「Orang yang benar-benar memiliki hati seorang ayah harus dengan sungguh-sungguh menjalankan Amanat Agung: bertahan memberikan didikan disiplin sampai akhir!」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 4:14-15 [ITB])
14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Di 1 Kor. 4:8-13, Paulus menggunakan metafora yang keras dan bahasa yang menyindir bukan untuk melampiaskan kemarahan, tetapi dengan membagikan pengalaman sulit yang dia alami, bertekad mengingatkan orang-orang percaya di Korintus, berharap bahwa anak-anaknya yang terkasih tahu sudah tersesat dan tahu untuk berbalik, melepas diri dari mengejar kesia-siaan duniawi! Dia ingin agar mereka kembali 「mengasihi Kristus dan jalan sempit Dia disalibkan」! Setelah menulis paragraf panjang yang berisi 「pengingat yang keras」 ini, Paulus yang mengasihi domba yang hilang, sekali lagi membuka hatinya! Oleh karena itu, dalam paragraf pendek ayat 14-15 ini, Paulus terlebih dahulu mengingatkan mereka: 「Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu」!
Paulus mengatakan 「anak-anakku yang kukasihi」 untuk menggambarkan hubungannya dengan orang-orang percaya di Korintus! Dari tingkat tertentu, Apolos dan Kefas dapat menjadi guru atau pengajar gereja Korintus, tetapi tugas sebagai gembala yang melalui Injil Kristus 「melahirkan」 gereja Korintus dan 「bapa rohani」 orang percaya jemaat Korintus, itu adalah tanggung jawabnya yang tidak bisa ia singkirkan dan diserahkan kepada orang lain. Sebagai bapa rohani mereka, Paulus terikat kewajiban, dan harus memimpin mereka ke jalan yang benar, ke jalan Kristus! Oleh karena itu, Paulus memulai ayat 14 dengan 「bukan untuk memalukan kamu」 dan menggunakan dengan kata kerja 「menegur kamu」 pada kata Yunani terakhir dari ayat ini!
Kata 「menegur / menasihati」 (noutheteo) ini adalah kata kerja yang khusus dipakai oleh Paulus, dalam Perjanjian Baru total muncul 8 kali yakni 1 kali di Kis. 20 ucapan selamat tinggal Paulus kepada para penatua Efesus, dan 7 kali dalam surat-surat Paulus (Kis. 20:31; Rom. 15:14; 1 Kor. 4:14; Kol. 1:28; 3:16; 1 Tes. 5:12, 14; 2 Tes. 3:15). Di Surat Kolose 1:28, Paulus berbicara tentang tekadnya menggembalakan: 「Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami 『nasihati』 dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus,」 ini adalah visi Amanat Agung Paulus. Banyak gereja sangat mementingkan penginjilan, tetapi mereka tidak menyelesaikan paruh kedua dari ajaran Amanat Agung Kristus: 「dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu …」 (Mat. 28:20) ketika kita memimpin orang datang ke pintu gereja, tetapi memanjakan hidup mereka suam-suam kuku, setengah air setengah sup, cinta dunia, cinta kemuliaan sia-sia dari dunia, cinta saling berebut kekuasaan tinggi, tidak haus akan Kristus, tidak cinta orang miskin, tidak menghormati pemberita Injil dan memandang hina saudara-saudari yang rendah. Dengan seperti ini, apakah kita memenuhi Amanat Agung? Bagaimana kita dapat menjawab ketika Kristus bertanya kepada kita, ketika Kristus dengan keras menegur kita karena gagal menjalankan Firman Tuhan dengan baik? Apa yang akan terjadi pada kita? Sebelum pergi di jalan salib, Yesus dengan tegas memperingatkan murid-murid-Nya: 「sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku」 「Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku」 (Mat. 25:40-43) Jika tidak bertekad untuk memimpin orang percaya untuk 「datang sepenuhnya secara totalitas diri kepada Tuhan」 maka Amanat Agung Injil belum dilaksanakan dengan sungguh-sungguh!
Ketika mengucapkan selamat tinggal kepada para penatua di Efesus, Paulus meninggalkan sebuah kalimat terkenal yang menyentuh: 「Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya 『menasihati』 kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata」 (Kis. 20:31) Hati seorang bapa sejati bukan hanya sekadar mengasihi, apalagi memanjakan sewenang-wenang, tetapi bersikeras untuk mendisiplinkan anak domba yang tersesat sesuai dengan kebenaran Alkitab dan hati Tuhan Yesus, dan memastikan 「membimbing mereka untuk sepenuhnya datang di hadapan Tuhan」!
Ketika mempelajari teologi pastoral Paulus, saya pernah menulis bahwa tekad dan teladan penggembalaan Paulus yang berharga yang ditinggalkan adalah didasarkan pada 「menerima sesedikit mungkin, bahkan rugi modal rugi biaya, tetapi melakukan pelayanan Tuhan yang terbaik dan paling melelahkan,」artinya 「untuk kepentingan orang lain tidak memandang nyawa dirinya sebagai yang paling berharga」, 「berkorban diri sendiri sebagai batu loncatan pertumbuhan orang lain.」
Gereja-gereja menghargai kebenaran tentang 「kehidupan mempengaruhi kehidupan」. Paulus bekerja keras dan kesaksian pengalamannya yang penuh cucuran darah dan air mata, menggunakan hikmat, bahkan kata-kata dan metafora yang keras, untuk memberi tahu domba-domba yang hilang bagaimana cara kembali! Sepanjang hidupnya dia mencintai kawanan dombanya, tetapi dia juga sepanjang hidupnya menggunakan kebenaran untuk mendisiplinkan domba. Sikap penggembalaan yang ditinggalkan oleh Paulus terus menyentuh para gembala dan saudara-saudari yang telah melayani dengan antusias! Mereka yang benar-benar memiliki hati seorang bapa harus dengan sungguh-sungguh menjalankan Amanat Agung: bertahanlah dalam memberikan didikan disiplin sampai akhir!
Renungkan:
• Meskipun ada ketegangan antara Paulus sebagai bapa rohani dan domba yang hilang, dia tidak menyerah untuk memimpin mereka kepada Tuhan! Bagaimana dengan Anda? Ketika menghadapi konflik, kesalahpahaman, atau cedera di gereja, apa pilihan Anda? Apakah mundur? Atau mempertahankan memakai kebenaran, cinta, doa dan disiplin memimpin domba yang hilang?
• Sudahkah kita mempraktikkan Amanat Agung? Apakah Anda melihat bahwa adalah tanggung jawab dan tujuan pelayanan kita untuk 「mengarahkan orang secara sepenuhnya kepada Tuhan」?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.