Maukah Anda dipandang seperti sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu?
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 4:11-13 [ITB])
11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, 12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.
Kalau kami dimaki, kami memberkati;
kalau kami dianiaya, kami sabar;
13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah;
kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Jalan melayani Tuhan bisa sangat sulit! Yesus pernah berkata: 「Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku」 (Lukas 9:23) Di gereja, kita sering menyebut tentang salib, terkadang karena perbedaan waktu yang begitu lama sehingga bagi orang modern tidak merasakan secara mendalam bagaimana salib adalah tanda penghinaan dan rasa sakit yang luar biasa di zaman Romawi. Tetapi ketika Paulus menggunakan ungkapan yang lebih sederhana, kita akan sangat tersentuh: cara melayani Tuhan bisa sangat, sangat sulit! Jalan pelayanan sangat sangat berat seperti 「tahanan terpidana mati」, menjadi 「bodoh」, menjadi 「kotoran dunia, kotoran dari segala sesuatu」! Masalah besar bagi gereja Korintus pada waktu itu adalah mereka memeluk 「teologi kemakmuran, teologi keberhasilan dan kemuliaan」! Tetapi Paulus justru meninggikan Kristus yang disalibkan! Paulus tidak takut akan penghinaan orang percaya dan penghinaan dunia. Dia secara jujur berbicara perasaan dia sebagai rasul dan hamba Tuhan, kita telah menjadi 「sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu」, belum berhenti 「sampai pada saat ini」! Jika tidak ada keinginan untuk disalibkan bersama Tuhan, jika tidak memiliki iman Injil, siapa yang rela menderita, mengambil jalan yang bodoh menjadi pemberita Injil?
Sebagai kontras dengan kesombongan dan sifat pamer yang disukai orang-orang gereja Korintus, Paulus menggunakan enam kata kerja berurutan untuk menggambarkan situasi dirinya di dunia sebagai seorang rasul: 「lapar」, 「haus」, 「telanjang」, 「dipukuli」 dan 「hidup mengembara」, 「melakukan pekerjaan tangan yang berat (bekerja keras dengan tanganmu sendiri)」! Enam kata yang penuh kesulitan! Jalan melayani Tuhan bisa jadi miskin, sulit, dan kerja keras! Setelah enam 「kesulitan」, Paulus melanjutkan berbicara tentang tiga 「kesulitan」, walau menghadapi berbagai penderitaan, dia masih bersikeras menggunakan kebaikan, hanya dengan berkat untuk menang atas kejahatan! Dengan 「memberkati」 untuk membalas 「caci maki」, 「aniaya」 ia balas dengan 「kesabaran」, 「fitnah」 dengan 「jawaban ramah」! Bersikeras menggunakan 「kebaikan」 untuk mengatasi 「kejahatan」! Sulit! Terakhir, Paulus menyimpulkan 「kesulitan」 pemberita Injil dengan deskripsi 「menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu」! Sebelas 「kesulitan」 adalah kesaksian yang ditinggalkan Paulus kepada gereja Korintus dan dunia! Dari sudut pandang manusia, siapa yang dapat menanggung sebelas 「kesulitan」 ini? Tetapi dengan mengandalkan kuasa Allah, kasih Kristus, dan kuasa Roh Kudus, pemberita Injil yang dapat menanggung sebelas 「kesulitan」 ini adalah seperti yang dijelaskan dalam Surat Ibrani, 「dunia ini tidak layak bagi mereka」 (Ibrani 11:38), dunia memandang kita adalah orang yang tidak pantas diterima dunia.
Pengalaman Paulus dan perasaannya yang terbuka, meskipun terasa menyakitkan, tetapi juga sangat menghibur kita. Di satu sisi, ketika kita mengalami kemunduran dalam pelayanan, mengalami ketidakadilan dan penghinaan, kita bisa merasakan apa yang dialami dan dirasakan rasul, dan kita bisa mendapatkan resonansi yang sama dengan Tuhan Yesus Kristus dan rasul Paulus, dalam penderitaan, kita dapat merasakan kasih karunia Roh Kudus, kita dapat merasakan pengalaman Petrus dan rasul-rasul lainnya: 「dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus」 (Kis. 5:41) Di sisi lain, Tuhan memimpin dan memelihara Paulus sampai pada akhirnya, juga akan memberkati dan menjaga kita sampai akhir! 「Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna」 (2 Kor. 12:9). Jika hari ini kita juga menghadapi sebelas 「kesulitan」 seperti Paulus, janganlah kita takut! Jangan putus asa! Jangan disibukkan oleh keluhan dan kebencian! Tetaplah menjadi hamba yang disenangi Tuhan, menghidupi pikiran Tuhan Yesus, dan mengikuti teladan rasul Paulus, dengan mengatakan: 「terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku,」 dianggap sebagai 「menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu」! Apakah Anda bersedia?
Renungkan:
• Bagaimana perasaan Anda ketika melihat sebelas 「kesulitan」 yang dialami Paulus? Pernahkah Anda merasa sedikit 「sulit」? Apakah itu layak untuk menyerahkan semua bagi Tuhan?
• Apakah Anda bersedia dianggap sebagai 「menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu」? Apakah Anda bersedia menjadi 「orang yang tidak pantas diterima dunia」?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.