2 Tes. 1:7-8b-10

「Tidak Percaya, Menjalani Hukuman Binasa Kekal」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 1:7-10 [ITB])
7dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
9Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.

Di dalam perikop ini, Rasul Paulus menggambarkan dua hal yang terjadi saat Tuhan Yesus datang lagi:

Pertama, para penentang Allah di dunia akan menghadapi penghakiman; kedua, orang percaya dalam Tuhan mendapatkan pengharapan kekal. Terlebih dahulu, penghakiman akan datang. Tuhan kita akan membalas dua macam orang: yang tidak mengenal Allah dan tidak menaati Injil Tuhan Yesus.

Golongan yang pertama adalah orang yang tidak pernah mendengarkan Tuhan Yesus. Tidak sedikit orang percaya sering mendapatkan pertanyaan: 「orang-orang yang tidak pernah mendengar Tuhan akan bagaimana ?」 Jawabannya adalah: 「mereka akan mengalami penderitaan di dalam pembalasan Tuhan.」 Engkau akan bertanya lagi: 「demi sebab apa akan mengalami penderitaan sebagai pembalasan? Jika mereka tidak pernah mendengar Injil, Allah bagaimana dapat dengan adil menghakimi mereka?」 Jawabannya adalah: 「karena mereka telah menolak wahyu Allah yang dinyatakan-Nya di alam; tidak ada seorangpun yang hidup dalam keadaan sepenuhnya tidak mengenal Allah. Allah di saat kapanpun menyatakan diri-Nya melalui manusia dan dunia alam sekeliling.」 Di surat Roma, Paulus dengan jelas menggambarkan: 「Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.」 (Rom. 1:19-20)

Sebagian orang mungkin sangat sulit menerima konsep ini, karena orang cenderung menolak realitas hukuman, sama seperti anak-anak, kita tidak senang harus menghadapi akibat dari pilihan diri sendiri. Allah sudah dengan jelas menyatakan diri sendiri agar setiap orang mengetahui: Dia adalah Allah; Dia berkuasa memegang kendali atas keseluruhan dunia. Namun masyarakat hari ini hendak membuang Allah dari ciptaan-Nya, tidak bersedia mengakui kenyataan bahwa Dia adalah yang ada di balik segala ciptaan, juga sama sekali tidak memiliki rasa syukur kepada Dia. Ini tentu saja bukan mengatakan bahwa saat mereka mengakui keberadaan Allah maka otomatis mendapatkan keselamatan. Kenyataan tetap seperti yang Yesus katakan, tidak ada seorangpun yang bisa datang kepada Allah tanpa melalui Dia; artinya adalah: jika mereka mengakui penyataan Allah di alam dan mulai mencari Dia, Allah akan bertanggung jawab membuat mereka mendapatkan berita tentang Yesus. Ini adalah sebab mengapa Allah mengutus para misionaris pergi ke berbagai tempat di dunia.

Golongan yang kedua, orang yang pernah mendengar Injil, namun menolak menerima anugerah. Begitu banyaknya orang yang demikian di dunia ini, jika mereka bersedia takluk kepada Tuhan Yesus, mengakui bahwa kehidupan ini ditebus oleh Tuhan dengan harga yang tinggi dan tidak lagi milik diri sendiri, mereka akan oleh karena itu ditebus, dirubahkan. Namun sayang sekali mereka tidak bersedia, juga tidak mau mengakui; Mendengar adalah mendengar, tetapi berulang kali tidak peduli dan berbalik meninggalkannya, mereka sama sekali tidak menaklukkan keinginannya di bawah kaki Tuhan. Maka, apa yang akan terjadi pada diri mereka? Paulus berkata: 「Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya.」 (2 Tes. 1:9).

Renungkan: Di dalam penghakiman, Allah akan membalas orang yang tidak percaya Dia, bagaimana engkau dan gereja bisa makin tekun giat memberitakan Injil? Seberapa mendalam engkau ambil bagian?