「Pengakuan Isi Hati yang Sungguh 」
(Rut 1:11-14 [ITB])
11Tetapi Naomi berkata: “Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti? 12Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih melahirkan anak laki-laki, 13masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?”
14Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
Hasil dari percakapan pertama antara mertua dan menantu adalah keputusan mereka untuk mengikuti Naomi menuju Yudea. Percakapan yang kedua antara Naomi dan para menantunya dapat dikatakan percakapan yang paling panjang; kita dapat melihat perhatian kasih dari mertua kepada menantu, dari panggilan lembut sebanyak tiga kali 「anak-anak perempuanku 」 (Rut 1:11-13) dan dengan hati susah ia menyampaikan alasan rinci mengapa mereka patut pulang ke kampung halaman mereka. Naomi memakai cara bertanya untuk merinci tiga alasan mereka jangan mengikuti dia: Pertama, dia sudah tua, tidak dapat melahirkan lagi anak laki untuk menjadi suami bagi mereka (Rut 1:11), bagaimana mungkin 「kerang tua menghasilkan mutiara?」; Kedua,usianya sudah lanjut, masa muda telah berlalu, sama sekali tidak ada kesempatan untuk menikah lagi dan punya anak (Rut 1:12b); Ketiga, jikalaupun ia punya suami dan bisa melahirkan anak laki (dengan asumsi melahirkan anak laki bukan anak perempuan), kedua menantu juga tidak bisa menunggu mereka tumbuh dewasa (Rut 1:12- 13), karena setelah anak laki tumbuh dewasa, kedua menantu sudah berusia lanjut dan tidak akan bisa melahirkan keturunan. Jika mereka mengikuti Naomi, tidak hanya menghamburkan masa muda mereka dengan sia-sia, terlebih kehilangan kesempatan menikah lagi. Singkat kata, percakapan Naomi adalah meminta kedua menantu lebih baik melihat kenyataan realistik.
Percakapan dari dalam hati antara mertua dan menantu ini menampilkan sebuah latar belakang tradisi Israel, yakni peraturan 「Pernikahan ipar」 atau 「Pernikahan Levirat」 (levirate marriage) (Levir, latin, artinya saudara laki-laki suami), setelah seorang suami mati, meninggalkan istri tanpa keturunan anak laki-laki, saudara laki-laki dalam rumah punya kewajiban menggantikan kedudukan suami yang meninggal, agar memiliki keturunan anak laki-laki bagi saudaranya, anak laki-laki sulung yang dilahirkan harus dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu. Tradisi ini juga terdapat di dunia Timur dekat, oleh karena itu, tidak dapat dikesampingkan bahwa di Moab juga terdapat tradisi ini. Tradisi pernikahan ipar ini tidak banyak dicatat dalam Alkitab, satu-satunya catatan hanya ada di Ul. 25:5-10; menyebutkan aturan seorang laki-laki mendirikan keturunan bagi saudaranya, salah satu poin adalah 「 Apabila orang-orang yang bersaudara tinggal bersama-sama dan seorang dari pada mereka mati dengan tidak meninggalkan anak laki-laki, maka janganlah isteri orang yang mati itu kawin dengan orang di luar lingkungan keluarganya; saudara suaminya haruslah menghampiri dia dan mengambil dia menjadi isterinya dan dengan demikian melakukan kewajiban perkawinan ipar. Maka anak sulung yang nanti dilahirkan perempuan itu haruslah dianggap sebagai anak saudara yang sudah mati itu, supaya nama itu jangan terhapus dari antara orang Israel. 」 (Ul. 25:5-6). Secara singkat ketiga alasan Naomi menyatakan dengan jelas bahwa ia tidak memiliki anak laki-laki untuk mengambil tanggung jawab 「pernikahan ipar 」 ini, maka mengikuti dirinya hanyalah sebuah jalan buntu !
Naomi dengan bersusah hati meminta kedua menantu jangan mengikuti dia, setelah mengeluarkan tiga alasan tersebut, ia mengatakan keadaan pahit dari hati yang paling dalam: 「… aku lebih bersusah hati demi kalian, sebab tangan TUHAN terulur memukul aku. 」 (Rut 1:13b) (dicuplik dari terjemahan Mandarin CUVT yang mirip KJV, ASV, ESV, yang saling memperkaya dengan NIV atau ITB yang sedikit berbeda “jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku”) Maksud dia adalah ia merasa sangat susah demi keadaan sulit mereka, karena mereka telah kehilangan suami tanpa punya anak laki. Dan sebenarnya Naomi mengatakan keadaan dirinya sendiri yang lebih susah daripada mereka, lebih tragis, dan kasihan (lihat terjemahan NIV atau ITB), karena tangan TUHAN terulur melawan dirinya. Naomi sebelumnya baru saja menyebutkan nama TUHAN (Yehovah) untuk memberkati kedua menantu, karena ia tahu pasti bahwa segala kasih kemurahan datang dari TUHAN; sekarang ia mengatakan perasaan dari hati yang dalam, ia mengatakan bahwa semua bencana dalam keluarganya adalah pukulan dari TUHAN sendiri. Sebenarnya TUHAN (Yehovah) adalah Tuhan yang memberkati dengan kemurahan, atau Tuhan yang melimpahkan hukuman?
Bagi Naomi, seorang yang sudah mengalami berbagai tragedi — bencana kelaparan, berkelana, kehilangan orang terdekat, tidak punya anak, tanpa sandaran, seorang janda yang putus harapan, bagaimana bisa seseorang mencela perasaan dia yang berpendapat bahwa keadaan buntu sekarang ini datangnya dari TUHAN yang ia percaya? Apa kata-kata penghiburan yang masih bisa kita sampaikan kepada dia? Hanya satu yang dapat diberikan kepadanya adalah sepasang telinga yang mau mendengarkan, agar ia dapat melepaskan perasaan hati paling dalamnya, dengan empati memahami kesulitannya, bahkan dapat seperti kedua menantunya yang janda itu, bersama-sama dengannya memeluk kepalanya menangis bersama !
Renungkan: jika ada seorang teman yang terjebak dalam keadaan putus harapan, bagaimanakah engkau akan memberikan penghiburan kepada dia? Apakah dengan tiada henti-hentinya seperti gelombang air laut menjelaskan kesetiaan kasih kemurahan Allah, atau menerima perasaannya dan membiarkan ia sebisanya melepaskan isi hatinya?
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).