「Cinta dan kasih sayang antara dua orang」
Oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kid. 4:9-5:1 [ITB])
9 Engkau mendebarkan hatiku, dinda, pengantinku,
engkau mendebarkan hati dengan satu kejapan mata,
………dengan seuntai kalung dari perhiasan lehermu.
10 Betapa nikmat kasihmu, dinda, pengantinku!
………Jauh lebih nikmat cintamu dari pada anggur,
………dan lebih harum bau minyakmu dari pada segala macam rempah.
11 Bibirmu meneteskan madu murni, pengantinku,
………madu dan susu ada di bawah lidahmu,
………dan bau pakaianmu seperti bau gunung Libanon.
12 Dinda, pengantinku, kebun tertutup engkau,
………kebun tertutup dan mata air termeterai.
13 Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima
………dengan buah-buahnya yang lezat,
………bunga pacar dan narwastu,
………14 narwastu dan kunyit,
………tebu dan kayu manis dengan segala macam pohon kemenyan, mur dan gaharu,
………beserta pelbagai rempah yang terpilih.
15 O, mata air di kebun, sumber air hidup,
………yang mengalir dari gunung Libanon!
16 Bangunlah, hai angin utara, dan marilah, hai angin selatan, bertiuplah dalam kebunku,
………supaya semerbaklah bau rempah-rempahnya!
…..Semoga kekasihku datang ke kebunnya dan makan buah-buahnya yang lezat.
5:1 Aku datang ke kebunku, dinda, pengantinku,
………kukumpulkan mur dan rempah-rempahku,
………kumakan sambangku dan maduku,
………kuminum anggurku dan susuku.
Makanlah, teman-teman, minumlah, minumlah sampai mabuk cinta!
Mengikuti setelah 「Puisi nyanyian tubuh」 (Waṣf) di ayat 1-7, 《Kitab Kidung Agung》 masuk ke dalam deskripsi hubungan pernikahan antara tokoh pria dan tokoh wanita. Dalam teks bahasa Ibrani כַלָּ֑ה אֲחֹתִ֣י ‘a·cho·Ti chal·Lah 「dinda, pengantinku」 di perikop ini muncul empat kali (ayat 9, 10, 12 dan 5:1), dengan jelas merangkai beberapa ayat ini. Bagian puisi ini menceritakan hal-hal paling intim dalam hubungan pernikahan dengan cara yang indah dan sehat. Hubungan seksual antara suami dan istri, adalah hadiah berharga dari Allah, di mana suami dan istri dapat saling mengungkapkan cinta satu sama lain, dan ini adalah kehendak Allah ── agar seorang laki-laki dan seorang perempuan melalui karunia ini, di dalamnya menikmati cinta kasih dan memenuhi janji komitmen seumur hidup.
Dalam teks bahasa asli, sebelum dan sesudah frasa 「dinda, pengantinku」 terdapat kata לִבַּבְתִּ֖נִי lib·bav·Ti·ni「engkau mendebarkan hatiku」, dan kemudian dilanjutkan 「dengan satu kejapan mata」, tepat mengungkapkan pandangan mata pengantin wanita saja sudah membuat pengantin pria 「terpesona」, 「jatuh cinta」.
「Bibir」 dalam ayat 11 mungkin merupakan bahasa simbolik untuk menggambarkan daya tarik bibir pengantin wanita; tetapi itu juga merupakan teknik sastra yang disebut 「metonimi」 (metonymy), yaitu, penulis menggunakan kosa kata lain yang terkait erat dengan kata asli yang hendak disampaikan, maka kata 「bibir」 yang digunakan dapat dipahami sebagai 「perkataan」. Dengan demikian, mempelai pria berciuman dengan mempelai wanita, tetapi juga memuji perkataan manis dari mempelai wanita (indra pendengaran). Frasa 「bau pakaianmu」 yang disebutkan di paruh kedua ayat, membuat keintiman kedua orang tidak hanya 「indra rasa」, tetapi juga menikmati 「indra penciuman」. Sama seperti 「satu kejapan mata」 (indra penglihatan) di ayat 9, ayat 10 sampai 11 berbicara tentang hubungan yang lebih intim 「lebih indah」, 「lebih manis」 dan 「lebih harum」.
Ayat 12 「kebun tertutup engkau, kebun tertutup dan mata air termeterai」, menjelaskan bahwa mempelai wanita hanya akan menghargai dan mencintai keterbukaan pengantin pria saja, hanya mengizinkan dia saja yang boleh masuk, karena itu, itu juga mengatakan kepada kita, pengantin wanita ini benar-benar 「tidak bisa didekati」; dan gambar seperti itu mengungkapkan makna 「kesucian」 sang pengantin wanita.
Selanjutnya, ayat 13 sampai 15 adalah deskripsi lebih lanjut dari pemandangan di 「taman」 ini. Akhirnya mempelai laki-laki berpindah dari perumpamaan 「taman」 ke perumpamaan tentang 「mata air」 di ayat 15, sebagai ringkasan dari ayat 12 sampai 14, dan sebagai korespondensi dari ayat 12. Dari kata 「tertutup」, 「tertutup」 dan 「termeterai」 (ayat 12), sampai di ayat 15 「mata air」, 「mengalir」, sang penulis hendak mengatakan: hubungan antara mereka berdua bersifat 「eksklusivitas」 (tidak bisa ada yang lain selain mereka dua orang), di sisi lain, itu juga menunjukkan keaktifan dan vitalitas cinta kasih mereka!
Berikutnya 5:1 adalah tanggapan pengantin pria kepada pengantin wanita, 「memasuki」 ke dalam hubungan seksual yang intim dengan pengantin wanita. Dalam bahasa aslinya 6 kata benda 「mur-ku」, 「rempah-rempah-ku」, 「sarang lebah-ku」, 「madu-ku」, 「anggur-ku」 dan 「susu-ku」 masing-masing terdapat kata akhiran (suffix) 「ku」 (my); di samping itu, beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa 6 kata benda dituliskan dalam bentuk 3 pasangan (murku dan rempah-rempahku; sarang lebah-ku dan maduku; anggurku dan susuku), adalah untuk mengekspresikan pengalaman keseluruhan pengantin pria. Oleh karena itu, dari sudut pandang cinta kasih yang intim, ayat ini dengan jelas menyiratkan pengalaman jasmaniah yang hanya berdua antara tokoh pria dan tokoh wanita saja, dan ayat ini dapat dikatakan sebagai pusat dari 《Kitab Kidung Agung》. (Bahkan ayat 5:1 「Aku datang ke kebun-ku, dinda pengantin-ku, ku-kumpulkan mur-ku dan rempah-rempah-ku, ku-makan sambang-ku dan madu-ku, ku-minum anggur-ku dan susu-ku …」, 「ku」 hampir di setiap kata).
Renungkan:
「Hubungan pernikahan」 memiliki karakteristik 「eksklusif」 tidak bisa ada yang lain selain mereka dua orang. 「Kami」 tertarik satu sama lain, dan pada saat yang sama, di antara 「kami」 ini hanya milik untuk satu sama lain, dan tidak boleh ada orang lain yang terlibat dalam hubungan ini. Lalu, berharga untuk kita perhatikan adalah bahwa sering kali hubungan 「lirik mata yang samar-samar」 membawa kehancuran dalam hubungan pernikahan. Bisakah kita bisa memiliki kejelasan dan kejernihan dalam relasi yang erat dan intim?
Renungan pemahaman Kitab Kidung Agung
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kidung Agung ditulis oleh Rev. Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.