Amsal 12:16-28

Waspada berhati-hati
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 12:16-28 [ITB])
16 Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga,
………tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.
17 Siapa mengatakan kebenaran, menyatakan apa yang adil,
………tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya.
18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang,
………tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
19 Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya,
………tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.
20 Tipu daya ada di dalam hati orang yang merencanakan kejahatan,
………tetapi orang yang menasihatkan kesejahteraan mendapat sukacita.
21 Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun,
………tetapi orang fasik akan senantiasa celaka.
22 Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN,
………tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.
23 Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya,
………tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan.
24 Tangan orang rajin memegang kekuasaan,
………tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa.
25 Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,
………tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.
26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya,
………tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.
27 Orang malas tidak akan menangkap buruannya,
………tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.
28 Di jalan kebenaran terdapat hidup,
………tetapi jalan kemurtadan menuju maut.

Titik pusat 13 ayat Amsal 12:16-28, ada di ayat 22 yakni apa yang merupakan kekejian bagi TUHAN (Yahweh) dan perkenan sukacita bagi TUHAN, karena Allah memeriksa hati dan pikiran orang. Tema penting dalam paragraf ini adalah waspada berhati-hati. Orang bijak mengimbau pembaca untuk waspada berhati-hati dalam tiga aspek, yaitu berhati-hati dalam ucapan, waspada atas hati pemikiran, dan berhati-hati dalam bertindak. Aspek pertama adalah tutur kata yang berhati-hati, ajaran dalam ayat 16-19 berhubungan dengan tutur kata. Ucapan mencerminkan kepribadian manusia, ada orang yang langsung bicara tanpa peduli; ada orang yang menyembunyikan perkataan; ada orang yang sebelum berbicara dipikirkan dan disaring terlebih dahulu. Ada orang yang lancang mulutnya berbicara tanpa peduli waspada berhati-hati (ayat 18) menyakiti orang lain seperti seperti menikam dengan pedang; sementara orang bodoh mengucapkan kata-kata yang tidak pantas dan emosional karena kurangnya kesabaran dan ketidakdewasaan; lebih banyak orang yang penuh dengan kebohongan dan mengatakan kata-kata yang salah dan digunakan untuk menipu orang. Rehabeam, putra Salomo, tidak tahu bagaimana menjawab dengan kata-kata yang baik kepada orang-orang (1 Raja-raja 12:7), yang menyebabkan perpecahan di dalam negeri. Tetapi orang yang bijaksana dan berpengertian, tahu untuk waspada berhati-hati dalam berbicara, menahan lidah, dan mengucapkan kata-kata yang tepat pada waktu dan kesempatan yang tepat. Kita harus berbicara dengan hati-hati!

Dalam ayat 20-23, orang bijak mengingatkan pembaca untuk berpikir dengan hati-hati. Mulut orang fasik menyatakan tipu daya (ayat 17), dan mereka memiliki tipu daya di dalam hati mereka (ayat 20) untuk merencanakan kejahatan. Terjemahan bahasa Inggris NIV mengatakan: Deceit is in the hearts of those who plot evil, artinya ada tipu daya ada di hati mereka yang merencanakan kejahatan Dengan kata lain, orang jahat memiliki tipu daya di dalam hati mereka, dan mereka yang merencanakan tipu daya adalah orang jahat. Ini secara tepat mencerminkan situasi orang-orang di zaman Nuh, yang segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, hati mereka terus-menerus memikirkan hal yang jahat sepanjang hari (Kej. 6:5). Tak heran jika ada orang yang mengatakan bahwa rencana yang Anda buat juga turut membentuk Anda (The plan you shape, shape you). Kita harus berpikir dengan hati-hati!

orang bijak meminta pembacanya untuk berhati-hati aspek ketiga. Ayat 24-27 menyebutkan orang-orang yang rajin dan malas, serta orang benar dan orang fasik, titik beratnya adalah tentang pekerjaan di tangan mereka. Hubungan antara ayat-ayat ini unik. Ayat 24 (… orang rajin … orang malas …) dan 27 (… orang malas … orang rajin …) memiliki struktur yang berpotongan, masing-masing menggambarkan orang yang rajin dan malas. Ayat 25 menuliskan tentang kata-kata dan perasaan emosi. Para peneliti memiliki pandangan yang berbeda atas terjemahan ayat 26, CUV Mandarin orang benar memimpin tetangganya; terjemahan KJV atau ITL memahaminya sebagai The righteous is more excellent than his neighbour orang benar lebih bajik dari tetangganya; NIV atau IMB sebagai A righteous man is cautious in friendship orang benar memilih teman dengan hati-hati. Ketiga terjemahan ini menerjemahkan kata bahasa Ibrani yang sama menjadi tetangganya, atau teman. Namun, ketiga terjemahan tersebut memiliki satu kesamaan, semuanya memiliki ekspresi tindakan yang sama: memimpin, atau memilih dengan hati-hati. Para peneliti menunjukkan bahwa orang benar harus terlebih dahulu menyelidiki keadaan masalah dengan cermat dan membuat penilaian moral, kemudian barulah mengambil tindakan. Kita harus hati-hati dalam bertindak!

Orang bijak mengakhiri dengan kalimat sinonim yang memiliki perpanjangan makna: di jalan kebenaran terdapat hidup, tetapi jalan kemurtadan menuju maut (ayat 28). Mulut, hati pikiran dan tangan orang benar menyenangkan TUHAN Yahweh, berkenan kepada-Nya, itu adalah mulut yang berkata-kata dengan hati-hati, hati yang berpikir dengan waspada dan tangan yang bertindak dengan hati-hati. Alkitab menunjukkan bahwa orang-orang yang berjalan di jalan yang benar, adalah jalan menuju hidup, di sana tidak ada kematian.

Renungkan:
(1) Coba tinjau apakah ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam perkataan, pikiran, dan tindakan Anda?
(2) Cobalah untuk merenungkan apakah Anda sedang menapak di jalan kebenaran, dan mohon supaya Tuhan menerangi.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.