Markus 13:1-4

Yesus telah meninggalkan

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Markus 13:1-4 [ITB])
1 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!
2 Lalu Yesus berkata kepadanya: Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.
3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:4 Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya.

Ayat 13:1 mengatakan Yesus keluar dari Bait Suci. Kata Yunani asli untuk keluar (ἐκπορεύοµαι ekporeuomai) secara umum dapat diterjemahkan sebagai keluar, pergi keluar atau meninggalkan. Sebagai kata yang menyatakan seseorang meninggalkan suatu tempat, arti kata ini (ἐκπορεύοµαι ekporeuomai) bisa dianggap sangat umum atau jelas. Namun, ketika kata ini muncul di ayat 1. maknanya menjadi sangat istimewa.

Berdasarkan konteksnya, Yesus memasuki Yerusalem dalam pasal 11–12, dan mengalami banyak konflik serius dengan para pemimpin agama Yahudi di Yerusalem. Di satu sisi, kita melihat bahwa para pemimpin agama telah bertekad untuk menangkap Yesus (Markus 12:12); di sisi lain, dari tindakan Yesus yang meninggalkan (menolak) Bait Suci, kita dapat melihat bahwa Allah telah bertekad untuk mendesentralisasikan Bait Suci, dan bahkan menghapuskan sistem persembahan kurban berdasarkan Bait Suci yang telah sejak lama digunakan oleh Israel. Bait Suci selalu menjadi bukti kehadiran Allah bersama bangsa Israel, dan Bait Suci juga merupakan tempat bersemayamnya kemuliaan-Nya. Oleh karena itu, para murid sungguh terkejut ketika Yesus meninggalkan Bait Suci dan menubuatkan kepada mereka bahwa Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan, mengandung makna teologis yang sangat mendalam.

Faktanya, berdasarkan cara penulisan tata letak sastra Markus, mungkin bukan hanya tubuh Yesus yang meninggalkan (ἐκπορεύοµαι ekporeuomai) Bait Suci, tetapi juga kemuliaan Allah. Perhatikan di 13:1 Markus mengindikasikan bahwa Yesus yang keluar, tetapi faktanya ada sekumpulan yakni murid-murid juga keluar. Menurut Yehezkiel 9-10, tepat ketika Yerusalem hendak direbut oleh Babel, kemuliaan Allah meninggalkan Bait Suci (Yehezkiel 10:18-19 Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub. Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka). Berdasarkan kerangka peristiwa-peristiwa Perjanjian Baru bertumpang pada kisah-kisah Perjanjian Lama, kita dapat melihat gambaran yang penuh persamaan dan resonansi: di masa lalu, TUHAN mencurahkan murka-Nya ke Yerusalem dan membiarkan Bait Suci dinajiskan oleh orang Babel, sehingga pekarangan Baiut Suci dipenuhi dengan orang-orang yang terbunuh; pada zaman Yesus dalam Injil Markus, dalam perang pertama mereka dengan Romawi (66-73 M) orang-orang Yahudi akan segera mengalami kehancuran Bait Suci lagi dan darah mengalir seperti sungai. Anak Allah (lih. Markus 12:1-12 penggarap kebun anggur membunuh Anak kekasih Pemilik kebun) yaitu Yesus, meninggalkan (ἐκπορεύοµαι ekporeuomai) Bait Suci dalam pemandangan yang telah dinubuatkan.

Jika Yesus melalui gerbang timur Bait Suci (Sebagian besar ahli Alkitab berpendapat gerbang ini adalah Gerbang Indah yang tercatat di Kis 3:2, 10) keluar meninggalkan Bait Suci dan pergi ke Bukit Zaitun di sebelah timur Yerusalem, maka, ketika Markus 13:3 mencatat bahwa duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Yesus sebenarnya sedang melihat kembali ke gerbang timur Bait Suci tempat Dia baru saja meninggalkan Bait Suci sebelum naik gunung. Markus tidak mencatat wajah Yesus, namun menurut imajinasi saya, Yesus mungkin sedang menangis, atau air mata mungkin mengalir di dalam hatinya. Pada saat itulah para murid berani bertanya lebih lanjut kepada Yesus mengenai hal ini.

Kita mungkin tidak berpikir bahwa kita seperti para pemimpin agama di Bait Suci Yerusalem yang ingin menangkap atau bahkan membunuh Yesus, tetapi mungkin kita juga dapat membayangkan bahwa ketika kita jauh dari Tuhan, Yesus juga memiliki tatapan sedih di mata-Nya terhadap kita.

Renungkan:
Bagaimana perasaan Anda jika Yesus meninggalkan Anda? Saya tahu Dia tidak akan pernah meninggalkan kita, maksud saya bagaimana jika, bagaimana menurut Anda?

Menurut Anda seperti apa pandangan Yesus terarah kepada Anda? Mengapa?


Renungan pemahaman Injil Markus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).