Tag Archives: Perisai

Efesus 6:16-17

Perlengkapan senjata milik Allah (2)

Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Efesus 6:16-17 [ITB])
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,

Hari ini kita melanjutkan untuk merenungkan tiga item berikutnya dalam perlengkapan senjata Allah.

Ayat 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, perlengkapan senjata keempat adalah iman, yang dalam bahasa Yunani dapat mencakup beberapa makna, termasuk iman, yakin, dan percaya. Dalam penggunaan yang sebenarnya, bahkan ada pemakaian di mana beberapa makna bercampur, mencerminkan bahwa konsep-konsep yang terkandung dalam kata ini terkait satu sama lain dan tidak dapat dengan mudah dipisahkan dengan jelas. Karena kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus maka memiliki isi daripada iman, dan Alkitab juga menekankan bahwa iman ini harus diwujudkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, ayat Alkitab yang berbeda akan menggunakan kata ini untuk mengekspresikan aspek makna dan penekanan yang berbeda sesuai konteks (teks sebelum dan sesudahnya). Di sini, karena mengacu pada perlengkapan senjata yang diberikan Allah kepada orang percaya, maka lebih ditekankan pada pengertian iman dan percaya.

Di sini Paulus memilih untuk menggunakan metafora perisai (θυρεὸν thyreon / shield) untuk iman ini. Perhatikan bahwa ini bukan perisai kecil (ἀσπίς aspís) yang lebih umum digunakan oleh prajurit secara individu, tetapi perisai besar yang biasanya digunakan untuk pertahanan di barisan depan seluruh barisan prajurit. Perisai ini umumnya terbuat dari kayu dan kulit, direndam dengan air sebelum digunakan sehingga bisa memadamkan panah yang terbakar. Tetapi perisai semacam ini akan mengering setelah waktu yang lama, hanya dapat menahan panah, tetapi akan terbakar, sehingga perlu diperbarui. Dari metafora ini, kita dapat melihat beberapa makna: peran perlengkapan senjata ini tidak terbatas pada individu, tetapi lebih sering digunakan untuk melindungi kelompok, mengekspresikan elemen penting iman, keyakinan, dan percaya yang menjaga komunitas gereja dapat berdiri teguh, jadi gereja perlu membekali semua orang percaya dengan ajaran iman yang utuh, kesatuan dalam iman. Perisai besar ini kehilangan ketahanan apinya dari waktu ke waktu, sehingga perlu sering diperbarui. Meskipun iman keyakinan dasar kita tidak akan berubah, kita perlu memiliki ekspresi iman yang hidup dalam kehidupan kita agar iman keyakinan kita tidak kehilangan vitalitasnya.

Ayat 17 terimalah ketopong keselamatan, perlengkapan senjata kelima adalah keselamatan. Dalam Yesaya 59:17, TUHAN menyelamatkan umat-Nya digambarkan sebagai Ia mengenakan keadilan sebagai baju zirah dan ketopong keselamatan ada di kepala-Nya. Paulus mungkin telah memilih metafora yang sama, menunjukkan bahwa keselamatan yang dicapai oleh Yesus Kristus mengalahkan musuh.

Terakhir adalah pedang Roh, yaitu firman Allah. Ini umumnya mengacu pada belati pendek, yang lebih defensif, menahan serangan musuh dalam pertempuran jarak dekat. Dalam Ibrani 4:12, pedang pendek juga digunakan sebagai metafora untuk firman Tuhan, yang menyatakan bahwa firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Hal ini menunjukkan bahwa Firman Tuhan seperti cermin yang memungkinkan kita untuk melihat hidup kita sendiri dengan jelas dari perspektif kehendak Tuhan, dan juga memungkinkan kita untuk memahami kehendak Allah. Yesus Kristus adalah teladan kita, Ia memakai Firman Allah dalam menghadapi pencobaan Setan. Jadi kita perlu selalu menyimpan Firman Tuhan di dalam hati kita.

Ayat 6:14 berdirilah tegap … dan 6:17 terimalah … masing-masing dinyatakan sebagai dua kata kerja imperatif, yang merupakan gema dari keseluruhan panggilan untuk berperang: sebagai permulaan kita harus berdiri teguh, dan akhirnya mengangkat perlengkapan senjata Allah. Kita tidak tahu kapan serangan musuh akan datang, jadi kita harus siap setiap saat.

Renungkan:
Apakah kita memiliki iman yang kokoh, keyakinan yang kokoh, dan senantiasa selalu membiarkan Firman Tuhan berdiam di dalam hati kita?


Renungan pemahaman Surat Efesus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 4-6 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan April 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.