「Tahun Yobel」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 25:8-13 [ITB])
8 「Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. 9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
13 Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.」
Setelah setiap tujuh tahun Sabat, yakni setelah total empat puluh sembilan tahun, yaitu tahun kelima puluh, orang Israel harus memiliki tambahan satu tahun Yobel, dan peraturan Imamat tentang Yobel didasarkan pada peraturan hari Sabat. Cara yang telah ditetapkan agar tanah mendapat istirahat dan memelihara orang miskin pada tahun Sabat, juga diberlakukan sama di tahun Yobel. Selain itu, mereka perlu melakukan satu hal lagi, yaitu setiap orang masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya (Im. 25:10).
Kita dapat menggunakan struktur berbentuk kipas (chiastik) untuk memahami ayat-ayat Imamat 25:10-13
A: Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu (a jubilee it shall be for you), dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya (ayat 10)
B: Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu (a jubilee it shall be for you), jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya (ayat 11)
B’: Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu (it is a jubilee, sacred it shall be for you); hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang (ayat 12)
A’: Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya (ayat 13)
Penggabungan B-B’ menekankan dua hal: (1) Yobel adalah tahun kudus, karena definisi kekudusan adalah ranah Allah, maka Yobel adalah tahun Allah, tahun milik Allah, dan umat Israel sudah sepatutnya memelihara tahun ini dalam hormat takut akan kepada Allah; (2) Yobel adalah tahun 「bagimu」 (it is a jubilee, sacred it shall be for you), yang berarti bahwa tahun Yobel tidak hanya untuk Allah, tetapi juga untuk umat Israel, dalam tahun ini harus mengingat orang yang berhutang dan orang pendatang di antara umat itu, agar mereka mendapatkan kebebasan. Kombinasi dari B-B’ (ayat 11 dan 12) menunjukkan bahwa di satu sisi Yobel adalah tahun yang kudus bagi Allah, di sisi lain adalah perayaan pembebasan. Kebebasan apa yang dirayakan?
A-A’ (ayat 10, 13) menjelaskan bahwa kebebasan adalah setiap orang kembali pada tanah miliknya sendiri, yang berarti bahwa semua hutang dengan jaminan tanah dalam 50 tahun dapat dihapuskan, dan tidak perlu membayar kembali hutang dan dapat bebas kembali ke tanahnya sendiri. Perlu kita pahami bahwa pendekatan ini memiliki asumsi bahwa jangka waktu 50 tahun telah memberikan waktu yang cukup untuk melunasi hutang mereka, jika tidak itu artinya pada dasarnya sudah tidak memiliki kemampuan membayar hutang. Dengan demikian, Yobel akan menjadi satu-satunya harapan dalam hidup seseorang untuk boleh tidak membayar lunas hutangnya (artinya memang sudah tidak mampu dilunasi)) dan mendapatkan kembali tanah warisan miliknya.
Renungkan:
Tahun Yobel tidak hanya memberikan jaminan tahun istirahat (Sabat) bagi orang miskin dan orang asing, tetapi juga kemungkinan membalik nasib bagi yang berhutang. Inilah makna tahun Yobel menjadi kudus dan 「bagimu」, yaitu tahun kudus ini adalah tahun milik Allah, dan juga merupakan tahun bagi manusia untuk dibebaskan, sehingga kebebasan mereka terhubung dengan kekudusan Allah, dan umat Israel dengan memelihara tahun Yobel menjadi umat yang kudus. Sering kali kita berpikir bahwa pengaturan seperti itu tidak sejalan dengan keuntungan ekonomi modern. Kita percaya bahwa setiap perusahaan harus 「menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin.」 Kita tidak tahu bahwa mentalitas semacam ini justru merupakan mentalitas yang tidak kudus, ketika kita mampu merawat mereka yang membutuhkan, kita harus meninggalkan praktik bisnis yang tidak adil dan memasuki ekologi bersama yang kudus, sehingga lebih banyak orang akan diberkati. Apakah Anda bersedia?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.