「Menurunkan bencana dan menghindarkan bencana」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kel. 9 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: 『Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 2 Sebab jika engkau menolak membiarkan mereka pergi dan masih menahan mereka, 3 maka ternakmu, yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, akan kena tulah TUHAN, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat. 4 Dan TUHAN akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekorpun dari segala ternak orang Israel.』」
5 Selanjutnya TUHAN menentukan waktunya, firman-Nya: 「Besoklah TUHAN akan melakukan hal itu di negeri ini.」 6 Dan TUHAN melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. 7 Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekorpun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi.
8 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: 「Ambillah jelaga dari dapur peleburan serangkup penuh, dan Musa harus menghamburkannya ke udara di depan mata Firaun. 9 Maka jelaga itu akan menjadi debu meliputi seluruh tanah Mesir, dan akan menjadikan barah yang memecah sebagai gelembung, pada manusia dan binatang di seluruh tanah Mesir.」 10 Lalu mereka mengambil jelaga dari dapur peleburan, dan berdiri di depan Firaun, kemudian Musa menghamburkannya ke udara, maka terjadilah barah, yang memecah sebagai gelembung pada manusia dan binatang, 11 sehingga ahli-ahli itu tidak dapat tetap berdiri di depan Musa, karena barah-barah itu; sebab ahli-ahli itupun juga kena barah sama seperti semua orang Mesir. 12 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka, seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa.
13 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun dan katakan kepadanya: 『Beginilah firman TUHAN, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 14 Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi.
15 Bukankah sudah lama Aku dapat mengacungkan tangan-Ku untuk membunuh engkau dan rakyatmu dengan penyakit sampar, sehingga engkau terhapus dari atas bumi; 16 akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi. 17 Engkau masih selalu mengalangi umat-Ku, sehingga engkau tidak membiarkan mereka pergi.
18 Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini. 19 Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati.』」
20 Maka siapa di antara para pegawai Firaun yang takut kepada firman TUHAN, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah, 21 tetapi siapa yang tidak mengindahkan firman TUHAN, meninggalkan hamba-hambanya serta ternaknya di padang.
22 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya hujan es turun di seluruh tanah Mesir, menimpa manusia dan binatang dan menimpa tumbuh-tumbuhan di padang di tanah Mesir.」 23 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka TUHAN mengadakan guruh dan hujan es, dan apipun menyambar ke bumi, dan TUHAN menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. 24 Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. 25 Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya. 26 Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es.
27 Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: 「Aku telah berdosa sekali ini, TUHAN itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah. 28 Berdoalah kepada TUHAN; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi.」
29 Dan berkatalah Musa kepadanya: 「Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada TUHAN; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik TUHAN. 30 Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada TUHAN Allah.」
31 Tanaman rami dan jelai telah tertimpa binasa, sebab jelai itu sedang berbulir dan rami itu sedang berbunga. 32 Tetapi gandum dan sekoi tidak tertimpa binasa, sebab belum lagi musimnya.
33 Lalu keluarlah Musa dari kota itu meninggalkan Firaun, dikembangkannyalah tangannya kepada TUHAN, maka berhentilah guruh dan hujan es dan hujan tidak tercurah lagi ke bumi.
34 Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya. 35 Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi, seperti yang telah difirmankan TUHAN dengan perantaraan Musa.
Pasal 9 ini terus mencatat tiga tulah: penyakit sampar ternak (ayat 1-7), barah pada manusia dan binatang (ayat 8-12) dan hujan es (ayat 13-35), yang ketiga ini adalah yang terpanjang dan paling istimewa.
Pertama, kita membicarakan tentang penyakit sampar ternak. Wabah (deber) mengacu pada penyakit menular yang mengerikan yang begitu menyebar akan menyebabkan sejumlah besar kematian manusia dan hewan. Bagian catatan ini meskipun singkat, tetapi bagi masyarakat Mesir itu menyebabkan kepanikan besar. Ternak di ladang termasuk kuda (paling berharga), keledai (paling umum) dan unta (paling langka), serta sapi dan domba yang biasa dipelihara oleh orang (ayat 3). Ternak adalah harta orang-orang pada zaman itu, dan itu mewakili martabat mereka. Tangan TUHAN memukul ternak Mesir, tidak hanya mempengaruhi mata pencaharian mereka, tetapi juga merusak martabat mereka.
Kedua adalah barah pada manusia dan binatang. Tubuh manusia terkena barah, dari kepala sampai kaki, bisul seluruh tubuh, gatal sakit sangat tidak tertahan (Ul. 28:35; Ayub 2:7 「… barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya」), Ayub kesakitan sehingga ingin menggunakan beling untuk menggaruk-garuk badannya, tak heran para ahli sihir Firaun tidak dapat tetap berdiri (ayat 11).
Allah mengeraskan hati Firaun (ayat 12), ini adalah pertama kalinya dikatakan, dan disebutkan lagi dalam tulah kedelapan bencana belalang. Meskipun Allah telah mengetahuinya sejak lama, Firaun sendirilah yang sebelumnya mengeraskan hatinya. Setelah kali ini, Allahlah yang menghukumnya, mengeraskan hatinya, dan tidak pernah bisa berbalik kembali.
Terakhir, hujan es dari langit. Ini dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah peringatan hujan es (ayat 13-21) dan bagian kedua adalah situasi turun hujan es (ayat 22-26). Di bagian kedua, Firaun mengakui dosa-dosanya dan memohon (ayat 27-32), bencana berhenti (ayat 33-35). Diameter umum hujan es sekitar 1-3 cm, juga sering terdengar berita hujan es yang lebih besar, beberapa bahkan dengan berat satu kilogram, merusak tanaman bangkrut, bahkan mencelakai orang dan hewan.
Catatan ini memiliki beberapa poin khusus, TUHAN jelas memberitahu Firaun tentang tujuan Ia menurunkan tulah adalah untuk 「dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi」 dan agar Firaun memasyhurkan nama TUHAN di seluruh bumi (ayat 14-17). Allah bahkan memberitahukan kepada Firaun cara untuk menghindari bencana (ayat 19 「ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati」), dan Firaun juga berinisiatif untuk mengakui dosa-dosanya (ayat 27), ini adalah poin yang tidak ada dalam bencana lain.
Renungkan:
(1) Tindakan Allah selalu memiliki tujuan mendidik, bahkan malapetaka hukuman adalah untuk membuat orang mengenal-Nya.
(2) Mengaku bersalah bukan berarti mendapat keselamatan, kecuali pertobatan yang sungguh hati, maka tidak akan bisa luput dari hukuman Allah.
(3) Keselamatan terletak pada 「percaya dan taat」 (Roma 1:5), bahkan orang Mesir jika mereka percaya pada firman Allah, mereka bisa mendapat keselamatan diri dan dapat menyelamatkan orang-orang yang mendengarkan mereka.
Renungan pemahaman Kitab Keluaran
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.