Tag Archives: Molokh

Imamat 20:1-5

Tidak boleh mengorbankan anak kepada Molokh

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 20:1-5 [ITB])
1 Allah berfirman kepada Musa: 2 「Engkau harus berkata kepada orang Israel:
Setiap orang, baik dari antara orang Israel maupun dari antara orang asing yang tinggal di tengah-tengah orang Israel, yang menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, pastilah ia dihukum mati, yakni rakyat negeri harus melontari dia dengan batu. 3 Aku sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya, karena ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dengan maksud menajiskan tempat kudus-Ku dan melanggar kekudusan nama-Ku yang kudus.
4 Tetapi jikalau rakyat negeri menutup mata terhadap orang itu, ketika ia menyerahkan seorang dari anak-anaknya kepada Molokh, dan tidak menghukum dia mati, 5 maka Aku sendiri akan menentang orang itu serta kaumnya dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya dan semua orang yang turut berzinah mengikuti dia, yakni berzinah dengan menyembah Molokh.

Ketika kitab Imamat sedang menuliskan kekudusan perilaku seksual dan kekudusan keadilan sosial, tiba-tiba di pasal 20 beralih kepada jenis peraturan lain: tidak boleh mengorbankan anak kepada Molokh. Bagaimana seharusnya kita memahami peraturan ini? Pengingat apa untuk hidup kita?

Pertama-tama, apa sebenarnya Molokh itu? Ketika kita memeriksa literatur dan belajar tentang dewa-dewa dari Timur Dekat kuno, kita tidak menemukan adanya dewa Molokh, sehingga nama ini tampaknya tidak mengacu pada satu dewa yang spesifik, tetapi mengacu pada sesuatu yang lain. Beberapa ahli dengan bukti yang menyakinkan menunjukkan bahwa Molokh (Molech) adalah kombinasi dari dua kata bahasa Ibrani, yakni kata raja dan hina, itu adalah mengambil vokal raja dan kombinasi dengan kata hina, sehingga Molokh mungkin berarti raja yang hina memalukan, yaitu, jika seorang raja mengorbankan anak-anaknya sebagai korban bakaran kepada dewa-dewa, raja itu adalah raja yang hina memalukan. Di masa itu, banyak raja Timur Dekat Kuno mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban kepada para dewa. Di satu sisi, mereka berharap mencoba untuk menyenangkan para dewa dan mengungkapkan pengorbanan diri mereka. Di sisi lain, juga cenderung menjadi alat politik, agar rakyat bisa melihat betapa saleh diri mereka dan penuh pengorbanan, mendorong rakyat untuk melakukan pengorbanan yang sama, ini adalah alat politik yang efektif dalam budaya saat itu. Namun, umat Israel tidak boleh melakukannya, tidak boleh mengikuti arus utama budaya Timur Dekat kuno, dan bahkan itu adalah teknik politik yang sering dipakai dan efektif, tidak boleh ditiru. Orang Israel harus berbeda dari bangsa-bangsa, harus menghidupi kualitas hidup kudus.

Dengan demikian, tuntutan tidak boleh mempersembahkan anak-anak kepada Molokh sebenarnya merupakan tuntutan untuk tidak meniru bangsa-bangsa mempergunakan anak-anak mereka sendiri sebagai sarana politik, di satu sisi, menunjukkan rasa hormat dan berharga bagi kehidupan manusia, dan di sisi lain, itu juga menunjukkan bahwa orang Israel harus berbeda dari bangsa-bangsa. Orang Israel sering tergoda kebiasaan bangsa-bangsa asing. Mereka sering tergoda untuk memerintah negaranya sendiri dengan apa yang menurut bangsa asing adalah cara yang efektif. Terkadang ketika mereka melihat negara lain kuat, mereka cenderung menggunakan tangan orang lain untuk memerintah. Dan ternyata, raja Ahas dari Yehuda membakar anak-anaknya sebagai korban dalam api (2 Taw. 28:3), dan tindakannya jelas dipengaruhi oleh bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, penulis Imamat harus dengan jelas menyatakan larangan ini dalam 20:1-5.

Jika orang Israel atau orang asing yang tinggal di tengah-tengah melakukan ini, maka rakyat negeri harus melontari dia dengan batu sampai mati (20:2), untuk menghapus kejahatan dari umat itu, dan Allah sendiri akan menentang orang itu dan akan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya (20:3) artinya orang itu bukan lagi bagian dari umat anugerah. Selanjutnya, jika seseorang melihat ada orang yang melakukan ini namun menutup mata, ia juga harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya (20:4, 5), menunjukkan bahwa ini adalah salah satu kejahatan paling serius, dan pelakunya harus menerima hukuman.

Renungkan:
Pernahkah Anda tergoda untuk mencapai tujuan Anda dengan cara yang tidak sesuai dengan kehendak Allah? Dahulu, Allah melarang orang Israel untuk berasimilasi dengan kebiasaan bangsa-bangsa asing, hari ini, apakah Anda secara bertahap berasimilasi dengan praktik orang lain? Berdoa memohon agar Allah membantu kita untuk mengingat perintah Allah dan tidak melakukan dosa.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.