「Belalang dan kegelapan」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kel. 10:1-29 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka, 2 dan supaya engkau dapat menceriterakan kepada anak cucumu, bagaimana Aku mempermain-mainkan orang Mesir dan tanda-tanda mujizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN.」
3 Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: 「Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: 『Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku. 4 Sebab jika engkau menolak membiarkan umat-Ku pergi, maka besok Aku akan mendatangkan belalang-belalang ke dalam daerahmu; 5 belalang itu akan menutupi permukaan bumi, sehingga orang tidak dapat melihat tanah; belalang itu akan memakan habis sisa yang terluput, yang masih tinggal bagimu dari hujan es itu, bahkan akan memakan habis segala pohonmu yang tumbuh di padang. 6 Belalang itu akan memenuhi rumahmu, rumah semua pegawaimu, rumah semua orang Mesir seperti yang belum pernah dilihat oleh bapamu dan nenek moyangmu, sejak mereka lahir ke bumi sampai hari ini.』」 Lalu berpalinglah ia dan keluar meninggalkan Firaun.
7 Sesudah itu berkatalah para pegawai Firaun kepadanya: 「Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?」
8 Lalu Musa dan Harun dibawalah kembali kepada Firaun dan berkatalah Firaun kepada mereka: 「Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, Allahmu. Siapa-siapa sebenarnya yang akan pergi itu?」 9 Jawab Musa: 「Kami hendak pergi dengan orang-orang yang muda dan yang tua; dengan anak-anak lelaki kami dan perempuan, dengan kambing domba kami dan lembu sapi kami, sebab kami harus mengadakan perayaan untuk TUHAN.」
10 Tetapi Firaun berkata kepada mereka: 「TUHAN boleh menyertai kamu, jika aku membiarkan kamu pergi dengan anak-anakmu! Lihat, jahatlah maksudmu! 11 Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.」 Lalu mereka diusir dari depan Firaun.
12 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Ulurkanlah tanganmu ke atas tanah Mesir mendatangkan belalang dan belalang akan datang meliputi tanah Mesir dan memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah, semuanya yang ditinggalkan oleh hujan es itu.」
13 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan TUHAN mendatangkan angin timur melintasi negeri itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan setelah hari pagi, angin timur membawa belalang. 14 Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itupun tidak akan terjadi lagi yang demikian. 15 Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir.
16 Maka segeralah Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: 「Aku telah berbuat dosa terhadap TUHAN, Allahmu, dan terhadap kamu. 17 Oleh sebab itu, ampunilah kiranya dosaku untuk sekali ini saja dan berdoalah kepada TUHAN, Allahmu itu, supaya bahaya maut ini dijauhkan-Nya dari padaku.」
18 Lalu keluarlah Musa meninggalkan Firaun dan berdoa kepada TUHAN. 19 Maka TUHAN membuat angin bertiup dari jurusan sebaliknya, yakni angin barat yang sangat kencang, yang membawa belalang itu dan melemparkannya ke dalam Laut Teberau: tidak ada satu belalangpun yang tinggal di seluruh daerah Mesir. 20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.
21 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu.」
22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. 23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.
24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: 「Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.」
25 Tetapi Musa berkata: 「Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk TUHAN, Allah kami. 26 Dan juga ternak kami harus turut beserta kami dan satu kakipun tidak akan tinggal, sebab dari ternak itulah kami harus ambil untuk beribadah kepada TUHAN, Allah kami; dan kami tidak tahu, dengan apa kami harus beribadah kepada TUHAN, sebelum kami sampai di sana.」
27 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga dia tidak mau membiarkan mereka pergi. 28 Lalu Firaun berkata kepadanya: 「Pergilah dari padaku; awaslah engkau, jangan lihat mukaku lagi, sebab pada waktu engkau melihat mukaku, engkau akan mati.」 29 Kemudian Musa berkata: 「Tepat seperti ucapanmu itu! Aku takkan melihat mukamu lagi!」
Pasal ini mencatat dua tulah bencana: hama belalang (ayat 1-20) dan kegelapan besar (ayat 21-29).
Kita merenungkan dahulu tentang hama belalang, dapat dibagi menjadi dua bagian: (1) nubuat datangnya tulah bencana (ayat 1-11), dan (2) situasi terjadinya tulah (ayat 12-20). Belalang Afrika memiliki panjang sekitar 5-7 cm dan lebar sayap 12 cm, mereka dapat terbang berkelompok oleh angin selama beberapa hari, menutupi langit dan menutupi matahari, meliputi area seluas ratusan kilometer persegi, dan jumlahnya mencapai ratusan juta. Ketika mereka datang sangat mencengangkan orang, dalam sekejap mereka memakan dedaunan dan ladang, tanpa meninggalkan sedikit pun sisa. Akan bertelur, menyebabkan lebih banyak kerusakan setelah menetas menjadi belalang, bahkan kulit kayunya dimakan, dapat dikatakan kerusakan paling besar terhadap pertanian. Alkitab menggambarkan mereka sebanyak 「menutupi permukaan bumi」 (ayat 5, 15).
Berharga diperhatikan, hanya kali ini Musa dengan terperinci mengatakan bahwa orang-orang Israel yang muda dan yang tua; dengan anak-anak lelaki dan perempuan, dengan kambing domba dan lembu sapi milik mereka, semua akan ikut pergi, untuk mengadakan perayaan untuk TUHAN; dan Firaun juga menyebutkan tentang orang Israel beribadahlah kepada TUHAN dan tentang TUHAN boleh menyertai orang Israel (ayat 9 -10). Inilah tujuan Kitab Keluaran, tema utama kitab ini: 「hadirat penyertaan TUHAN」.
Tetapi sikap permusuhan Firaun telah mencapai tingkat di mana ia sudah tidak memakai akal sehat, dan bahkan para pegawainya merasa tidak dapat tinggal diam lagi, mereka menasihati Firaun: 「Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada TUHAN, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?」 (ayat 7) Seperti hujan es sebelumnya, Firaun mengaku bersalah lagi dan meminta Allah untuk mengampuni dosanya kali ini. membebaskannya dari kematian (ayat 17).
Adapun catatan tentang tulah Kegelapan Besar, meskipun sangat singkat, dan tidak menyebabkan hilangnya harta benda ke Mesir seperti bencana sebelumnya, namun memiliki dampak psikologis yang besar bagi masyarakat, terutama telah mengalahkan dewa utama yang disembah oleh bangsa Mesir dan Mesir, 「dewa matahari (ra)」 yang mengontrol malam dan siang.
Firaun segera memanggil Musa, tetapi pembicaraannya dengan Musa tidak menyebutkan tentang bencana kegelapan, dan langsung hanya membahas inti masalah yang paling penting: 「Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan」, ia berjanji untuk menyetujui permintaan Musa, tetapi membuat usaha terakhir untuk menahan (ayat 24-25). Namun, seperti sebelumnya, Musa sama sekali menolak untuk berkompromi sedikit pun. Ternak kami bahkan satu kaki pun tidak akan tinggal, dan dua kali berturut-turut menekankan tujuan keluaran Israel dari Mesir: 「beribadah kepada TUHAN」 (ayat 26).
Renungkan:
Dalam beberapa tulah bencana yang terakhir, Musa masih berdoa syafaat, Allah masih mendengar, Firaun masih tetap menjilat kembali perkataannya sendiri. Tetapi ini adalah kesempatan terakhir Firaun, dan tidak ada peringatan, tidak ada doa syafaat, dan tidak ada pengampunan. Hukuman terakhir dari Allah datang lebih cepat dari yang diperkirakan manusia dan lebih keras dari yang dipikir manusia.
Renungan pemahaman Kitab Keluaran
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.