Nahum 1:9-14

「Musuh Tidak Bangkit Lagi」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Nahum 1:9-14 [ITB])
9 Apakah maksudmu menentang TUHAN? Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali! 10 Sebab merekapun akan lenyap seperti duri yang berjalin-jalin, dimakan habis seperti jerami kering. 11 Bukankah dari padamu muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, orang yang memberi nasihat dursila?

12 Beginilah firman TUHAN: Sekalipun mereka utuh dan begitu banyak jumlahnya, tetapi mereka akan hilang terbabat dan mati binasa; sekalipun Aku telah merendahkan engkau, tetapi Aku tidak akan merendahkan engkau lagi. 13 Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat engkau.

14 Terhadap engkau, inilah perintah TUHAN: Tidak akan ada lagi keturunan dengan namamu. Dari rumah allahmu Aku akan melenyapkan patung pahatan dan patung tuangan; kuburmu akan Kusediakan, sebab engkau hina.

Dalam perikop ini, nabi Nahum dengan cepat mengalihkan pihak tertuju dari pemberitaannya, namun ia tidak secara jelas menunjukkan siapa pihak yang menjadi objek pengumuman itu. Karena itu, kita hanya dapat memutuskan berdasarkan perkiraan, dan melihat apakah pihak itu baik atau buruk sesuai dengan isi tulisan Kitab Suci. Terjemahan mandarin CUV-R secara ketat mengikuti cara ekspresi teks bahasa asli untuk menghindari penerjemahan yang mengandung perkiraan kepada siapa objek tertuju dari pengumuman ini (juga ITB Apakah maksudmu menentang TUHAN? …) . Namun, CUV melampirkan penjelasan ini pada terjemahannya (Apakah yang sedang kaupikirkan untuk melawan TUHAN, hai Niniwe? …), menandai ayat 9-12a sebagai pernyataan kepada Niniwe, ayat 12b dan 13 adalah pesan menghibur tertuju kepada Yehuda, dan ayat 14 beralih kembali sebagai pengumuman penghakiman tertuju kepada Niniwe. Meskipun penjelasan ini tidak tertulis secara langsung dalam teks bahasa aslinya, namun merupakan perkiraan yang cukup akurat berdasarkan makna seluruh konten dan layak menjadi referensi.

Ada sarjana peneliti Alkitab yang berpendapat bahwa karena tidak tertulis secara jelas adanya perubahan dalam objek pihak sehingga mereka menafsirkan bahwa seluruh paragraf sebagai pernyataan kepada Niniwe, dan melihat kalimat terakhir dari ayat 12 sebagai ringkasan dari penghakiman tersebut. Serta menunjukkan bahwa ini adalah penghukuman yang bersifat satu kali yang membuat Niniwe tidak bisa bangkit lagi, jadi di ayat 9 … Ia akan menghabisi sama sekali; kesengsaraan tidak akan timbul dua kali … , bahwa musuh tidak akan bangkit lagi dipakai sebagai konsep untuk memahami kesengsaraan tidak akan timbul dua kali, berarti satu pukulan hukuman telah menyelesaikan tujuannya, dan tidak perlu menderita sengsara untuk kedua kalinya (bandingkan pemahaman dalam terjemahan FAYH Apakah yang sedang kaupikirkan untuk melawan TUHAN, hai Niniwe? Ia akan mencegah kamu hanya dengan satu pukulan saja; Ia tidak perlu memukulmu dua kali). Tetapi frasa kesengsaraan tidak akan timbul dua kali lebih merupakan pesan yang menghibur, sehingga lebih tepat ditujukan kepada Yehuda seperti pemahaman dalam terjemahan CUV.

(Tambahan dari penerjemah renungan: terjemahan harfiah bentuknya lebih mirip ekspresi bahasa asli namun lebih sulit dipahami, sedangkan terjemahan fungsional lebih mudah dipahami namun tidak selalu bisa sepenuhnya mencakup makna yang terkandung dan membawa tafsiran tim penerjemah. Masing-masing memberikan referensi dan memperkaya pemahaman kita.)

Dalam pengumuman menentang Niniwe, nabi Nahum menunjukkan bahwa rancangan yang ingin menyerang TUHAN (Yahweh) akan dikalahkan. Ada dua kemungkinan untuk situasi yang dijelaskan dalam ayat 9 dan 11: pertama adalah pada masa pemerintahan Hizkia, ketika raja Sanherib dari Asyur melancarkan serangan terhadap Yehuda pada tahun 701 SM. Meskipun ia memiliki strategi serta kekuatan yang baik dan cukup, tetapi di mata TUHAN, mereka pasti akan kalah. Jika ini adalah pemahaman yang benar, kita dapat melihat dari 2 Raj. 19:35 bahwa TUHAN secara ajaib dalam sekejap memusnahkan pasukan Asyur dalam semalam. Pada waktu itu, malaikat TUHAN keluar dan membunuh 185.000 orang di kamp Asyur. Ada orang bangun pagi-pagi dan melihat dalam satu pandangan bahwa semuanya mati. Karena kekalahan ini, invasi Sanherib yang menghancurkan 46 kota di Yehuda, tidak hanya pulang dengan tangan hampa, tetapi bahkan menderita banyak kerugian, menyebabkan kekuatan Asyur yang berada dalam masa kejayaannya sejak itu memasuki proses kehancuran.

Kemungkinan lain adalah secara lebih samar menunjukkan pada periode ketika Asyur menguasai wilayah Timur Dekat Kuno, yakni dari akhir abad 8 SM hingga akhir abad 7 SM. Selama periode ini, meskipun Yehuda adalah negara merdeka, tetapi ia berada di bawah kendali Asyur, dan pada masa pemerintahan Yosia barulah ia dapat melepaskan diri dari kendali Asyur.

Dalam ayat 12b dan 13 memperlihatkan bahwa pesan ini adalah bagi Yehuda. TUHAN (Yahweh) akan mematahkan kuk yang dikenakan Niniwe pada mereka, membuka tali yang mengikat mereka, dan membuat mereka bebas kembali. Manapun yang dimaksudkan nabi Nahum apakah merujuk pada peristiwa di tahun-tahun Hizkia atau pengalaman Yosia, namun kita bisa melihat keselamatan TUHAN (Yahweh) kepada umat-Nya.

Renungkan:
Apa pun situasi yang kita hadapi, kita harus percaya bahwa Tuhan adalah pemegang kekuasaan tertinggi, mohon Tuhan memberi kita iman dan mendapatkan penghiburan di dalam Dia.


Renungan pemahaman Kitab Nahum

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Zefanya, Yoel, Mikha, Nahum ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Juli 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.