Tag Archives: perbudakan

Imamat 19:28-29

Jangan melakukan perbudakan dan persundalan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 19:28-29 [ITB])
28 Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu;
Akulah Allah.
29 Janganlah engkau merusak kesucian anakmu perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal, supaya negeri itu jangan melakukan persundalan, sehingga negeri itu penuh dengan perbuatan mesum.

Larangan Imamat 19:28-29 membawakan semacam perlindungan bagi orang.

Pertama-tama, kalimat asli Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati, dalam bahasa aslinya tidak ada kata orang mati, terjemahan literal dari bahasa aslinya adalah janganlah menggores yang hidup, yang kamu berikan kepada dagingmu, mengingatkan kita pada ritual para nabi Baal waktu menyembah Baal (1 Raj. 18, … barangkali ia tidur, dan belum terjaga. Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak), jadi ayat ini terutama melarang penyembahan berhala, menunjukkan bahwa orang-orang Israel tidak boleh berpartisipasi dalam penyembahan dewa asing. Ritual pemujaan Baal semacam ini adalah memakai cara melukai tubuh sendiri untuk membangunkan Baal yang sedang tidur. Ini juga merupakan bentuk penghinaan terhadap tubuh dan penghinaan terhadap kodrat manusia, oleh karena itu hukum Allah melarangnya.

Kedua, janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu agak sulit untuk dipahami. Jacob Milgrom berpendapat bahwa ayat ini harus dipahami dalam sistem budak. Di Timur Dekat kuno, jika seseorang dijual sebagai budak, ia harus ditato di tubuh menunjukkan bahwa orang tersebut milik tuan tertentu. Dengan demikian, larangan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu adalah larangan terhadap orang Israel menjadi budak, itu berlaku untuk budaya dan latar belakang perbudakan pada saat itu. [1] Oleh karena itu, sebenarnya larangan ini adalah mencegah memperlakukan orang Israel sebagai budak. Perbudakan mengubah karakter seseorang menjadi benda milik seseorang, merupakan penyangkalan sifat manusia. Larangan ini menentang perbudakan, tujuannya adalah untuk membuat orang Israel menjadi orang merdeka dan menjalani kemanusiaan yang layak.

Ketiga, Imamat 19:28 terdapat Akulah Allah, menjelaskan alasan mengapa orang Israel harus mematuhi larangan ini bukan karena faktor sosial dan politik lainnya, tetapi karena TUHAN adalah Allah Israel, Dia mengharapkan Israel untuk menghidupi kekudusan-Nya (Im. 19:2), dengan mematuhi larangan ini memasukkan kekudusan Allah ke dalam umat Israel. Karena itu, ketika orang-orang Israel tidak berpartisipasi dalam penyembahan dewa-dewa asing dan tidak menjadikan saudara-saudara mereka sebagai budak, mereka dapat menghidupi sebagai umat kudus.

Imamat 19:29 memerintahkan semua ayah untuk tidak menjadikan putrinya menjadi perempuan sundal, karena ayah yang ingin mendapat keuntungan membuat putrinya menjadi alat untuk mencari uang. Ayat ini mengatakan bahwa aktivitas pelacuran adalah kejahatan besar, kejahatan besar ini mengacu pada fakta bahwa ayah menjadikan putrinya menjadi budak seks demi mendapatkan keuntungan, dan kejahatan besar juga mengacu pada percabulan yang dibawa oleh pelacuran. Dua kejahatan besar ini membuat negeri itu najis, dan pada saat yang sama membuat manusia menjadi benda, menjadi budak seks dan alat.

Renungkan:
Hukum Allah adalah untuk melindungi kodrat manusia. Sebenarnya, kita sekarang ini mungkin tidak begitu buruk menyembah Baal atau menjadikan orang budak dan pelacur, tetapi apakah kita memperlakukan orang lain dan karyawan kita sebagai budak serta hanya alat untuk menghasilkan uang? Apakah kita tanpa sadar memandang orang-orang di sekitar kita sebagai alat / benda? Mohon Tuhan membantu kita menghayati menghidupi kemanusiaan yang diharapkan oleh hukum Allah.

[1] Jacob Milgrom, Leviticus 17-22, Anchor Bible 3A (New York: Doubleday, 2000), 1694-5.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.