Kidung Agung 7:6-10

Saling mengagumi dengan kuat

Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kid. 7:6-10 [ITB])
6 Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi.
7 Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
8 Kataku: Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. 9 Kata-katamu manis bagaikan anggur!
Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!
10 Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju.

Ayat-ayat ini adalah ungkapkan perasaan cinta kasih tokoh pria kepada sang wanita, kelima ayat ini dapat dianggap sebagai satu kesatuan kecil. Terjemahan TCV Mandarin atas ayat 6, layak kita referensi ── 「Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta, engkau membuat orang mabuk!」 Ini merupakan sebuah pujian yang berbentuk ringkasan, pada saat yang sama juga merupakan kerinduan yang tidak bisa disembunyikan dari hati terdalam tokoh pria terhadap sang tokoh wanita. Ayat 7 dan 8 menunjukkan keinginan tokoh pria dalam hal keeratan jasmaniah kepada sang tokoh wanita

Ayat 9b, di saat ini sang tokoh wanita tidak menahan diri berbicara dan memotong perkataan sang tokoh pria, ia menyambung nyanyian puisi yang menggambarkan cinta kasih dan keinginan yang ada di dalam hati, 「Puisi nyanyian tubuh」 oleh tokoh pria juga berakhir.

Pada saat ini, perkataan tokoh utama wanita 「Aku milik kekasihku, ia menginginkan aku」 (BIMK, ayat 10) merupakan kalimat yang cukup menarik, mengapa demikian? Kata 「menginginkan」 תְּשׁוּקָה tshuwqah (longing, desire) hanya muncul tiga kali dalam Perjanjian Lama, selain yang di ayat ini, dua lainnya muncul di Kej. 3:16 dan 4:7, kedua ayat mencatat hal-hal negatif: (1) kutukan atas Hawa (Kej. 3:16 「Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi (תְּשׁוּקָה tshuwqah) kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu」); (2) keinginan dosa menggoda dan menguasai Kain (Kej. 4:7 「Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda (תְּשׁוּקָה tshuwqah) engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya」). Jika demikian, sulit bagi kita untuk memahami mengapa kata berkonotasi negatif di Kitab Kejadian seperti itu kini dipergunakan oleh penulis 《Kitab Kidung Agung》 dalam gambaran hubungan cinta kasih antara tokoh pria dan wanita?

Beberapa peneliti secara terpisah menunjukkan bahwa kata ini mengandung makna 「seksual」 (lihat Kej. 3:16), namun kata ini memiliki tema yang sama: 「keinginan yang kuat.」 Jika kita melihat gambaran dari pasal-pasal sebelumnya tentang hubungan cinta kasih di antara tokoh pria dan wanita serta perkembangannya, hubungan mereka tidak bersifat 「negatif」, tetapi cinta kasih yang murni dan jujur. Oleh karena itu, jika 《Kitab Kidung Agung》 hendak memperlihatkan situasi di 「Taman Eden」, keintiman yang indah antara Adam dan Hawa di 「Taman Eden」, maka 「keinginan」 תְּשׁוּקָה tshuwqah (longing, desire) tidak dalam konotasi 「negatif」.

(Bacalah ayat 10 tanpa konotasi negatif, 「Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju」 (ITB), bacalah dalam konotasi cinta kasih yang murni dan jujur sesuai konteks 《Kitab Kidung Agung》, kesetiaan kuat yang hanya tertuju pada satu tokoh wanita saja, 「ia dan aku saja」, 「Aku milik kekasihku, ia menginginkan aku」 (BIMK). Bagaimana memahami 《Kitab Kidung Agung》 tergantung apakah kita percaya bahwa Firman Allah itu kudus dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.) (Tambahan penerjemah)

Renungkan:
Melalui cinta kasih tokoh pria dan tokoh wanita, penulis 《Kitab Kidung Agung》 telah membangun kembali teladan keintiman yang positif atas 「keinginan gairah cinta kasih」. Membaca sampai di sini, berharga untuk kita renungkan: dalam hubungan saya dengan pasangan saya, apakah masih penggunaan 「keinginan」 תְּשׁוּקָה tshuwqah bersifat 「negatif」 seperti dalam 2 ayat di 《Kitab Kejadian》? Atau, dapat kita nyatakan dalam hubungan dalam sifat 「indah dan baik」? Mengapa?


Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.