19 Feb 2018 – Senin Minggu Pertama Pra Paskah
Kemenangan Atas Dosa dengan Hukum Allah.
(Mazmur 19:7-14)
7 Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain.”
8 Taurat Tuhan itu sempurna,menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
9 Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.
10 Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya.
11 lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada banyak madu tetesan dari sarang lebah.
12 Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
13 Siapakah yang dapat mengetahui kesesaatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
14 Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku!
Renungan
Di dalam nats Firman, Pemazmur memuji kebaikan Taurat Allah (Maz 19: 7-9). Dia berbicara tentang Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa; teguh, murni, suci, benar, adil.
Beberapa orang Kristen punya pandangan yang negatif terhadap Taurat. Mungkin karena mereka melihatnya tidak sesuai dengan Injil. Akan tetapi, hal itu bukanlah apa yang diajarkan Alkitab. Benar bahwa manusia dibenarkan oleh iman, dan bukan karena melakukan hukum Taurat (Roma 3:28; Galatia 2:16); tetapi juga benar bahwa Taurat itu baik. Paulus sendiri yang mengatakan, “hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” (Roma 7:12). Masalahnya adalah dosa kita, bukan Taurat itu sendiri; tetapi dalam perintah itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan (Roma 7: 7-9). Kristus sendiri yang mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Maka, orang Kristen harus terus belajar dari pengajaran Taurat Allah, yang memerintahkan kita untuk kudus seperti Allah dan dapat membuat kita berhikmat. Kita tidak memenuhinya untuk memperoleh keselamatan kita; tetapi perintah-perintahnya baik dan dapat memberikan kita kebijaksanaan untuk hidup dengan benar. Inilah yang dikatakan pemazmur di ayat 10-11.
Tidak kurang pula, renungan Pemazmur menjadi dramatis di ayat 12-13. Dia tiba-tiba menyadari bahwa, di samping memiliki Taurat, dia masih belum terbebas dari dosa yang tersembunyi. Dia berdoa bahwa Tuhan sendiri yang akan menjauhkannya dari dosa.
Kita orang Kristen harus mengingat hal ini. Di dalam semua penampilan kita dapat kelihatan sangat baik. Tetapi ini adalah dosa tersembunyi di dalam hidup kita yang harus menjadi perhatian kita. Beberapa kebiasaan dosa yang dirahasiakan, kita pikir tidak ada seorangpun yang tahu. Beberapa pikiran kotor dan berdosa yang berada di dalam lubuk hati kita yang terdalam. Kita berpikir mereka tidak akan terlihat.
Meskipun demikian, inilah hal sesungguhnya yang menjadi perhatian Pemazmur. Dia mengetahui hanya Allah yang dapat membebaskan dia dari dominasi dosa di dalam hidupnya, dan dia berdoa untuk itu. Hanya demikianlah dia dapat menutup mazmurnya dengan berkata, “Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya Tuhan, gunung batuku dan penebusku.”
Sahabatku, apakah yang akan engkau katakan kepada Allah hari ini? Apakah ucapan mulutmu (memuji Allah) dan saat teduh di hatimu dapat diterima Allah? Inilah tujuan kita memiliki Jumat Agung. Yesus Kristus datang ke dunia ini agar dosa kita dapat diselesaikan sekali dan untuk semuanya. Mari kita buka hati kita dengan penuh penyerahan diri kepada-Nya, apa adanya diri kita, di dalam keberdosaan kita!
Doa
Tuhan yang benar, kiranya perkataan di mulutku dan renungan di hatiku dapat berkenan kepada-Mu. Tiliklah hatiku, dan tangani dosaku yang tersembunyi yang mungkin mengintai. Penuhilahku dengan kasih dan kebenaran-Mu, dan mampukan aku untuk menanggalkan dosaku, sehingga ku dapat disucikan dan tak bercacat di hadapan-Mu. Amen.
Tindakan
Adakah dosa tersembunyi di dalam hidupmu (yang bahkan orang terdekatmu tidak mengetahuinya) yang engkau harus letakkan di hadapan altar Tuhan hari ini? Bukalah hatimu dan izinkan Tuhan berperkara dengannya! Hadapi dosa-dosa di dalam kehidupanmu dan jangan biarkan Setan untuk menginjakmu.
Rev Dr Leonard Wee
Dosen Perjanjian Baru
Trinity Theological College
Copyright The Bible Society of Singapore
(Diterjemahkan oleh WMC)