Mazmur 122:3-9

「Memohon Damai Sejahtera Bagi Kota Ini」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur 120-134 ditulis oleh 黃天逸 (Huáng Tiān Yì) yang dipublikasi pada bulan Mei 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maz. 122:1-9 [ITB])
1Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: 「Mari kita pergi ke rumah TUHAN.」
2Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, 4ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel. 5Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: 「Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa. 7Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!」
8Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: 「Semoga kesejahteraan ada di dalammu!」
9Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Mengikuti ayat 1-2 penjelasan 「sukacita」 sang Pemazmur 「berdiri di bagian dalam pintu gerbang」, perjalanan ziarah tidak berakhir di sini, karena setelah mereka mengalami begitu banyak penderitaan yang pahit, bertahan atas tantangan besar dan sulit yang tak terhitung jumlahnya, masih ada urusan yang hendak mereka lakukan. Apakah itu?

Maz. 122:3-5 menggambarkan setelah para peziarah memasuki kota suci, dan apa yang mereka lihat di depan mata adalah 「kota yang bersambung rapat」 (ayat 3). Merujuk kepada KJV, ayat 3 diterjemahkan menjadi: 「Yerusalem dibangun menjadi sebuah kota terajut bergabung erat.」 Terjemahan baru CNV menerjemahkan ayat ini sebagai 「Yerusalem dibangun seolah-olah struktur kota yang terintegrasi.」

Dalam kenyataannya, tidak peduli apakah itu 「tersambung rapi」 atau 「terajut bergabung erat」, bahkan adalah 「berstruktur terintegrasi」, sang Pemazmur hendak menunjukkan bahwa setiap batu di dalam kota itu terajut tanpa lubang celah, bahan dari setiap bagian tepat sesuai tempat peruntukannya, tidak ada batu yang longgar, tidak ada bahan-bahan yang kelebihan tidak berguna. Apakah dinding kota atau menara, mereka dibangun kokoh dan kuat.

Perihal apa yang penting tentang ini? Melalui kekaguman Pemazmur pada Yerusalem, melalui integritas yang ditampilkan Yerusalem dalam arsitekturnya, yang benar-benar hendak Pemazmur katakan kepada kita adalah bahwa semua ciri-ciri istimewa arsitektur ini sama-sama dapat terlihat pada seluruh kesatuan kelompok para peziarah, karena Pemazmur kemudian berkata, 「suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.」
Apa maksudnya ini?

Melalui ayat ini, Pemazmur hendak menunjukkan bahwa dalam seluruh proses ziarah, meskipun ada suku yang berbeda, tetapi mereka seperti satu bangsa, ada hubungan yang harmonis dan indah meskipun para peziarah datang dari daerah dan situasi yang berbeda, mereka memiliki tujuan dan tingkah laku tindakan yang sama; meskipun kekayaan, kecerdasan, latar belakang dan sebagainya dari setiap orang memiliki perbedaan, tetapi di dalam keseluruhan kelompok penyembah dapat 「tersambung rapi」. Ini dengan tepat menyatakan nilai yang paling penting dari kelompok komunitas milik Allah – membuat perbedaan, kesalahpahaman, dan perbedaan menjadi tidak signifikan.

Terjemahan baru CNV menerjemahkan Maz. 122:6-9: 「Engkau sekalian hendaklah memohon damai sejahtera untuk Yerusalem, mohonkanlah: 『Jerusalem! Mungkin semua orang yang mencintai Anda lancar beruntung. Kiranya ada damai sejahtera di bagian dalam dindingmu, kiranya istanamu ada keamanan stabil.』 Demi saudara-saudara saya dan teman-teman saya, saya hendak berkata: 『 Kiranya di antaramu ada damai sejahtera.』 Demi rumah Tuhan, aku akan berdoa memohon untuk berkat-berkatmu.」

Melalui ciri istimewa struktur kota suci, lalu dengan demikian berbicara tentang para peziarah 「tersambung rapi」, kemudian segera setelah itu, para peziarah bukanlah 「istirahat」, tapi menanggapi perintah dan tanggung jawab yang diberikan Pemazmur kepada mereka ─ yakni untuk memohon perdamaian untuk kota! (「Yerusalem」 artinya adalah 「Kota damai」, maksud yang sebenarnya dari Pemazmur: untuk membuat tempat ini benar-benar menjadi 「kota perdamaian」.)

Renungkan: tidak ada kritik, tidak ada pertengkaran, tidak ada kebencian, tidak ada sungut kebencian, tidak ada perbuatan mencelakakan, tidak ada tipu dan kemunafikan, satu hati satu pikiran berdoa untuk perdamaian dan keamanan bagi tempat ini, ini tepatnya perbedaan antara gereja dan dunia (di dalam dan di luar pintu).

Pemazmur di sini sebenarnya hendak mengingatkan kita: yang buruk … kesulitan yang ada di perjalanan jangan dibawa masuk ke 「bagian dalam pintu gerbang」, semua cara tindak jahat yang di luar itu jangan dibawa ke tempat ini, dan praktek-praktek duniawi ini jangan ditambahkan kepada diri setiap rekan-rekan yang berjalan ziarah bersama kami. Kami hendak sehati mencari perdamaian sejahtera, ini adalah salah satu kunci rahasia Gereja yang berkobar-kobar ─ membuat ketidakcocokan penampilan kulit luar, kesalahpahaman, dan perbedaan menjadi hal yang sepele, tidak signifikan.

Apakah kita semua memiliki doa yang seperti ini?