「Sukacita yang kekal」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 16:1-11 [ITB])
1 Miktam. Dari Daud.
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
2 Aku berkata kepada TUHAN: 「Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!」
3 Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku.
4 Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku.
5 Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
6 Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku.
7 Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mazmur ini adalah mazmur iman, pemazmur menghadapi krisis (seperti penyakit dan kematian, lihat ayat 1 「pada-Mu aku berlindung」, dan ayat 10 「Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati」), atau dianiaya oleh orang-orang yang mengikuti allah lain (ayat 4); namun pemazmur bersandar pada Allah karena imannya kepada Allah, sehingga tetap memiliki sukacita di tengah krisis. Ayat 1 sampai 6 merupakan ungkapan iman, ayat 7 sampai 8 adalah tekad untuk teguh memegang iman, dan ayat 9 sampai 11 adalah hasil dari mengandalkan iman.
Pemazmur mengungkapkan imannya kepada Tuhan dalam ayat 2, ia mengatakan: 「Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!」 Dia tahu bahwa segala kebaikan berasal dari TUHAN, bukan dari dewa-dewa yang disembah oleh orang Kanaan. Kebanyakan umat Kristiani tidak akan mengira bahwa berkat yang mereka peroleh berasal dari illah palsu, tetapi mungkin mereka mengira bahwa itu adalah buah jerih payah mereka sendiri, sehingga lupa bersyukur dan merasa bangga atas diri sendiri?
Pemazmur bertekad untuk percaya bersandar kepada Allah yang telah memberinya kebaikan (ayat 7-8), dan mengatakan: 「… Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.」Pertanyaannya, bagaimana pemazmur bisa memandang kepada TUHAN yang tidak dapat dilihat mata? Kalimat selanjutnya menyebutkan bahwa Dia berada di sebelah kanan pemazmur. Di manakah Allah berada? Apakah manusia dapat membuat Allah terlihat, bahwa Tuhan bisa digerakkan dan dimanipulasi oleh manusia?
Perlu kita ingat bahwa Mazmur ditulis dengan gaya puitis dan tidak selalu ditafsirkan secara harfiah. Pemazmur selalu menempatkan TUHAN sebagai yang utama, memandang Allah adalah Tuhan (ayat 2-3), selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan beribadah kepada-Nya (perhatikan ayat 11 「di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah」), dan bersandar kepada-Nya. Pada saat yang sama, dia bersedia untuk mematuhi peraturan-peraturan-Nya (lihat 18:22, pemazmur menempatkan hukum dan perintah Allah di hadapannya). Menaati peraturan juga mengingatkan ayat 7 「Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku」 dan ayat 11 「Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan.」
Ketika pemazmur mendekat untuk menyembah Allah dan menaati perintah-Nya, Dia berada di sebelah kanan pemazmur, melindunginya (lih. 121:5, 「Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu」); maka pemazmur tidak akan guncang, ayat 9 「Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram」 bersukacita dan berbahagia dalam roh, dan mempunyai sukacita penuh dan nikmat kebahagiaan kekal (ayat 11 「di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa」).
「Sukacita」 kebahagiaan yang dibahas dalam Alkitab bukanlah kebahagiaan dan sukacita yang bersifat jangka pendek, melainkan kedamaian, kepuasan, dan rasa aman yang bertahan kekal. Sama seperti sukacita yang disebutkan dalam surat Filipi, hal ini mencakup: tidak merasa cemas secara berlebihan (Filipi 4:4-6), mampu beradaptasi dengan situasi apa pun (10-13) dan seterusnya. Bagaimana cara mendapatkan sukacita ini? Itu adalah 「senantiasa memandang kepada TUHAN」 yakni menempatkan Allah di depan, senantiasa mendahulukan Allah, menempatkan Allah sebagai yang utama. Berkat yang diterima Maria berkaitan dengan duduk di kaki Yesus dan mendengarkan pengajaran firman-Nya. Ia tidak seperti Marta yang khawatir dan kesusahan dalam banyak hal (Lukas 10:38-42). Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden setelah mereka berbuat dosa, dan sama seperti Kain tidak dapat melihat wajah Allah (Kejadian 4:14). Ketika kita menghadapkan Tuhan di depan kita, atau datang ke hadirat-Nya (ayat 11), kita dapat menikmati sukacita sejati yang dinikmati nenek moyang kita yang pertama di Taman Eden sebelum mereka berbuat dosa (penulis Kejadian menggambarkan Allah mengunjungi mereka di taman itu setiap hari, dan mereka berbicara; Kejadian 3:8), yaitu suatu sukacita yang memuaskan kita dan merupakan berkat yang kekal (ayat 11).
Doa:
Tuhan! Tolonglah aku untuk mengambil tindakan hari ini untuk mendahulukan Engkau, menempatkan Engkau di hadapan segala-galanya, yaitu mendekatkan diri kepada-Mu dan bersekutu dengan-Mu, sehingga aku dapat memperoleh 「sukacita」 sejati yang disebutkan dalam ayat 9-11.
Doa bacaan
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.