「Hidup dalam iman yang hidup dan diperbaharui」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Luk. 19:1-10 [ITB])
1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: 「 Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.」
6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: 「Ia menumpang di rumah orang berdosa.」
8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: 「Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.」
9 Kata Yesus kepadanya: 「Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang」
Melanjutkan renungan Injil Lukas pasal 13 – 18 bulan Februari 2019, ini adalah bagian terakhir dari seri Injil Lukas. Mohon kepada Tuhan untuk memperdalam pemahaman dan praktik nyata kita akan Firman Tuhan setiap hari dan menjadikan gereja sebagai komunitas yang mempraktikkan Firman Tuhan.
Pada akhir narasi perjalanan Yesus menuju Yerusalem (travel narrative), Lukas mencatat bahwa ketika Yesus melewati Yerikho, ada seorang pemungut pajak (pejabat yang bekerja bagi orang Romawi saat itu) yang demi menanggapi panggilan Yesus, ia memberikan setengah dari hartanya kepada orang miskin (lihat juga catatan sastra Yahudi tentang memberikan setengah dari harta, 1 Makabe 3:34-37, Tobit 10:10), siapa pun yang diperasnya, kembalikan empat kali lipat (lihat Kel. 22:1, 2 Sam. 12:6).
Hal pertama yang harus kita tanyakan adalah apa yang menjadi fokus dari catatan ini? Mungkin kita akan meletakkannya di bagian terakhir dari perikop ini, karena ini adalah kesimpulan yang dibuat Yesus tentang peristiwa ini: 「Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.」 Ya, ini benar, tetapi kita mungkin terpaku padanya sehingga telah melewatkan pembalikan yang ada di belakang pernyataan ini.
Gambaran (imagery) tentang 「Mencari dan menyelamatkan yang terhilang」 berasal dari kitab Yehezkiel pasal 34, yang menyatakan bahwa pada era penawanan tidak ada yang bisa dijadikan teladan yang memimpin orang-orang Yahudi yang tersesat kembali kepada Allah. Karena itu, di masa yang tidak ada satupun teladan ini, Allah secara pribadi oleh diri-Nya sendiri mencari dan menemukan generasi yang terhilang ini. Bagi mereka, penerapan gambaran ini adalah untuk orang Yahudi yang ditawan — orang Yahudi yang telah ditindas selama ratusan tahun. Konsep 「mencari dan menyelamatkan」 hanya cocok diterapkan kepada mereka yang tertindas. Bagaimana itu dapat diterapkan pada kepala pemungut pajak yang membantu bangsa asing mengumpulkan pajak dari sesama orang Yahudi sendiri?
Karena itu, publik sangat terkejut (lihat ayat 7) dan berdebat membicarakan tentang mengapa Yesus pergi ke rumah orang berdosa, makan dan tinggal. Yang bisa diketahui adalah kemauan menjadi tamu di rumah orang adalah sama dengan mengakui identitas orang tersebut, dan bersedia memiliki relasi serta keterkaitan tertentu dengan pihak tersebut. Tindakan Yesus menunjukkan bahwa 「mencari」 dan 「menyelamatkan」 sama sekali berbeda dari apa yang diharapkan publik. Yesus jelas-jelas hendak pergi menyelamatkan mereka yang bukan termasuk golongan pemungut pajak, tetapi di antara kerumunan orang banyak, Ia hanya melihat Zakheus yang memanjat berada di atas pohon ara.
Mengapa Yesus melakukan ini? Tidak tahukah Dia bahwa ini akan menimbulkan pertanyaan curiga dari orang lain?
Dapat diketahui bahwa apa yang dipandang penting oleh Yesus adalah reaksi manusia terhadap keselamatan. Respons Zakheus terhadap keselamatan adalah perubahan 180 derajat atas apa yang ia jadikan sebagai target pengejaran seumur hidup, jelas-jelas orang yang serakah harta, ternyata berpikir memberikan uang kepada orang miskin, dan hati nuraninya berbicara sehingga ia menggantikan empat kali lipat kepada orang yang pernah ia peras. Dalam Lukas 18, Yesus menjelaskan bahwa tuan harta kekayaan sangat sulit untuk mendapatkan keselamatan. Tetapi yang mengenal akan keselamatan — yakni yang berjumpa dengan Yesus — memiliki perubahan arah yang besar. Oleh karena itu, dalam kitab Yehezkiel pasal 34, orang-orang yang hendak diselamatkan oleh Allah secara pribadi adalah umat Allah yang bersedia memiliki kehidupan yang diubah arahnya, tetapi karena jatuhnya para pemimpin agama, mereka tidak mempertahankan arah yang sepatutnya ada, dan tidak memberikan teladan yang seharusnya. Di bawah tradisi warisan masa Perjanjian Lama, dengan demikian orang-orang Yahudi masa Perjanjian Baru juga tidak dapat mempertahankan identitas mereka sendiri serta perubahan arah hidup yang seharusnya merupakan reaksi nyata dan tulus terhadap Injil.
Renungkan:
Ketika kita menjadi pemimpin, kita sering berpikir bahwa kita merupakan teladan, tetapi dalam atmosfer keagamaan, lambat laun seiring waktu, iman kita kehilangan daya hidup (daya gerak) serta daya memperbarui arah hidup. Dengan sikap memandang rendah, kita cenderung memandang bahwa memperdebatkan orang lain adalah tanggung jawab kita, sedangkan kita kurang memiliki kemampuan untuk meratapi kehidupan kita sendiri (melihat ada keburukan dalam kehidupan orang lain, namun tidak mampu melihat hidup sendiri terdapat keburukan). Apakah demikian?
Renungan pemahaman Injil Lukas (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 19-24 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juli 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.