「Sebuah Jalan yang Tidak Mudah」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Luk. 4:31-44 [ITB])
31Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
33Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34「Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.」
35Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: 「Diam, keluarlah dari padanya!」 Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
36Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: 「Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.」37Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
38Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. 39Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
40Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
41Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: 「Engkau adalah Anak Allah.」 Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
42Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. 43Tetapi Ia berkata kepada mereka: 「Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.」 44Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
Setelah Yesus mengalami pencobaan iblis, Ia secara mendalam yakin jalan yang sepatutnya diambil oleh diri-Nya, yakni jalan kayu salib. Yesus bukan seperti Musa di waktu yang dahulu, secara politik memimpin umat Israel melarikan diri ke tempat lain, juga tidak memuaskan harapan orang Yahudi secara umum ingin merebut kekuatan militer dan kekuasaan politik, untuk mendirikan sistem keagamaan dan politik yang merdeka. Tetapi ini tidak berarti bahwa Yesus tidak berkuasa membuat mereka yang teraniaya, yang dilupakan, memiliki sebuah kehidupan yang dibalikkan. Yesus dalam membawakan pemberitaan di rumah ibadat di Nazaret, menyatakan akan merealisasikan perkara yang demikian ini, mengumumkan kedatangan tahun rahmat Tuhan bagi orang yang berkenan kepada Allah.
Dan perikop hari ini yang hendak kita renungkan, benar-benar menjelaskan kedatangan tahun rahmat Tuhan, bukan merebut kembali tampuk kuasa politik, sebaliknya Yesus hendak mengumumkan kedaulatan dan kuasa diri-Nya kepada kerajaan kejahatan, sekali lagi menggentarkan kuasa roh jahat.
Di Nazaret setelah Yesus membawakan berita yang bersifat menjungkirbalikkan, maka Lukas mencatat tindakan pertama mengusir setan yang ditulis dalam Injil Lukas. Peristiwa mengusir setan tentu saja membuat kita percaya secara mendalam tanpa ragu bahwa kuasa Yesus melampaui kuasa gelap, saat kita dengan teliti merenungkan perikop ini, kita mungkin akan ikut merasakan secara lebih mendalam atas kesulitan yang Yesus alami saat Ia menjalankan misi-Nya. Saat Yesus mengusir setan, roh jahat berteriak: 「Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?」「Mengapa Engkau menginterferensi kami?」 Kalimat ini bahasa aslinya adalah τί ἡμῖν καὶ σοί (ti emin kai soi), diterjemahkan secara langsung yakni 「What to us and you? Apa terhadap kami dan kamu?」 Sebenarnya apa makna kalimat ini? Di Septuaginta (Perjanjian Lama bahasa Yunani), kalimat ini umum dipakai, di 2 Raj. 3:13, Hak. 11:12, 2 Sam. 16:10, semuanya memakai kalimat ini untuk menyatakan ada pekerjaan yang mendapat gangguan campur tangan dan ditentang. Dapat dilihat frasa pendek ini membawakan makna bahwa ada kuasa yang menerima interferensi atau dimusnahkan. Perkataan yang selanjutnya diucapkan oleh roh jahat: 「Engkau datang hendak membinasakan kami?」 juga telah membuktikan makna ini. Oleh karena itu bagi Yesus, misi-Nya adalah membuat orang yang mendapat gangguan campur tangan yang diinterferensi roh jahat, mendapatkan pelepasan dan kebebasan; dan yang bisa membuat orang mendapatkan pelepasan dari roh jahat, hanya Yesus Anak Allah, hanya Ia yang dapat menginterferensi roh jahat yang menginterferensi orang.
Sebenarnya di masa antara dua Perjanjian, orang Yahudi juga memiliki 「buku petunjuk」 mengusir roh jahat. Di dalam film 《Maria Magdalena》 terdapat cuplikan proses pengusiran setan, orang yang dirinya dirasuk roh jahat akan merasakan penderitaan yang sangat besar, dan akan mendapatkan celaka. Tetapi dalam peristiwa yang dicatat Injil Lukas pasal 4, saat Yesus mengusir setan tidak menyebabkan keadaan seperti ini, lihat Luk. 4:35 「maka (setan) keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.」 Inilah mengapa orang banyak semuanya terkejut dan bertanya: 「Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.」
Renungkan: karena Yesus dalam pandangan orang hanyalah dilahirkan di kota Nazaret, telah memperlihatkan kuasa dan kekuatan mengusir roh jahat yang dahulu tidak terdapat pada umumnya orang Yahudi, maka saat Yesus akan merealisasikan penebusan yang ajaib, bisa membawakan dua kutub reaksi yang berbeda, pertama adalah mendatangkan rasa iri (tokoh keagamaan Yahudi pada akhir menuntut Yesus disalibkan, lihat Luk. 6:11), kedua membuat orang-orang yang tidak memiliki kekuasaan tidak memiliki pengaruh (mereka orang-orang jelata mengikut Yesus, lihat Luk. 8:1-3) dengan sukarela mengikut Yesus.
Ini membuat kita makin memahami, Yesus yang berjalan di dalam kehendak Allah, dari dahulu bukan melewati jalan yang mudah. Kiranya Roh yang menggerakkan hati Yesus lanjut menggerakkan hati kita, agar kita tidak lupa anugerah salib, mengikuti jalan yang Ia hendak kita lalui.