「Kamu dahulu juga orang asing di tanah Mesir」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 19:33-37 [ITB])
33 「Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34 Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir;」
Akulah Allah, Allahmu.
35 「Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan. 36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai;
Akulah Allah, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.」
37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu;
Akulah Allah.
Imamat 19:33-37 dapat dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah ayat 19:33-34, topiknya tentang peraturan bagi orang asing yang tinggal di negeri itu, bagian kedua adalah ayat 19:35-36, topiknya adalah tentang peradilan dan ukuran timbangan yang benar dan adil. Terakhir ayat 37 adalah kalimat penutup, sekali lagi meminta umat Israel untuk mematuhi semua hukum dan peraturan TUHAN, dan menjelaskan bahwa alasan ketaatan adalah 「Akulah TUHAN.」
Pada bagian pertama (19:33-34) menyatakan bahwa jika ada 「orang asing」 (gēr) yang 「tinggal」 (gûr) di antara orang Israel (tinggal bersama), orang Israel harus memperlakukan mereka seperti penduduk negeri ini. Mengapa orang Israel harus memperlakukan mereka seperti diri mereka sendiri? Ayat 34 memberikan dua alasan: (1) karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; (2) Akulah TUHAN ── Allahmu. Orang Israel harus memperlakukan orang asing seperti diri mereka sendiri, karena orang Israel sendiri pernah menjadi sekelompok pendatang di tanah Mesir. Di Mesir mereka telah ditindas oleh penduduk setempat, bekerja keras, dan bahkan anak laki-laki mereka yang baru lahir dibunuh, sepatutnya mereka paham bagaimana perasaan menjadi orang yang tertindas, oleh karena itu, bangsa Israel lebih memiliki syarat untuk memahami mengapa penindasan yang sama tidak boleh dikenakan kepada orang lain. Ini menjadi dasar bagi mereka untuk mengasihi orang asing seperti dirinya sendiri. Sama seperti kita adalah orang berdosa, kita pernah berada tertindas dalam dosa, kita harus lebih bisa mengerti orang-orang di sekitar kita yang melakukan kesalahan dan memberi mereka kesempatan untuk memperbarui.
Pada bagian kedua (19:35-36) menunjukkan bahwa harus adil benar dalam peradilan dan ukuran timbangan, dalam ayat 36 kata sifat 「keadilan kebenaran」 (ṣěděq) ini muncul berulang kali (ITB sebagai 「yang betul」), menunjuk orang Israel harus menggunakan neraca, batu timbangan, efa dan hin yang 「adil benar」. Apa arti dari 「adil benar」? Menurut pengertian teks sebelumnya di atas, 「adil benar」 termasuk tidak memperlakukan menyimpang bias terhadap orang lain, baik itu orang asing maupun orang dalam negeri, semua harus diperlakukan dengan ukuran, timbangan dan sukatan yang sama. Ayat 35 juga menyatakan bahwa harus ada 「kebenaran」 dalam hal peradilan, dalam bahasa aslinya, peradilan ini mengacu pada bertindak sesuai dengan hukum, yang melibatkan penghakiman bersalah atau tidak (lihat NASB diterjemahkan sebagai 「judgement」), keputusan hakim tidak boleh dipengaruhi apapun karena identitas dan status pihak lain. Dengan demikian, umat Israel dapat menghidupi kesaksian umat anugerah, dan agar dunia melihat 「adil benar」 dimanifestasikan di dunia pada zaman (generasi) yang tidak adil.
Renungkan:
Bagaimana prinsip memperlakukan orang asing seperti diri Anda sendiri membantu Anda memahami bagaimana memperlakukan pembantu rumah tangga asing dan imigran baru dalam keluarga Anda? Akankah kita memperlakukan pihak lain sebagai warga negara yang lebih rendah karena mereka adalah orang asing? Di sini, kita harus memahami bahwa kita mungkin pernah hidup di tempat asing, dan kita dapat memahami secara mendalam betapa tidak nyamannya ditindas, dan kita tidak akan pernah memberikan penderitaan yang sama kepada orang lain lagi. Dan apakah Anda bersedia mengasihi orang asing seperti diri sendiri?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.