「Saleh」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 14:24-35 [ITB])
24 Mahkota orang bijak adalah kepintarannya;
………tajuk orang bebal adalah kebodohannya.
25 Saksi yang setia menyelamatkan hidup,
………tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan adalah pengkhianat.
26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar,
………bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.
27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan
………sehingga orang terhindar dari jerat maut.
28 Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja,
………tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah.
29 Orang yang sabar besar pengertiannya,
………tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.
30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh,
………tetapi iri hati membusukkan tulang.
31 Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya,
………tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.
32 Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya,
………tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya.
33 Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian,
………tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal.
34 Kebenaran meninggikan derajat bangsa,
………tetapi dosa adalah noda bangsa.
35 Raja berkenan kepada hamba yang berakal budi,
………tetapi kemarahannya menimpa orang yang membuat malu.
Dalam 《Kitab Amsal》, pasal 15 dan 16 merupakan bagian di mana nama Allah muncul paling terkonsentrasi, dan dalam perikop hari ini, nama TUHAN muncul berturut-turut dalam dua ayat 26-27. Orang bijak menunjukkan berkat yang didapatkan orang yang takut hormat akan Allah: 「26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 27 Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.」 Ada empat unsur dalam dua ayat ini, yaitu 「ketenteraman (sandaran kepercayaan)」, 「perlindungan」, 「sumber kehidupan」, dan 「terhindar dari jerat maut」. Unsur yang pertama adalah 「ketenteraman (bersandar / percaya)」 (שָׁעַן sha`an, כֶּסֶל kecel, מִבְטָח mibtach, בָּטחַ batach) kata ini muncul lima belas kali dalam 《Kitab Amsal》, menunjukkan sumber ketenteraman dan dapat dipercaya. Unsur yang kedua adalah 「perlindungan」, yaitu seperti kubu pertahanan atau tempat berteduh, yang menyediakan tempat tinggal. Kata 「ketenteraman (bersandar)」 dan 「perlindungan」 adalah dua kata paralel yang setara dalam ayat 26, tetapi 「TUHAN」 bagian paruh depan bukan setara dengan 「anak-anak-Nya」 di bagian paruh kedua. Para peneliti percaya bahwa 「ada perlindungan bagi anak-anak-Nya」 (ayat 26b) mengacu pada orang tua yang mengajar anak-anaknya untuk hormat takut akan Allah seperti mereka, sehingga mereka juga memiliki perlindungan. Unsur yang ketiga adalah 「sumber kehidupan」, seperti dalam lingkungan dan cuaca di gurun Palestina, menemukan oasis atau sumber air dapat menopang kehidupan. Unsur yang keempat adalah 「terhindar dari jerat maut」, ini bukan berarti tidak jatuh ke dalam jerat atau melarikan diri dari jerat itu, tetapi untuk menghindari jerat itu. Seseorang yang hormat takut akan Allah adalah orang yang saleh, dan hormat takut akan Yang Mahakudus. Ini seperti ketika Yusuf menghadapi godaan dari majikannya, dia tidak berani melakukan dosa terhadap Allah, itu hal yang sangat serius (Kejadian 39:9). Jika seorang percaya hormat takut akan kuasa kekuatan Allah, dia tidak akan hormat takut pada hal-hal lain.
Sebelumnya terkait Amsal 14:1-11 kita sudah merenungkan emosi perasaan manusia: 「kepedihan hati」 (ayat 10). Perikop hari ini menggambarkan emosi yang tidak terkendali menyebabkan kehancuran yang sangat besar, misal ayat 17 「Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh」, mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Orang bijak di ayat 29 dan 30 melanjutkan pemahaman pengaruh dari emosi. Kemarahan buruk bagi tubuh, menyebabkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung; itu buruk bagi hubungan antar manusia dan menghancurkan hubungan antar pribadi; merusak kehidupan rohani, 「sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah」 (Yakobus 1:20). Orang yang tidak mudah marah memiliki kesabaran (patient, NIV) dan pengendalian diri. 《Kitab Amsal》 banyak menyebutkan tentang pengendalian diri atas emosi (12:16; 15:18; 16:32; 17:27; 19:11). Kemarin kita berbicara tentang penyakit psikosomatik, ayat 30 memberikan obatnya 「hati yang tenang menyegarkan tubuh」.
Renungkan:
(1) Memohon Roh Kudus untuk menunjukkan kepada saya pentingnya hormat takut akan Allah, dan belajar bagaimana hormat takut akan Allah;
(2) Alkitab berulang kali menyebutkan bahwa 「tidak mudah marah」 adalah sifat Allah. Marilah merefleksikan kondisi spiritual diri kita dalam hal ini.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.