Tag Archives: Surat Timotius

2 Timotius 2:8-13

29 Mar 2018 – Kamis Putih

Jika Kita Tidak Setia, Dia Tetap Setia

(2 Timotius 2:8-13)
8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. 9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. 10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. 11 Benarlah perkataan ini:

“Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia;
jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita;
13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia,

karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Renungan
Rasul Paulus duduk di penjara. Namun ini bukan hal yang paling buruk. Dia baru saja dikhianati. Di awal surat (1:15), kita melihat gereja Asia telah mengabaikan dia – mereka menyangkalnya pada saat ia berdiri teguh demi injil.

Betapa dekatnya pengalaman ini dengan Yesus. Para pengikut-Nya begitu cepat lari pada saat mereka menyangkal, menyangkal, menyangkal Dia. Yang disebut sebagai teman yang pernah sekali berbicara tentang kesetiaan yang hebat, sekarang melarikan diri di hadapan bahaya yang mengancam tubuh.

Bagaimana dengan kita, yang pernah menyebutkan selusin kali doa pendosa (aku menghitung 47 kali untuk diriku sendiri), berdiri di pelayanan yang tidak terhidung, membuat sumpah dan menyanyikan lagu-lagu dengan penuh semangat. Namun dalam hitungan hari… kita didapati menyangkal, kita mendapati diri sendiri tanpa kesetiaan.

Kita menyangkal sumpah kita sendiri, menyembunyikan harta, merubah prioritas, melarikan diri dari penolakan. Jika ini dilanjutkan, tidakkah Dia akan melakukan hal yang sama?

Namun, ketika Kristus bangkit, di sana tidak ada teguran, tidak ada api penghakiman, kata pertama-Nya adalah ‘Shalom’ (damai). Mereka tidak setia, tetapi Dia tetap setia. Mereka meninggalkan Dia, tetapi Dia tidak pernah meninggalkan mereka. Mengapa? Karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.

Charles Spurgeon pernah berkata: “Aku memberitahukan anda bahwa Dia tidak dapat menolak anda: itu akan menyebabkan Ia merusak keseluruhan karakter-Nya dan menyangkal ke-Kristusannya sendiri. Untuk menolak seorang pendosa yang datang akan menyangkal ke-Yesusannya sendiri, dan membuat-Nya menjadi orang lain. Pergilah dan cobailah Dia, lemparkan diri anda kepada-Nya, dan anda akan menemukan Dia setia. ‘Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.'”

Allah kita adalah setia, Dia tidak pernah berubah. Bahkan jika sekarang anda telah mengacuhkan Dia, menolak Dia – berbaliklah dan lihat bagaimana Dia merespon. Dia tidak menyimpan dendam. Dia tidak menyimpan catatan kesalahan. Dia akan menyapu bersiih dan berkata datanglah putra-Ku, putri-Ku – mari kita memulai ulang. Mengapa? Karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya sendiri.

Doa
Bapa yang murah hati, aku minta maaf karena melanggar ucapanku, merubah pemikiranku, sembrono dengan panggilan-Mu. Aku memohon pengampunan-Mu. Bawalah aku kepada kaki Yesus dan tunjukkanlah kepadaku kasih karunia-Mu di salib-Nya. Biarlah aku melihat bahwa Engkau setia dan benar. Bersihkan aku, sembuhkan aku, pulihkan aku, sebutkanlah panggilan-Mu kepadaku sekali lagi. Amin.

Tindakan
Meditasikanlah cara-cara anda pernah tidak setia kepada Kristus. Meditasi lebih lagi kepada cara-cara di mana Dia telah setia kepada anda. Tuliskanlah bila hal itu menolong.

Rev. Dr. Dev Menon
Pastor
Zion Bishan Bible-Presbyterian Church

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)