Roma 8:13

「xxx」

Oleh Rev. Jimmy Chan (陳偉明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Roma 8:13 [TB])
13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

(Galatia 5:24 [TB])
24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

Roma 8:13 mengatakan, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup, kata mematikan (θανατοῦτε thanatoute) adalah kata kerja dalam bentuk sedang berlangsung), Paulus menempatkan kematian/kehidupan dalam pilihan sehari-hari orang percaya: bukan bahwa keselamatan dapat diperoleh atau hilang, tetapi bahwa jika seseorang yang lahir baru membiarkan daging berkuasa, hidup akan jatuh ke jalan kemerosotan dan kerusakan; sebaliknya, jika seseorang terus menerus oleh Roh (bersandar Roh Kudus) mematikan perbuatan-perbuatan dosa, maka kehidupan sejati akan dinyatakan—bersekutu dengan Allah, mendapatkan kebebasan dan kuasa anak-anak Allah. Galatia 5:24 lebih lanjut menyatakan, Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Pernyataan ini mengandung kata telah dan masih: di satu sisi, mereka yang milik Kristus, dalam persatuan mereka dengan Kristus, pada dasarnya telah menolak kedaulatan daging; di sisi lain, penyaliban juga menandakan proses yang lambat, menyakitkan, dan masih berkelanjutan—daging tidak akan langsung diam; ia akan melawan dan membalas. Oleh karena itu, kematian bukanlah keputusan emosional sekali saja, melainkan latihan spiritual harian.

Wawasan Teolog – John Owen (1616–1683)
Terhadap dua ayat ini, John Owen, dalam 《On the Death of Sin in the Believers》, menunjukkan bahwa kematian dosa tidak dicapai melalui asketisme atau aturan eksternal yang mengatur orang untuk menjadi lebih seperti Kristus; melainkan, itu adalah kuasa Roh Kudus di dalam diri kita, yang membutuhkan partisipasi yang tulus dan aktif dari orang percaya. Owen sangat serius: jika dosa tidak ditinggalkan sepenuhnya, itu akan membunuh Anda—pertama-tama merampas sukacita Anda, mematikan hati nurani Anda, melemahkan doa-doa Anda, dan akhirnya menyeret Anda ke dalam perbudakan yang lebih dalam. Di sisi lain, ia juga sangat lembut: ia tidak menjadikan mematikan dosa sebagai proyek keselamatan oleh diri sendiri, tetapi menegaskan bahwa mematikan dosa hanya dapat datang dari Injil — mati dan hidup bersama Kristus, dari kepastian pembenaran, dari penerimaan Bapa, dan kehadiran Roh Kudus di dalam diri. Dengan kata lain, meninggalkan dosa bukanlah penyiksaan diri demi dikasihi oleh Allah; meninggalkan dosa adalah respons karena seseorang telah dikasihi oleh Allah.

Owen sangat waspada terhadap kesalahpahaman yang paling mungkin terjadi selama Jumat Agung: keyakinan bahwa hanya dengan meningkatkan disiplin (makan lebih sedikit, tidur lebih sedikit, dan menikmati hiburan yang lebih sedikit) akan membunuh dosa. Ia menunjukkan bahwa pengendalian diri lahiriah, jika tidak terhubung dengan karya Roh Kudus, paling-paling hanyalah menekan atau ganti kulit: beberapa dosa mungkin tampak tenang, tetapi pada kenyataannya, dosa-dosa itu berubah menjadi bentuk yang lebih tersembunyi—kesombongan, penghakiman, kebenaran diri, dan bahkan memuaskan keinginan daging dengan keyakinan bahwa aku lebih saleh daripada orang lain. Kematian sejati dari dosa adalah menghadapinya sebagai musuh: bukan berdamai dengan dosa, atau hanya membenci konsekuensi dosa, tetapi membenci dosa itu sendiri karena penghinaannya terhadap kemuliaan Allah; dan menargetkan dosa spesifik yang terus-menerus menjerat Anda—menemukan akarnya, peluangnya, kebohongannya, imbalannya, dan kemudian membongkarnya satu per satu dengan kebenaran Injil. Apa yang dikatakan Owen sebagai Mengandalkan Roh Kudus itu bukan menunggu secara pasif; sebaliknya, itu berarti bertindak aktif dengan bersandar mengandalkan Tuhan: segera berpaling kepada Tuhan ketika godaan datang, menolak kebohongan dalam hati dengan kebenaran, dan memohon kepada Roh Kudus dalam doa untuk menjadikan salib Kristus nyata dan dapat diandalkan pada saat ini.

Oleh karena itu, makna memikul salib, seperti yang dijelaskan oleh Owen, adalah untuk membawa kematian Kristus ke dalam keinginan dan keputusan sehari-hari. Ketika keinginan egois berkata, Kamu harus memiliki ini untuk bahagia, mematikan dosa adalah di bawah pencerahan Roh Kudus, mengakui bahwa itu adalah berhala dan sebaliknya menyatakan, Kristus adalah berkat bagianku. Ketika amarah berkata, Kamu berhak membalas, mematikan dosa adalah melepaskan harga diri di hadapan salib dan memilih pengampunan dan diam. Ketika keserakahan berkata, Kamu harus terlihat menonjol di hadapan orang, mematikan dosa adalah memberikan kemuliaan kepada Tuhan dan dengan rela menyembuyikan diri.

Refleksi:
1. Keinginan egois apa yang paling sering Anda pupuk lebih daripada mematikannya? Dalam situasi apa keinginan itu biasanya muncul, dan kebohongan apa yang digunakan untuk meyakinkan diri sendiri?

2. Karena mematikan dosa tidak dapat dicapai melalui kemauan semata tetapi melalui Roh Kudus yang membinasakan dosa, tindakan spesifik apa (seperti doa, pengakuan dosa, menanggapi dengan kebenaran, atau mencari pertolongan dari sesama orang percaya) yang dapat Anda lakukan hari ini untuk membawa salib Kristus ke dalam momen itu?


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah 2026 ditulis oleh Rev. Dr. Jimmy Chan Wai-ming (陳偉明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.