「Cahaya terang bersinar vs. meningkatnya ketidakadilan」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Flp. 2:15b-24 [ITB])
15b …
sehingga kamu bercahaya di antara mereka
………seperti bintang-bintang di dunia,
16 sambil berpegang pada firman kehidupan,
agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. 17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 18 Dan kamu juga harus bersukacita demikian dan bersukacitalah dengan aku.
19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. 20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; 21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. 23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang.
Semuanya mencari kepentingannya sendiri, siapa yang dimaksudkan? Paulus menulis surat ini kepada gereja di Filipi, tidak memakai perilaku orang yang tidak mengenal Tuhan untuk mengingatkan mereka. Mencari kepentingannya sendiri adalah kebalikan dari mencari kepentingan Yesus Kristus. Mulut yang tampaknya mengatakan percaya kepada Yesus, namun tidak mencari kepentingan Yesus Kristus. Situasi Paulus tampaknya cukup sendirian. Walau saudara-saudari di Roma sebagian besar memandang ia dipenjarakan adalah berdasarkan rencana Kristus, sehingga lebih dan lebih berani tanpa takut untuk memberitakan Injil (Flp. 1:2-14), tetapi Paulus rasa ketersendirian nampak dalam tulisan tangannya. 「Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu」 (Flp. 2:20). Berdasarkan logika umum, dalam keadaan adanya perselisihan pendapat tentang mengenali pimpinan Tuhan dan ia perlu mendorong orang percaya lainnya untuk mengikutinya, Paulus pasti menghadapi tekanan psikologis yang sangat besar, tetapi Paulus tampaknya telah melampaui 「logika umum」, karena hubungannya dengan Kristus tampaknya telah sampai taraf 「melampaui」 segalanya. Seorang yang tidak memiliki hati yang bersih, bagaimana bisa mengatakan kalimat yang demikian? Jika tidak memiliki hati yang sepenuh mencintai jemaat Filipi, bagaimana menempatkan hati pikirannya sebagai tolok ukur apakah orang lain benar-benar diperhatikan? Ketika pemimpin orang percaya Yahudi memakai pemahaman mereka sendiri tentang Injil 「Kabar Gembira」 untuk prihatin atas orang percaya di Filipi, menyarankan bahwa orang percaya tidak boleh menderita demi Injil, 「niat baik」 mereka ternyata mencari kepentingannya sendiri, bukan untuk mencari kepentingan Yesus Kristus (Flp. 2:21).
Paulus berkata, Timotius 「kesetiaannya telah teruji」, karena dia dan Paulus memiliki pandangan dan kepercayaan yang sama dalam hal melayani Injil. Bagi Paulus, Timotius memperlakukannya seperti seorang anak terhadap ayahnya, ini benar-benar gambaran yang indah. Ketika tidak ada orang lain yang satu hati dengan Paulus, sangat bersyukur bahwa Paulus memiliki seorang putra rohani yang menjadi dorongan bagi dia. Dalam menghadapi segala macam penindasan, motivasi Paulus untuk pelayanan tidak berasal dari perselisihan dengan orang lain, menang atas orang lain bukanlah sumber sukacitanya, di sisi lain, ia juga tidak membiarkan mentalitas korban (playing victim) memimpin psikologi dirinya, memakai penderitaannya sebagai alat pemerasan emosional terhadap jemaat Filipi demi kepentingan diri sendiri. Bagaimana Paulus bisa benar-benar memiliki hati yang begitu murni? Ini bukan hanya pertanyaan orang percaya di Filipi, tetapi juga pertanyaan Anda dan saya: bertanya kepada Paulus dua ribu tahun yang lalu, bertanya pada diri kita hari ini.
Firman Allah adalah cahaya terang bagi kita. Kepastian Paulus berasal dari manifestasi tindakan keselamatan Allah, terutama bagaimana Paulus melihat makna / pemahaman baru dari ayat-ayat Perjanjian Lama. Setelah meninjau beberapa 「bahan ajaran negatif」 pemberontakan masa lalu Israel dan mereka mencobai Allah」 (lihat renungan kemarin, Paulus merujuk kepada Kitab Keluaran dan Ulangan), Paulus merujuk lagi Kitab Daniel 12:3, ia memakai 「pengajaran positif」 dalam sejarah Israel, 「kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan」 (Flp. 2:15-16a), sebenarnya dikutip dari Kitab Daniel dalam Septuaginta terjemahan OG: 「orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, namun kefasikan akan bertambah」 (Daniel 12:3-4) dalam menghadapi penindasan intens raja Seleukia Antiokhus IV, orang Israel mengalami krisis iman dan krisis identitas terbesar yang pernah ada (Dan. 12:1), dan bahkan imam besar Jason juga murtad mendorong Israel meninggalkan Hukum Musa (lihat literatur sejarah 2 Makabe 4:7-10), dan sejak itu mengakui dewa Yunani Zeus sebagai allah. Untuk menghindari penderitaan, sekelompok orang yang 「mengkhianati Perjanjian Kudus」(Dan. 11:30) memilih untuk mengikuti rencana Helenisasi budaya Yunani dari raja Antiokhus IV. Bukan 「pengetahuan」 tetapi 「kefasikan」 (Dan. 12:4) terus tumbuh seperti ini.
Namun, ternyata ada kelompok 「orang bijaksana」 lain yang rela menderita bagi Allah (Dan. 11:32-35), meski menghadapi ancaman maut, mereka tetap bertahan sampai akhir. Wahyu bahwa setelah kematian, pasti ada hidup yang kekal, pasti ada penghakiman, dan pasti ada pembenaran, dalam hal ini pertama kali muncul dalam Perjanjian Lama, 「banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal」 (Dan. 12:2), mereka setelah kematian barulah 「bercahaya seperti cahaya cakrawala」 (Dan. 12:3, 「Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya」 ), Paulus melihat bahwa ketika orang percaya di Filipi dalam kehidupan saat ini ketika menderita mewakili Kristus (Flp. 1:29), mereka telah mulai bersinar seperti bintang dalam kehidupan di dunia saat ini.
Renungkan:
• 「Sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.」 Firman kehidupan (λόγον ζωῆς logon zōēs) adalah firman yang layak baginya kita mempersembahkan hidup. Apakah Anda bersedia? Mengapa?
• Teguh seperti Paulus dan Timotius membutuhkan dukungan dan dorongan jemaat Filipi. Di mana rekan perjuangan Anda? Apakah kelompok persekutuan saya mencari kepentingannya sendiri, atau kepentingan Yesus Kristus? Ada tindakan apa, yang bisa membuat kita lebih banyak mencari kepentingan Yesus Kristus?
Renungan pemahaman Surat Filipi (November 2021)
Renungan pemahaman semua Surat Filipi
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan November 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.