「TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 3:1-8 [ITB])
1 Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.
Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;
2 banyak orang yang berkata tentang aku: 「Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.」 Sela
3 Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
4 Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus. Sela
5 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!
6 Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
7 Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.
8 Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela
Mazmur ini merupakan permohonan pribadi yang pertama dalam Kitab Mazmur. Pemazmur memohon kepada Allah untuk menyelamatkannya dari musuh-musuh yang menyerang dirinya. Dia percaya bahwa Allah akan membantunya, jadi dia tidak perlu takut pada mereka. Mazmur permohonan adalah mazmur yang ditulis untuk memohon pertolongan kepada Allah ketika menghadapi tantangan (penyakit, bahaya maut, penganiayaan musuh, dan lain-lain). Isaac Bashevis Singer, pemenang Hadiah Nobel Sastra tahun 1978, pernah berkata, 「Saya berdoa hanya ketika saya dalam kesulitan. Untungnya, saya selalu dalam kesulitan, jadi saya berdoa setiap saat.」 Cara yang baik untuk menghadapi hidup (terutama penganiayaan) adalah 「senantiasa berdoa」
Di ayat 1-2 pemazmur menyebutkan mengapa dia berseru kepada Allah karena dia mengalami penganiayaan dan banyak musuh yang menyerangnya (perhatikan peningkatan dan banyaknya orang di ayat 1). Meski begitu, imannya meningkat pesat melalui doa, dan dia bahkan dapat menyatakan: Sekalipun puluhan ribu orang datang mengepung aku, aku tidak akan takut (ayat 6).
Ia percaya dengan iman. Pertama, Allah adalah pelindungnya, dia berkata: 「Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku」 (ayat 3) 「Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!」(ayat 5). Kedua, Allah akan menjawab doa, 「Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus」 (ayat 4), kata 「menjawab」 dalam bentuk belum selesai (imperfect tense), menyiratkan bahwa Allah selalu melakukan hal ini.
Ketika kita menghadapi penganiayaan, kita harus bersandar pada Allah yang melindungi dan menopang kita, serta berfokus pada Allah semesta alam, daripada hanya melihat berapa banyak dan berapa kuatnya musuh kita. Kalau kita beriman kepada Allah sebagai perisai, pelindung, dan penopang, kita bisa meredam ketakutan kita dan menghadapi aniaya dengan tenang, serta tidur kita tidak terganggu (ayat 3: aku membaringkan diri, lalu tidur). Allah berkata kepada Abraham, 「Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.」 (Kejadian 15:1) Perintah yang sering diberikan dalam Alkitab adalah: 「Jangan takut, percaya saja.」 Iman percaya kepada Allah sebagai perisai, pelindung, dan pemelihara membantu kita menghadapi musuh apa pun tanpa rasa takut, termasuk penyakit dan kematian. Bukankah karena pemazmur percaya bahwa Allah adalah Gembala sehingga ia tidak takut pada lembah kekelaman, bayang-bayang maut (Mazmur 23:4)?
Ayat 7 「Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik,」 ini adalah permohonan pemazmur, meminta Allah melakukan tiga hal baginya: pertama, menyelamatkan dia dari celaka musuh-musuhnya. Kedua, mohon agar Allah memukul rahang semua musuh. Ketiga, mohon agar Allah mematahkan gigi orang fasik. Permintaan kedua dan ketiga sebagai hal-hal yang telah terjadi, mengungkapkan keyakinan pemazmur bahwa Allah akan melakukan ini, namun pada awalnya itu adalah tindakan permohonan kepada Allah.
Saat kita dianiaya, bisakah kita meminta Allah untuk menghadapi musuh kita seperti yang dilakukan pemazmur (memukul rahang, mematahkan gigi), atau bahkan meminta Allah untuk menghadapi nenek moyang dan keturunannya? Seperti 109:9-14 「Biarlah anak-anaknya menjadi yatim, dan isterinya menjadi janda. Biarlah anak-anaknya mengembara tidak keruan dan mengemis, … Biarlah kesalahan nenek moyangnya diingat-ingat di hadapan TUHAN, dan janganlah dihapuskan dosa ibunya」
Jawabannya adalah: Tidak. Kita tidak bisa meniru pemazmur dalam mengutuk musuh kita, karena mazmur mempunyai latar belakang yang berbeda dan kondisi khusus, dan Perjanjian Baru dengan jelas mengajarkan kita untuk mengasihi musuh kita serta berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (Matius 5:38-39, 44) Kita harus percaya bahwa Allah pada akhirnya akan menegakkan keadilan bagi kita. Kita tidak boleh membalas dengan gigi ganti mata atau mata ganti mata.
Doa:
Tuhan! Saat saya menghadapi serangan, tolong bantu saya untuk tidak terlalu takut dan tidur nyenyak dengan percaya kepada-Mu sebagai perisaiku. Tolong bantu saya untuk berdoa syafaat bagi musuh-musuhku daripada membenci mereka dan mengharapkan penderitaan mereka.
Doa Transformasi: berdoalah menggunakan ayat 1 dalam bahasa Anda sendiri.
Doa langsung: dengan sikap doa bacalah ayat 3 beberapa kali.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.