Imamat 25:1-7

Tahun Sabat

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 25:1-7 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa di gunung Sinai: 2 Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka:
Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi Allah. 3 Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, 4 tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Allah.
Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi. 5 Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan buah anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanah itu.
6 Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. 7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.

Imamat 25:1-7 menjelaskan peraturan Sabat, yang mencerminkan fokus Peraturan Kekudusan terhadap hari-hari yang dikhususkan dan konteksnya dalam masyarakat pertanian. Imamat 25:2 menuliskan Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, menyatakan dua dasar memelihara tahun Sabat: (1) hanya ketika orang-orang Israel telah mendapatkan tanah Kanaan barulah harus menjaga tahun Sabat, diasumsikan bahwa kehidupan menggembalakan ternak yang mengembara telah menetap menjadi masyarakat pertanian; (2) tanah Kanaan adalah anugerah dari Allah, artinya tanah itu bukan milik suatu suku atau orang tertentu saja, hak kepemilikan tanah adalah kepunyaan TUHAN, Ia yang memberikan dan membagi tanah tersebut kepada suku-suku Israel, jadi ketika seseorang berani merampas tanah orang lain, itu sama saja dengan menantang kedaulatan TUHAN atas pembagian tanah. Dengan demikian, alasan teologis Israel memelihara tahun Sabat adalah bahwa tanah itu adalah milik Allah, maka mereka harus memperlakukan tanah sesuai dengan perintah Allah.

Bagaimana perintah memelihara tahun Sabat dapat membantu orang Israel memperlakukan tanah dengan baik? Pertama, mereka harus dengan rajin bercocok tanam selama enam tahun dan mengumpulkan hasil tanah (Im. 25:3); kedua, pada tahun ketujuh, tanah harus beristirahat dengan tenang, yang berarti mereka tidak dapat mengolah, memanen, dan apa yang ditumbuhkan oleh tanah sendiri, untuk diri sendiri, hamba, pekerja, orang asing yang menumpang tinggal dan hewan (Im. 25:4-7), tuaian tahun ini terutama bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain yang bukan tuan tanah, sehingga orang-orang ini dapat memiliki jaminan masyarakat. Ketiga, ketika pemilik tanah melakukan ini, maka pada tahun keenam tanah itu akan memproduksi tuaian tiga tahun, cukup untuk mereka nikmati dalam dua tahun ke depan (Im. 25:21-22). Ketika pemilik tanah dengan iman memelihara tahun Sabat, di satu sisi dia dapat memberikan jaminan sosial bagi orang miskin, dan di sisi lain memberkati dirinya sendiri, sehingga dia dapat membuat tanah itu tidak tandus, berbaik hati kepada dirinya sendiri, orang lain dan tanah.

Renungkan:
Sering kali, ketika kita menjalankan bisnis kita, kita sering berpikir bahwa mendapatkan laba sampai semaksimalnya adalah hal yang biasa. Kita akan menggunakan semua sumber daya yang kita miliki untuk mencapai keuntungan terbaik. Ketika kita melakukan ini, kita akan sangat mengabaikan kemiskinan di sekitar kita. Walau, sekarang kita tidak semua hidup dalam masyarakat pertanian, tetapi kepedulian terhadap orang miskin yang diperintahkan dalam aturan tahun Sabat tetap harus menjadi perhatian kita, ketika kita memiliki kemampuan, kita harus menyisakan sebagian dalam bisnis kita sendiri dan bersedia menggunakan apa yang kita miliki, yang telah kita peroleh untuk membantu mereka yang membutuhkan, agar orang-orang ini diberkati, dan diri kita juga mendapatkan berkat lebih lagi dari Allah. Apakah Anda bersedia?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.