Kejadian 1:1

「Pada mulanya」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 1:1 [ITB])
1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi

Shalom saudara dan saudari! Saya sangat senang dapat merenungkan Kejadian pasal 1-11 bersama Anda dalam satu bulan ini! Alkitab adalah firman Tuhan, dan Kejadian adalah pembuka dan batu fondasi dari seluruh Alkitab, isinya sangat kaya dan penting, termasuk penciptaan Allah, pemberontakan dan kejatuhan manusia, kasih Allah yang tidak pernah meninggalkan, tidak mencampakkan, dan rencana keselamatan-Nya.

Dalam tradisi orang Ibrani, kitab Kejadian adalah kitab pertama dari lima kitab yang secara kolektif disebut Taurat Torah yang juga dikenal sebagai Pentateuch, juga merupakan pengantar dan dasar dari Perjanjian Lama dan seluruh Alkitab. Dalam bahasa Ibrani, nama ini diambil dari kata pertama dalam kitab ini, bereshit, yang berarti pada mulanya. Sedangkan untuk Alkitab bahasa Inggris, nama Genesis berasal dari terjemahan bahasa Yunani, yang berarti asal.

Gereja Kristen secara tradisional mengikuti tradisi Ibrani dan menyebut lima kitab Taurat sebagai lima kitab Musa (Pentateuch of Moses) karena diyakini bahwa kelima kitab ini berasal dari Musa. Kitab Kejadian menggambarkan asal mula alam semesta, bumi, makhluk hidup, dan manusia. Kitab ini juga menjelaskan asal mula Israel dan bagaimana Tuhan memilih bangsa Ibrani agar menjadi komunitas di mana Allah memberkati semua bangsa-bangsa.

Kejadian pasal 1 – 11 adalah catatan tentang asal mula alam semesta dan nenek moyang umat manusia, sehingga disebut juga sejarah primordial karena merupakan catatan tentang seluruh umat manusia. Dari Kejadian pasal dua belas hingga seluruh Perjanjian Lama, adalah catatan sejarah tentang Abraham dan bangsa Israel.

Kejadian adalah kitab yang tak lekang waktu karena menceritakan empat sumber asal: asal dunia, asal dosa, awal keselamatan, dan asal orang Yahudi. Orang sering tertarik pada akar diri sendiri, karena ini menyangkut siapa kita? Apakah keberadaan kita memiliki tujuan? Apakah keberadaan kita hanya sekadar dalam kehidupan ini? Kejadian tidak hanya memungkinkan kita untuk belajar lebih banyak tentang asal mula manusia dan masyarakat manusia, tetapi juga memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dasar yang sering mengganggu kita.

Kejadian juga telah menimbulkan banyak kontroversi dalam masyarakat modern. Sejak permulaan Renaisans Barat, budaya Barat lambat laun dipengaruhi oleh sekularisme dan eksistensialisme, terutama dalam ateisme dan humanisme. Dalam masyarakat yang populer, skeptisisme diterima secara luas, dan orang akan mengajukan banyak pertanyaan ilmiah, sejarah dan arkeologi, seperti: Apakah penulis kitab Kejadian benar-benar Musa? Kapan tanggal penulisan? Mana yang lebih bisa dipercaya antara teori evolusi dan teori penciptaan, antara arkeologi dan sejarah yang dicatat dalam kitab Kejadian mana yang lebih akurat? Ini adalah topik diskusi hangat.

Pertanyaan-pertanyaan ini berharga secara akademis dan intelektual, tetapi tidak banyak membantu dalam spiritualitas dan pembangunan kehidupan rohani orang-orang percaya. Ini seperti kita makan ikan, jangan hanya memilah tulang, tetapi makan dagingnya dulu, itu berarti memahami dahulu apa yang Tuhan inginkan katakan. Tidak masalah jika tulang-tulang itu dan hal-hal yang sulit dipahami untuk sementara ditangani perlahan-lahan nanti. Kita perlu memahami bahwa Alkitab adalah firman Allah, dan pada saat yang sama Allah menghendaki Alkitab suci ditulis oleh manusia dan menjadi Kitab. Ini adalah prinsip inkarnasi, karena Allah telah memilih manusia untuk mengungkapkan (menyingkapkan) kebenaran, maka zaman sang penulis, karakteristik budaya, latar belakang sosial, bahasa dan teknik penulisan sastra dari penulis Alkitab telah menjadi bagian dari kendaraan kebenaran, ditambah zaman penulisan Alkitab berbeda sedemikian lama dari kita dan teks bahasanya kuno, tidak dapat dipungkiri akan ada tantangan dan perbedaan pendapat dalam penerjemahan dan tafsir pemahaman. Alkitab berbahasa Mandarin yang kami miliki saat ini telah diterjemahkan dan ditinjau oleh ratusan sarjana Alkitab, ditambah lagi terdapat terjemahan dalam berbagai versi dan bahasa, sehingga kami dapat yakin bahwa bahkan orang biasa pun dapat memahami ajaran penting Alkitab.

Alkitab adalah bentuk karya sastra, mencakup berbagai metode penulisan yang berbeda, tujuannya untuk menyampaikan berita dan makna. Ini bukan makalah ilmiah atau buku sejarah kronologis yang didefinisikan oleh akademisi modern. Oleh karena itu, kita tidak boleh meminta Alkitab untuk menjawab pertanyaan yang berbeda dari tujuan awal penulisannya.

Alkitab adalah firman Tuhan dan Kitab Suci iman Kristen, oleh karena itu, tidak sepenuhnya dapat dipahami oleh sembarang sarjana apa saja, terutama sarjana non-Kristen dan orang tanpa iman, sarjana yang demikian mungkin telah berkontribusi dalam bahasa dan sastra, tetapi orang yang demikian memiliki kekurangan besar dalam iman Kristen. Jika kita membuang iman kita dan mempelajari Alkitab, kita hanya akan mendapatkan perkataan manusia dan apa yang disebut pengetahuan akademis, tetapi pada saat yang sama kita akan kehilangan fungsi dan berkat dari Alkitab sebagai firman Tuhan.

Pengertian lain yang sangat penting dari pemahaman pembacaan Alkitab adalah bahwa seluruh Alkitab, mencakup 66 kitab Perjanjian Lama dan Baru, diinspirasikan oleh Alllah. Isi dari Alkitab adalah kesatuan dari Alkitab, sehingga kitab-kitab di dalam Alkitab dapat dibandingkan, saling melengkapi, dan saling menjelaskan, proses ini biasanya disebut Alkitab menafsiran Alkitab, ini penting untuk memahami dan menggali kebenaran Alkitab.

Dua kitab yang paling sering diserang dan dikritik dalam Alkitab adalah kitab Kejadian dan kitab Wahyu, yang merupakan awal dan akhir dari Alkitab. Kitab Kejadian memungkinkan kita untuk memahami asal mula alam semesta dan umat manusia, sedangkan kitab Wahyu membantu kita mengetahui akhir dari sejarah, apa yang akan terjadi. Menolak kredibilitas kedua kitab ini berarti manusia tidak perlu mengetahui masa lalu dan masa depannya, serta menyangkal jati diri manusia yang berbeda dari makhluk lain, sehingga kita hanya bisa hidup dalam lingkup dunia ini, tanpa masa lalu, tidak ada masa depan, hanya dunia sekarang ini dan hari ini! Tetapi ketika kita benar-benar berpikir bahwa kita tidak memiliki masa lalu dan tidak ada masa depan, kita tampaknya memiliki kebebasan dan otonomi, tetapi pada saat yang sama kita kehilangan martabat intrinsik dan makna keberadaan manusia, karena ini adalah rancangan dan anugerah Allah dalam penciptaan.

Manusia ingin mengusir Allah, Tuhan pencipta, dan Hakim ultimat tertinggi, mengusir-Nya keluar dari ruang lingkup kehidupannya sendiri dan masyarakat manusia, tujuannya adalah agar dirinya menjadi raja dan semaunya melakukan segala yang dipandang buruk oleh Allah. Sangat disayangkan bahwa orang menyangkal Allah Pencipta bukan saja tidak dapat memberikan manusia identitas dan status yang lebih mulia, tetapi malahan membuat orang kehilangan harga diri dan misinya, maka menjadi makhluk hidup yang sama seperti burung dan binatang, tidak tahu mengapa kita ada, mengapa kita hidup, dan siapa kita, tidak tahu dari mana dirinya berasal atau ke mana akan pergi.

Manusia memiliki pertanyaan yang lebih mendasar: Apakah ada hal lain selain dunia material? Apakah yang kita lihat adalah segalanya? Apakah Tuhan benar-benar ada? Jika demikian, seperti apa Dia? Apa hubungan Dia dengan kita? Banyak orang hari ini telah dibutakan oleh dewa-dewa dunia sekarang ini, hanya melihat hal-hal yang sekarang dan materi, tetapi tidak dapat melihat realitas spiritual dan kekal, … sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah(2 Kor. 4:4).

Kalimat pertama di awal Alkitab menyatakan Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1), Allah adalah subjek pertama yang disebutkan! Dia adalah satu-satunya Allah sejati yang memiliki keberadaan yang kekal dan tidak memiliki asal! Alkitab secara sederhana dan langsung memberi tahu kita bahwa ada Allah pada awalnya! Dia adalah satu-satunya Allah sejati yang ada dari diri-Nya sendiri, yang ada selamanya, dan Dialah tokoh utama dari segalanya. Dia adalah Allah yang melakukan keajaiban oleh diri-Nya sendirian, Dia menciptakan dunia ini secara otonom. Hanya dengan mengenal dan menerima keberadaan Allah Pencipta serta rencana dan misi penebusan-Nya bagi kita, barulah dapat membawa makna dan nilai yang sejati ke dalam kehidupan.

Renungkan:
• Apakah Anda percaya bahwa dunia ini diciptakan oleh Allah?
• Dapatkah hidup, perkataan, dan perbuatan juga menunjukkan bahwa Anda percaya kepada Allah Pencipta?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.