「Mata TUHAN」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 15:1-10 [ITB])
1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
………tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.
2 Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan,
………tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.
3 Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.
4 Lidah lembut adalah pohon kehidupan,
………tetapi lidah curang melukai hati.
5 Orang bodoh menolak didikan ayahnya,
………tetapi siapa mengindahkan teguran adalah bijak.
6 Di rumah orang benar ada banyak harta benda,
………tetapi penghasilan orang fasik membawa kerusakan.
7 Bibir orang bijak menaburkan pengetahuan,
………tetapi hati orang bebal tidak jujur.
8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
9 Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.
10 Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar,
………dan siapa benci kepada teguran akan mati.
Pembaca mungkin menemukan bahwa nama 「TUHAN」 muncul berkali-kali dalam perikop hari ini. Dalam kumpulan bagian kedua ini, mulai dari 10:1 sampai 22:16, ada 375 kalimat bijak, di antaranya terdapat 55 yang merupakan 「 kalimat bijak TUHAN」. Dalam Amsal pasal 15 dan 16, nama 「TUHAN (Yahweh)」 muncul paling banyak, dengan total 18 kalimat, sepertiga dari total 55. Oleh karena itu, beberapa peneliti mengatakan bahwa bagian tengah dari 《Kitab Amsal》, yaitu pasal 15 dan 16, adalah inti teologis dari keseluruhan 《Kitab Amsal》. Orang bijak selain menunjukkan hal-hal yang dibenci dan disukai Allah TUHAN, ia juga berbicara tentang sifat Allah.
「Tutur kata」 adalah tema penting dan berulang muncul dalam 《Kitab Amsal》. 15:1-2 menunjukkan bahwa kedua ayat ini terhubung secara tematis: 「Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.」 「Lidah」 dan 「mulut」 adalah alat untuk berbicara, sedangkan 「jawaban」 dan 「perkataan」 adalah sikap dan interaksi dalam berbicara. Mengenai hal komunikasi, orang bijak menunjukkan bahwa kata-kata yang diucapkan dengan lidah akan membawa efek positif atau negatif, atau bahkan konsekuensi yang serius. Emosi pendengar ditenangkan atau menjadi panas, tergantung dengan isi 「jawaban」 atau 「perkataan」 dari pembicara. Dilihat dari struktur ayat 1-4, perkataan manusia bisa menghancurkan hati orang, dan bisa juga membuat orang terberkati mendapatkan 「pohon kehidupan」. Dua hasil yang sama sekali berbeda ini karena 「mata TUHAN ada di segala tempat」 (ayat 3). Beberapa peneliti Alkitab menunjukkan bahwa di sini menyatakan kemahahadiran dan kemahatahuan Allah. Kata-kata dalam mulut setiap pribadi diperiksa oleh Allah. Ketika Harun dan Miryam secara terbuka mengatai Musa, 「kedengaranlah hal itu kepada TUHAN」 (Bilangan 12:2), Allah campur tangan dan berkata kepada mereka, 「Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?」 (Bilangan 12:8)
《Kitab Amsal》 15:8-9 berhubungan dengan tema tentang yang diperkenan dan yang dibenci TUHAN, 「Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya. Jalan orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi siapa mengejar kebenaran, dikasihi-Nya.」Struktur kedua kalimat ini sangat jelas. Persembahan korban dan jalan orang fasik adalah「kekejian bagi TUHAN」, sedangkan doa serta kehidupan yang adil benar dari orang jujur adalah dikenan-Nya, disukai-Nya. Dalam dua ayat ini terdapat kegiatan dalam ibadah, persembahan korban dan doa. Apakah Allah menerima atau tidak menerima persembahan korban dan doa tergantung pada kehidupan orang itu. Allah melihat 「hati」 manusia (ayat 7 dan 11), bukan penampilan luar religius. Ketika hati dan perilaku hidup orang tidak benar atau menyimpang, Allah melihatnya sebagai kejahatan. Oleh karena itu, ini bukan masalah korban yang dipersembahkan, tetapi orang yang mempersembahkan korban itu sendiri, ketika mereka mengikuti kegiatan keagamaan, mereka munafik (Yesaya 1:5-17). Orang-orang yang hanya penampilan saja ini tidak tahu bahwa TUHAN sangat membenci untuk bersekutu dengan mereka. Mata Allah tertuju pada kelurusan ketulusan hati orang, dan karakter yang benar dan adil dari para penyembah adalah apa yang Allah hargai.
Renungkan:
(1) Jika Roh Kudus menerangi hati Anda dan menunjukkan bahwa Anda pernah membuat kesalahan dalam perkataan Anda, mohon ampun kepada Tuhan dan mari merenungkan bagaimana menjaga lidah kita;
(2) Mari introspeksi ibadah terakhir kita, apakah menyembah Tuhan 「dalam roh dan kebenaran」? (Yoh. 4:23)
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.