal 1, ayat 2-14, Yoel berseru kepada umat Israel, mendesak mereka untuk memperhatikan maklumat yang mengerikan: wabah belalang. Malapetaka yang akan datang menyebabkan umat Israel berduka (ayat 9-10) dan berseru (ayat 11-13), yang membuat mereka memohon kepada Allah (ayat 14). Dalam pasal 1, ayat 15-20, nabi Yoel lebih lanjut menggambarkan kehancuran yang akan terjadi. Bagaimanakah hari itu akan terjadi?

Yoel menunjukkan bahwa hari itu adalah hari TUHAN (ayat 15). Hari TUHAN bukan hanya tema utama dalam Kitab Yoel (1 Yoel 1:15; 2 Yoel 1: 1-2, 10-11, 31; 3 Yoel 3:14-15, 18), tetapi juga pesan utama yang dikumandangkan oleh para nabi dari Kitab Nabi-Nabi Kecil (misalnya, Amos 5:8; Zefanya 1: 4, 14; Maleakhi 3:2-3). Hari TUHAN tidak merujuk pada hari tertentu, tetapi lebih kepada hari-hari di masa lalu, masa depan, atau masa mendatang ketika Allah secara aktif menangani tindakan Israel atau bangsa-bangsa. Hari Tuhan dapat merujuk secara negatif pada Allah akan menghukum bangsa-bangsa, atau secara positif merujuk pada hari keselamatan bagi Israel.

Di ayat 16-18, Yoel menggambarkan hari TUHAN sebagai sesuatu yang menakutkan: negeri akan kelaparan (ayat 16); perayaan sukacita di Bait Suci akan berhenti (ayat 16); tanaman gandum akan mengering, gudang-gudang akan ditinggalkan, dan lumbung akan rusak dan hancur (ayat 17); ternak akan meratap dan berkeliaran di mana-mana (ayat 18). Ayat 17 menggambarkan kondisi manusia: makanan akan terputus, tanaman biji-bijian akan mengering, dan lumbung akan ditinggalkan; sedangkan ayat 18 menggambarkan ternak (sapi, kawanan domba), ratapan mereka, kekacauan, dan penderitaan. Ayat 16-18 adalah serangkaian bencana, karena kemalangan tidak pernah datang sendirian. Pertama datang kehancuran oleh belalang, kemudian sungai-sungai akan mengering karena kekeringan, dan akhirnya, kekeringan dapat menyebabkan kebakaran. Ketika penghakiman datang, bumi akan dikutuk, dan makhluk hidup akan menderita. Dengan kata lain, bumi milik Allah, umat Allah, dan ciptaan Allah akan menderita karena penghakiman Allah.

Nabi Yoel tidak hanya mengingatkan umat bahwa hari TUHAN sudah dekat, tetapi juga menjelaskan hubungan antara kedatangan Allah dan hukuman: kuasa pemusnahan dari Yang Maha Kuasa, sebuah pesan yang kuat. Di sini, Yoel menggunakan permainan kata, menggunakan homofon yang hampir sama tetapi memiliki arti berbeda. Allah adalah Yang Mahakuasa (שַׁדַּי, šadday) membawa datangnya pemusnahan-Nya (שֹׁד, śōd)

Percaya bahwa Yoel, dalam menyampaikan pesan Allah, juga terguncang, dan kemudian berdoa kepada Allah atas nama umat itu: Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru. Nabi Yoel tidak terpisah dari umat itu; ia juga tinggal di tanah tersebut bersama mereka, tidak hanya mendesak mereka untuk berseru kepada TUHAN (ayat 14), tetapi juga berkata secara langsung, aku berseru kepada-Mu (ayat 19).

Refleksi:
1) Nabi Yoel menyerukan agar kita mendengarkan, memahami pesan, dan memohon kepada Allah. Apakah Anda juga sangat menyadari dorongan Roh Kudus di dalam hati Anda?

2) Apa arti Hari TUHAN sudah dekat bagi Anda, dan seberapa mendesaknya hal itu?

3) Ketika bumi terpengaruh, manusia dan segala sesuatu akan terpengaruh. Bagaimana Anda menjaga ekologi dan mengelola bumi (Kejadian 2)?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 1:2-14

「Peringatan pertama tentang malapetaka serbuan belalang」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 1:2-14 [TB2])
2 Dengarlah ini, hai para tua-tua,
………pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri!
Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu,
………atau dalam zaman nenek moyangmu?
3 Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu,
………dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka,
………dan anak-anak mereka kepada generasi berikutnya.
4 Apa yang ditinggalkan belalang pengerip
dimakan belalang pengembara,
………apa yang ditinggalkan belalang pengembara
………dimakan belalang pelompat,
………dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat
………dimakan belalang pelahap.
5 Bangunlah, hai pemabuk, dan menangislah!
………Merataplah, hai semua peminum anggur karena anggur baru,
………sebab anggur itu sudah dirampas dari mulutmu!
6 Sebab suatu bangsa maju menyerang negeriku,
………bangsa yang kuat dan tidak terbilang banyaknya;
giginya seperti gigi singa,
………dan taringnya seperti taring singa betina.
7 Dibuatnya pohon anggurku menjadi musnah,
………dan pohon araku buntung;
kulitnya dikelupas habis lalu dilemparkannya,
………sehingga carang-carangnya menjadi putih.
8 Merataplah seperti anak dara
yang berpakaian kain kabung
………karena mempelai, kekasih masa mudanya.
9 Kurban sajian dan kurban curahan sudah lenyap
………dari Rumah TUHAN;
berkabunglah para imam,
………pelayan-pelayan TUHAN.
10 Ladang sudah musnah,
………tanah berkabung,
sebab gandum sudah musnah,
………anggur sudah kering,
………minyak sudah menipis.
11 Malulah, hai petani-petani,
………merataplah, hai penggarap-penggarap kebun anggur
karena gandum dan jelai,
………sebab sudah musnahlah panen ladang.
12 Pohon anggur sudah kering
………dan pohon ara sudah layu;
pohon delima, pohon korma dan pohon apel,
………segala pohon di padang sudah kering.
Sungguh, sukacita memudar dari antara anak-anak manusia.

13 Kenakanlah kain kabung dan merataplah,
hai imam-imam.
………Meraunglah, hai pelayan-pelayan mezbah.
Masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung,
………hai pelayan-pelayan Allahku,
sebab kurban sajian dan kurban curahan
………sudah dihentikan dari Rumah Allahmu.
14 khususkanlah hari puasa,
………umumkanlah perkumpulan raya;
kumpulkanlah para tua-tua
………dan seluruh penduduk negeri
ke Rumah TUHAN, Allahmu,
………dan berserulah kepada TUHAN.

Nabi Yoel berseru kepada umat Allah untuk mendengarkan berita yang menakutkan, bahkan dapat dikatakan sebagai maklumat yang membawa malapetaka: akan datang serbuan belalang, yang akan membawa bencana besar. Para sarjana menawarkan berbagai interpretasi tentang fenomena belalang. Beberapa menafsirkannya secara harfiah sebagai belalang, yang lain sebagai representasi pasukan, dan yang lainnya lagi sebagai gambaran akhir zaman. Jadi, nabi Yoel mengharapkan apa yang harus dilakukan umat Allah sebelum bencana yang akan datang ini? Persiapan apa yang harus mereka lakukan?

Nabi Yoel memberikan perintah yang mendesak umat Israel agar Dengarlah … pasanglah telinga … (ayat 2). Bahkan, Yoel menggunakan 28 perintah di sepanjang Kitab Yoel untuk membangkitkan kesadaran mereka dan mendesak mereka untuk dengan serius menanggapi tindakan Allah. Pertama, Yoel menggunakan pertanyaan retoris untuk berbicara kepada para tua-tua, Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu? Yoel mengharapkan jawaban negatif, karena malapetaka yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Yoel menggunakan empat istilah yang berkaitan dengan belalang untuk menggambarkan empat tahap bencana: belalang pengerip, belalang pengembara, belalang pelompat, dan belalang pelahap. Malapetaka itu tampak bertahap; format apa yang ditinggalkan … dimakan … muncul tiga kali. Dengan kata lain, setelah bencana serbuan belalang, tidak ada yang tersisa. Kedatangan malapetaka ini seperti sebuah kuartet, satu gelombang demi gelombang. Sebelum pulih dari malapetaka pertama, datang lagi malapetaka yang baru. Dengan pukulan beruntun seperti itu, apakah masih ada harapan? Apa yang bisa dilakukan orang-orang? Nabi Yoel memerintahkan para tua-tua untuk mewariskan pelajaran ini dari generasi ke generasi, karena malapetaka belalang meluas hingga empat generasi: dari para tua-tua kepada anak-anak mereka, dari anak-anak mereka kepada cucu-cucu mereka, dan dari cucu-cucu mereka kepada keturunan mereka. Hanya dengan mewariskan ajaran ini dari generasi ke generasi, generasi mendatang dapat diingatkan tentang konsekuensi bencana tersebut. Jika mereka tidak mengindahkan peringatan ini, mereka akan menanggung malapetaka tersebut.

Kemudian di ayat 5, Bangunlah, hai pemabuk, dan menangislah! Merataplah, hai semua peminum anggur karena anggur baru, sebab anggur itu sudah dirampas dari mulutmu!Nabi Yoel menyampaikan seruan tiga kali lipat: untuk bangun (wake up), untuk menangis (weep), dan untuk meratap (wail). Kata menangis/meratap/berkabung muncul delapan kali dalam ayat 5 sampai 13, menyoroti situasi yang benar-benar menyedihkan. Bagi orang-orang yang baru kembali dari penawanan, pada masa ketika segala sesuatu hancur dan perlu dibangun kembali, wabah belalang merupakan pukulan yang menghancurkan, sudah jatuh ditimpa tangga, situasi yang benar-benar memilukan.

Nabi Yoel lebih lanjut menunjukkan bahwa umat akan mengalami empat macam pukulan: Pertama, bencana alam dan malapetaka tindakan manusia, ayat 6, suatu bangsa maju menyerang negeriku, kawanan belalang (terjemahan CUV), atau belalang datang seperti suatu bangsa (terjemahan Lü Zhenzhong). Kedua, kerusakan ekonomi akibat gagal panen, seperti Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, anggur sudah kering, minyak sudah menipis (ayat 10, lihat juga ayat 7, 11, 12). Ketiga, kesulitan hidup, seperti anggur itu sudah dirampas dari mulutmu (ayat 5) dan sukacita memudar dari antara anak-anak manusia (ayat 12). Keempat, penghentian kehidupan keagamaan, seperti kurban sajian dan kurban curahan sudah lenyap dari Rumah TUHAN (ayat 9) dan kurban sajian dan kurban curahan sudah dihentikan dari Rumah Allahmu (ayat 13).

Terakhir, nabi Yoel memerintahkan seluruh umat untuk berpaling kepada Allah, termasuk penduduk, para tua-tua, dan para pemimpin agama. Ia mendorong mereka untuk melakukan tiga tindakan dalam pertobatan mereka:
Untuk bertobat, seseorang harus mengenakan kain kabung, menangis, dan meratap.
Ambil tindakan → pergilah ke Bait Allah TUHAN.
Berdoa → memohon kepada TUHAN

Refleksi:
1) Apakah karena kehidupan masyarakat penuh kesusahan imbas dari kejatuhan ekonomi, sehingga membuat mereka tidak memiliki sumber daya untuk memberikan persembahan, mengakibatkan terhentinya persembahan kurban? Ataukah justru disebabkan oleh kerusakan rohani mereka, sehingga Allah campur tangan dan mendesak mereka untuk bertobat? Apa yang dapat Anda simpulkan dari hal ini?

2) Bagaimana keadaan hidup saya hari ini? Apakah kata-kata Nabi Yesaya berikut ini membantu saya lebih memahami bagaimana menanggapi instruksi nabi Yoel? Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yoel 1:1

「Mengenal nabi Yoel」

Oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yoel 1:1 [TB2])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Yoel bin Petuel.

Selama 17 hari ke depan, kita akan merenungkan bersama tentang dua kitab nubuat kecil: Yoel dan Habakuk.

Yoel disebut sebagai kitab nabi-nabi kecil. Sebutan kecil ini bukan berarti kitab ini tidak penting; melainkan merujuk pada jumlah kata dalam kitab tersebut. Kita hanya sedikit mengetahui tentang kitab ini, hanya bahwa penulisnya adalah Yoel, putra Petuel. Tetapi siapa sebenarnya Petuel? Siapa Yoel? Informasi tentang latar belakang keluarganya sama sekali tidak diketahui. Kitab-kitab nabi-nabi lain menyebutkan panggilan nabi, tetapi Kitab Yoel tidak. Lebih jauh lagi, tidak ada catatan kapan Yoel menjadi nabi. Oleh karena itu, para sarjana Alkitab harus mencari petunjuk dalam teks untuk menyimpulkan konteks sejarah kitab tersebut.

Yoel berarti TUHAN adalah Allah. Meskipun nama ini muncul lebih dari sepuluh kali dalam Perjanjian Lama, tidak satu pun dari catatan tersebut dikaitkan dengan nabi Yoel. Mustahil untuk menentukan di era mana ia hidup atau pesan zaman mana yang ia sampaikan. Para sarjana modern telah mengusulkan setidaknya enam teori untuk menyimpulkan era Yoel, mulai dari awal abad ke-9 SM hingga abad ke-3 SM.

Pembaca hanya dapat menyimpulkan tanggal penulisan Kitab Yoel dari isinya. Pertama, kitab ini tidak menyebutkan Asyur atau Babel, yang menimbulkan dua kemungkinan: Pertama, kedua bangsa asing ini belum menjadi ancaman bagi Yehuda. Jika demikian, Kitab Yoel merupakan karya dari abad ke-9 SM. Kemungkinan kedua adalah bahwa kedua bangsa asing ini telah lenyap, sehingga mereka tidak disebutkan dalam kitab tersebut. Jika demikian, kitab ini ditulis pada abad ke-5 SM. Lebih lanjut, kitab ini tidak menyebutkan nama seorang raja, yang bisa berarti kitab ini ditulis sebelum dinasti Israel bersatu, atau mungkin Yehuda tidak lagi memiliki raja, yang menunjukkan bahwa kitab ini ditulis setelah kembalinya Israel dari penawanan. Adapun nama Yoel, nama ini hanya muncul sekali dalam 1 Samuel 8:2, dan ditemukan dalam kitab-kitab tentang kembalinya Israel dari penawanan: Tawarikh, Ezra, dan Nehemia (lihat 1 Tawarikh 4:35; 2 Tawarikh 29: 1-2; Ezra 10:43; Nehemia 11:9). Oleh karena itu, beberapa sarjana percaya bahwa Kitab Yoel adalah karya seorang nabi yang kembali dari penawanan.

Beberapa sarjana menunjukkan bahwa Yoel disebut sebagai nabi kultus (cultic prophet) karena ia menyeru para imam untuk berpartisipasi dalam pekerjaan Bait Suci, pengurbanan, dan pelayanan selama hari raya, mungkin mewakili pembangunan kembali iman dan ibadah setelah kepulangan dari pembuangan. Lebih lanjut, seperti yang dinyatakan dalam Kitab Yoel 3:1, Sebab sesungguhnya pada hari-hari itu dan pada waktu itu, apabila Aku memulihkan keadaan Yehuda dan Yerusalem. Setelah kepulangan, nabi tersebut sudah tidak lagi menyebutkan pada Israel dan Yehuda, hanya menyebutkan Yehuda. Merangkum pengamatan ini, sangat mungkin bahwa Yoel adalah seorang nabi selama periode kepulangan dari penawanan. Meskipun tanggal pasti penulisan Kitab Yoel tidak dapat ditentukan, hal itu tidak memengaruhi pemahaman kita tentang isi Kitab Yoel. Seperti yang diajarkan dalam Yoel 1:3, Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada generasi berikutnya, pesan nabi tersebut melampaui waktu dan ruang; baik sebelum, selama, atau setelah masa penawanan, atau bahkan di abad ke-21, kita harus menerima pesannya.

Yoel hanya memiliki tiga pasal dan 63 ayat, yang jelas dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama berkaitan dengan Keputusasaan (despair): Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya? (ayat 2:11) Karena itu, nabi Yoel memanggil umat itu kembali, karena TUHAN berkata, Kembalilah kepada-Ku. Bagian kedua adalah pesan Pembebasan (deliverance): Maka TUHAN membebaskan …

Refleksi:
1) Saat kita membaca Kitab Yoel, marilah kita meneladani Samuel muda, dengan kerendahan hati: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar! (1 Samuel 3:9). Berdoalah kepada Tuhan!

2) Apakah menurut Anda orang-orang Yahudi yang kembali dari pembuangan sudah siap mendengarkan pesan nabi Yoel? Mengapa? Bagaimana dengan Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yoel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yoel ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Februari 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.