2 Korintus 8:6-15

「Konsep keseimbangan dan pelaksanaannya」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 8:6-15 [ITB])
6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.
7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami, demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu. 9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
10 Inilah pendapatku tentang hal itu, yang mungkin berfaedah bagimu. Memang sudah sejak tahun yang lalu kamu mulai melaksanakannya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikannya juga. 11 Maka sekarang, selesaikan jugalah pelaksanaannya itu!
Hendaklah pelaksanaannya sepadan dengan kerelaanmu, dan lakukanlah itu dengan apa yang ada padamu. 12 Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu. 13 Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan.
14 Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. 15 Seperti ada tertulis: Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.

Dalam 8:1-5, Paulus menyebutkan bahwa gereja Makedonia dalam kesulitan yang besar masih memberikan sumbangan yang melampaui kemampuannya, tujuannya adalah memakai antusiasme mereka untuk menginspirasi jemaat Korintus agar menyelesaikan pengumpulan bantuan bagi orang-orang kudus yang sudah dimulai satu tahun yang lalu. Tentang hal ini, dalam perikop 8:6-15 Paulus kemudian mengajukan beberapa alasan untuk menjelaskan mengapa mereka hendaknya menyelesaikan masalah ini. Kita perhatikan sikap Paulus, dia bukan memberikan perintah kepada mereka untuk melakukannya, tetapi adalah memberitahu pendapatnya kepada mereka (8:8, 10). Persembahan, memberi bantuan selalu harus terpancar dari dalam hati, tidak bisa dengan perintah memaksa saudara dan saudari untuk melaksanakan.Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita(9:7) Paulus di sini meskipun tidak mengatakan secara langsung bahwa sikap memberikan dengan sukarela adalah identik dengan sikap Yesus sukarela berkorban nyawa bagi dunia, keduanya sikap yang sama. Yesus tidak dipaksa, tetapi sukarela dan secara aktif memulai jalan penderitaan (active suffering) untuk kepentingan orang lain, orang Kristen harus belajar mengambil inisiatif untuk secara sukarela bertindak berkorban diri. Memberikan donasi dalam kesulitan adalah salah satu tindakan yang demikian.

Meskipun tidak secara eksplisit dinyatakan, Paulus di 8:9 mengajukan alasan mengapa ini harus dilakukan, Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya yang memiliki makna sukarela menderita. Agar kita mendapatkan kelimpahan, maka Tuhan Yesus bersedia menjadi miskin. Di sini Paulus menggunakan kontras perbandingan kaya dengan miskin, dari teks sebelumnya di atas ini mengacu pada kasih karunia, talenta dan antusias. Karena Tuhan, maka orang-orang percaya Korintus dalam iman, dalam talenta perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan antusias (giat) melebihi orang lain. Yesus datang ke dunia menjadi manusia biasa adalah demi mereka (Filipi 2:5-7) Agar orang lain menjadi kaya di dalam Tuhan, sejauh mana tindakan kita memberi bantuan? Pertanyaan ini harus dijawab oleh setiap orang Kristen secara pribadi di depan Tuhan, dan orang lain tidak pernah dapat menetapkan kriteria konkret bagi diri kita. Sebenarnya, persepuluhan hanya panduan umum, apakah orang percaya telah memberikan persembahan persepuluhan itu cukup? Tidak ada jawaban untuk pertanyaan ini. Semua tergantung pada kerelaan diri kita sendiri. Oleh karena itu, memberikan persembahan dan donasi bantuan menjadi kesempatan untuk menguji seseorang, mengungkapkan keikhlasan kasih seseorang (8:8). Selain meneladani Kristus, alasan lain jemaat Korintus untuk menyelesaikan hal ini, bahwa diri mereka tahu memiliki berbagai kasih karunia yang melebihi orang lain, maka mereka dalam perbuatan kasih juga harus menunjukkan keikhlasan kasih kepada Tuhan dan orang lain, yang juga melebihi orang lain.

Alasan terakhir adalah keseimbangan yang disebutkan di 8:13. Keseimbangan ini bukanlah keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dalam ekonomi (equilibrium), juga bukan berbicara tentang kesetaraan sosial di mana setiap orang memiliki hak mendasar yang sama dalam masyarakat. Keseimbangan ini adalah semangat berbagi berkat menikmati bersama, menanggung kesulitan bersama-sama, untuk mewujudkan keseimbangan ini, setiap orang harus melihat masa depan, hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan(8:14), setiap orang akan ada waktu kekurangan, dan orang lain yang telah dibantu akan merespons dengan cara yang sama. Oleh karena itu, diperlukan komunitas yang memiliki hubungan yang erat, di mana setiap orang memiliki keyakinan dan mempraktikkan saling membantu dan mengasihi. Meskipun Paulus tidak menjelaskan lebih lanjut di sini, pembaca dapat mengetahui bahwa dalam mempraktikkan keseimbangan harus ada teologi satu tubuh Kristus (1 Kor. 12:12-27), setiap orang adalah anggota dari tubuh, dan apakah seluruh tubuh sehat atau tidak itu bergantung pada kepedulian semua anggota tubuh, setiap anggota harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Tidak hanya demikian, anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus (1 Kor. 12:23). Sehingga, setiap anggota tubuh akan menjaga dan memperhatikan orang lain, berpikir untuk kepentingan orang lain, karena jika orang lain dalam keadaan tidak baik maka tubuh tidak berfungsi dengan lancar, akhirnya semua akan terpengaruh. Oleh karena itu, dari perspektif keseimbangan secara keseluruhan, gereja Korintus perlu menyelesaikan rencana membantu orang-orang kudus, secara jangka panjang secara keseluruhan akan membawakan faedah bagi setiap anggota Kristus tubuh (di sini tersirat gagasan tentang Gereja universal yang am). Keseimbangan bukan berfokus pada kepentingan individu jangka pendek dan saat ini, seharusnya berfokus pada membawakan faedah bagi keseluruhan. Bagi Paulus, inilah yang diajarkan Alkitab secara konsisten (8:15; Kel. 16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan).

Renungkan:
Mengapa orang Kristen harus berpartisipasi dalam memberi dan menyumbangkan sesuatu? Ketika kita melihat kebutuhan orang percaya lainnya, bahkan jika mereka bukan anggota gereja lokal yang sama atau denominasi kita sendiri, apakah kita bersedia membantu mereka? Apa sebenarnya yang dibicarakan tentang keseimbangan? Dalam masyarakat saat ini, bagaimana orang Kristen mempraktikkan semangat keseimbangan?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.