「Warisan spiritual」
(Rut 4:18-22 [ITB])
17b … mereka menyebutkan namanya Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud.
18 Inilah keturunan Peres: Peres memperanakkan Hezron, 19 Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, 20 Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, 21 Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed, 22 Obed memperanakkan Isai dan Isai memperanakkan Daud.
Suatu kali selama perjalanan pengajaran jangka pendek ke sebuah kota di Amerika Selatan, saya mengunjungi sebuah keluarga, saudara itu menunjukkan kepada saya silsilah yang tebal, dan dia dengan antusias menunjukkan asal usul nenek moyang, bahkan ditelusuri kembali ke Tiongkok kuno. Jika tidak ada penjelasan rinci dari dia, saya tidak akan tertarik dengan begitu banyak nama yang tidak diketahui, paling-paling menggaruk-garuk kepala. Bagian akhir kitab Rut (ayat 18-22) diakhiri dengan silsilah, yang sedikit berbeda dengan silsilah kitab-kitab lain, yang kebanyakan diletakkan di awal kitab.
Sebenarnya, ada dua silsilah dalam kitab Rut, satu adalah silsilah yang lebih pendek (ayat 17b), dan yang lainnya lebih panjang (ayat 18-22) di akhir kitab, dan keduanya berakhir di Daud, yang bisa jadi Ini semua tentang silsilah keluarga David. Kedua silsilah masing-masing memiliki tujuan mereka sendiri. Silsilah singkatnya bersifat lokal, dengan hanya tiga generasi, yaitu Obed, Isai, dan Daud (ayat 17b). Silsilah singkat ini mengikuti 「Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki!」 (ayat 17a), dan tampaknya hendak mengakhiri catatan tentang Naomi berusaha memelihara penerusan nama Elimelekh, dan Daud juga dapat dianggap sebagai keturunan Elimelekh. Silsilah yang lebih panjang bersifat nasional, mencakup sepuluh generasi dari Peres hingga Daud; dibandingan dengan silsilah dalam 1 Tawarikh 2 menunjukkan bahwa penulisnya melakukan selektif dan melewatkan beberapa leluhur, hanya diringkas menjadi sepuluh generasi penuh.
Tujuan akhir dari silsilah ini adalah untuk menjelaskan asal usul raja Daud dari Israel. Penulis memulai perhitungan dengan Peres terlebih dahulu, mungkin karena dia berasal dari suku Yehuda, dan dari Betlehem. Karena raja berasal dari suku Yehuda. Karakter dalam kitab Rut, Boas, berada di urutan ketujuh dalam silsilah keluarga, sedangkan Daud berada di urutan kesepuluh. Tujuh dan sepuluh adalah angka yang dianggap penting oleh orang Yahudi; pengaturan ini menunjukkan bahwa Boas menempati tempat penting dalam silsilah Daud, seorang tokoh kunci dalam kelanjutan garis kerajaan, dan tanpa pengorbanannya yang setia, menikahi wanita Moab yang bernama Rut menjadi istrinya, dan tidak ada raja Daud dari Israel.
Perlu juga dicatat bahwa, jika Anda merujuk pada silsilah Injil Matius (1:1-18), sampai pada Rut, muncul tiga wanita, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, … Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut. Dari sudut pandang dunia, latar belakang perempuan-perempuan ini semuanya rendah, tidak berdaya, bahkan dihina dan ditolak masyarakat. Tetapi mereka semua meninggalkan dewa-dewa yang disembah nenek moyang mereka karena iman mereka kepada TUHAN Yahweh dan menjadi nenek moyang raja Daud dari Israel, dan tercatat masuk dalam silsilah. Silsilah di akhir kitab Rut menelusuri sampai ke Daud, raja Israel, dan silsilah ini berlanjut sampai dalam Perjanjian Baru, menunjuk pada keturunan Daud, Yesus Kristus, Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan.
Kehidupan diturunkan dari generasi ke generasi, dan begitu juga warisan spiritual, diturunkan dari generasi ke generasi. Ada statistik yang menelusuri sejarah dua keluarga dan menemukan bahwa leluhur di kedua keluarga memiliki pengaruh besar pada keturunan. Mereka yang melanggar hukum dan melakukan segala kejahatan memiliki efek negatif dan buruk pada keturunannya, sedangkan mereka yang mengikuti aturan dan menerima pendidikan moral yang baik memiliki efek positif dan baik pada keturunannya. Kita tidak bisa bebas memilih nenek moyang kita, tetapi kita dapat menghindari mengulangi kesalahan dan kerusakan korup yang sama; kita dapat dengan bebas memilih keyakinan kita sendiri, dan kita juga dapat mulai mewariskan warisan rohani kita dari diri kita sendiri, sehingga keturunan kita dapat diberkati oleh TUHAN Yahweh.
Renungkan: Memikirkan warisan spiritual, kita semua akan iri pada lima generasi Taylor Hudson, pendiri Asosiasi Daratan, atas kesetiaannya melayani Tuhan menjadi kesaksian. Apakah Anda bersedia melakukan yang terbaik untuk menjadikan hidup Anda sebagai contoh dan mewariskan warisan spiritual Anda dari generasi ke generasi?
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).