「Peringatan yang Bersifat Anti-Klimaks」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
(Luk. 22:63-71 [ITB])
63 Dan orang-orang yang menahan Yesus, mengolok-olokkan Dia dan memukuli-Nya. 64 Mereka menutupi muka-Nya dan bertanya: 「Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?」 65 Dan banyak lagi hujat yang diucapkan mereka kepada-Nya.
66 Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka, 67 katanya: 「Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.」 Jawab Yesus: 「Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; 68 dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. 69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa.」
70 Kata mereka semua: 「Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?」 Jawab Yesus: 「Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.」
71 Lalu kata mereka: 「Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri.」
Seperti yang dibahas dalam renungan selama 20 hari ini, catatan Injil Lukas tentang penyaliban Yesus membawakan konsep teologis kedatangan raja akhir zaman untuk memahami penderitaan, penyaliban, kebangkitan dan kenaikan Yesus. Tetapi dalam banyak literatur apokaliptik (tentang hari akhir) sastra Yahudi, dengan kerangka pandangan akhir dunianya bahwa 「Anak Manusia」 harus mendapat kemenangan sebagai klimaks puncak dari akhir dunia.
Perikop hari ini dapat terhitung sebagai anti-klimaks. Situasinya seperti penyangkalan Petrus terhadap Tuhan kemarin, ia berpikir bahwa dia bisa menang mendapatkan posisi tinggi di atas segala orang, namun dalam sekejap semua harapan menjadi kosong. Anti-klimaks ini adalah poin penting dalam narasi penderitaan Kristus (passion narrative). Anti-klimaks inilah yang membuat kita memahami makna menumbangkan pemikiran orang dunia atas raja akhir zaman yang memerintah dunia.
Yesus menerima hinaan dan menjadi korban adalah bagian yang tidak dapat diterima oleh para murid dan massa yang mengikuti Yesus. Jelas-jelas Dia memasuki kota, Dia datang mengendarai keledai, disambut sorak-sorai dan dicintai oleh semua orang; setiap hari Dia mengajar orang di Bait Suci, tidak ada yang bisa menjatuhkan Dia. Semua orang berpikir bahwa cepat atau lambat Yesus akan mendeklarasikan diri sebagai raja. Namun, anti-klimaks muncul kembali, ternyata Juruselamat dihina dan diadili.
Sulit membayangkan mengapa seorang Juruselamat akan jatuh ke dalam situasi seperti itu, bagi para pengikut, pukulan ini bisa berakibat fatal, mencampakkan dan meninggalkan Yesus dapat dikatakan bukan apa-apa.
Namun, munculnya anti-klimaks mungkin membuat orang untuk bertanya apakah segala yang Yesus lakukan di masa lalu itu bohong? Apakah itu menyesatkan? Bukankah bunyi gaung pengajaran-Nya masih kuat?
Tetapi bagi para pemimpin agama itu, apa yang mereka pedulikan adalah interes pribadi dan reputasi diri mereka, bagaimana mungkin membiarkan Yesus? Mungkin yang mereka herankan adalah Ia jelas-jelas tampak penuh otoritas, melakukan mukjizat memberi makan 5.000 orang, menyembuhkan penyakit, mengusir setan, mengapa tiba-tiba tampaknya menjadi lemah, membiarkan orang menutupi muka-Nya, untuk menebak siapa yang memukul-Nya? Hinaan dan kekerasan ini benar-benar menjelaskan Juruselamat kita yang terkasih, rela melepaskan yang diharapkan orang dunia, bahkan mengecewakan dan membuat sedih banyak sekali orang-orang yang percaya, tetapi masih menjajak di jalan kesepian ini, menggenapkan jalan kebenaran anugerah keselamatan.
Hal yang paling ironis adalah bahwa selama persidangan, orang-orang bertanya kepada-Nya apakah Dia adalah Kristus, jelas-jelas Dia seharusnya menjawab ya, tetapi jawaban ini hanya akan menarik tuduhan palsu mereka. Ketidakpercayaan mereka ─ ketidakpercayaan ini, seperti imam Zakharia tidak percaya pada kata-kata malaikat. Jelas-jelas tahu bahwa keselamatan akan segera dilaksanakan, tetapi tidak ada orang yang peduli dan memperhatikan, tetapi sebaliknya memaku Dia yang akan menyelamatkan dunia di atas salib.
Renungkan:
Ya, tidak ada yang bisa menghentikan apa yang hendak dilakukan orang jahat. Tetapi setiap anti-klimaks adalah peringatan yang penuh kebaikan hati, agar kita merenungkan ulang apa yang Yesus lakukan di masa lalu. Apakah itu yang tidak sesuai yang saya inginkan? Iman tidak seperti yang diharapan, apakah melepaskan segala yang dialami dalam iman di masa lalu?
Kepada yang hendak meninggalkan iman:
izinkan Tuhan untuk terus mengejutkan kita di depan kita, mungkin membuat kita berteriak dan sulit untuk dapat menerima, tetapi selama kita tambahkan lebih banyak lagi iman, kita dapat melewati ini. Bisakah?
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.