「Pemimpin maupun rakyatnya semua jatuh dalam dosa」
Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yesaya 8:11-18 [TB2])
5 TUHAN berfirman lagi kepadaku,
6 「Oleh karena bangsa ini telah menolak
………air Syiloah yang mengalir perlahan,
………dan tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya,
7 sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai
………yang kuat dan besar,
………– raja Asyur dengan segala kemuliaannya –
………meluap atas mereka.
Air ini akan meluap melampaui segenap salurannya
………dan mengalir melampaui segenap tepinya,
8 serta menerobos masuk ke Yehuda,
………melanda dan membanjirinya sampai ke leher.
Bentangan sayap-sayapnya akan menutupi seantero negerimu」
………Namun, Allah beserta kita!
9 Ketahuilah, hai bangsa-bangsa, dan terkejutlah,
………perhatikanlah, ya segala pelosok bumi,
siaplah berperang, dan kamu akan terkesiap,
………siaplah berperang, dan kamu akan terkesiap!
10 Susunlah siasat, pasti akan gagal!
………Ambillah keputusan, pasti tidak terlaksana!
………Sebab, Allah beserta kami!
11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku ketika tangan-Nya menguasai aku, dan Ia memperingatkan aku supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini,
12 「Jangan anggap persekongkolan
………segala yang disebut bangsa ini persekongkolan,
apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar.
13 Tetapi, TUHAN Semesta Alam,
Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus;
………kepada-Nyalah kamu takut dan terhadap Dialah kamu gentar.
14 Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga batu sentuhan
………dan batu sandungan
bagi kedua kaum Israel itu,
………serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem.
15 Banyak di antara mereka akan tersandung,
………jatuh dan luka parah,
………terperangkap dan tertawan.」
16 Simpanlah kesaksian ini dan meteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku. 17 Maka aku hendak menantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap keturunan Yakub; aku hendak berharap kepada-Nya. 18 Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan peringatan di antara orang Israel dari TUHAN Semesta Alam yang bersemayam di Gunung Sion.
19 Apabila orang berkata kepada kamu, 「Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit,」 maka jawablah, 「Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada ilahnya? Haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang mati bagi orang hidup 20 untuk memperoleh pengajaran dan pesan?」 Siapa yang tidak menjawab sesuai dengan perkataan seperti itu, baginya tidak terbit fajar. 21 Orang akan lalu-lalang di negeri itu, melarat dan lapar, dan ketika lapar, mereka akan gusar dan akan mengutuk rajanya dan Allahnya. Orang akan menengadah ke langit, 22 dan melihat ke bumi, ternyata hanya kesesakan dan kegelapan, kesuraman yang mengimpit, dan mereka akan dibuang ke dalam kegelapan.
Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa tema bagian ini adalah 「menunggu TUHAN yang memalingkan muka-Nya.」 Selain itu, beberapa peneliti Alkitab mengusulkan bahwa bagian ini mempunyai 「struktur kiastik」 (chiastic structure, bentuk penataan teks di mana ide atau konsep disusun secara simetris ABCB’A’ di antaranya A berhubungan dengan A’, B dengan B’, C di tengah-tengah sebagai titik puncak):
A. Yesaya tidak mengikuti orang banyak (8:11)
….B. Ketakutan orang-orang tidak percaya (8:12)
……….C. Orang percaya yang takut akan Allah akan menerima janji (8:13-14a)
….B’ Orang-orang yang tidak percaya akan tersandung dan jatuh (8:14b-15)
A’ Yesaya dan murid-muridnya menantikan Allah (8:16-18)
Allah tidak lagi menoleransi dosa-dosa Yerusalem dan Yehuda, Allah menyingkapkan sisi sikap keras Allah terhadap dosa. Maka 「… ketika tangan-Nya menguasai aku, dan Ia memperingatkan aku supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini …」 (ayat 11), Allah mengajar nabi Yesaya agar tidak mengikuti jalan dosa-dosa bangsa ini. Para nabi dalam Perjanjian Lama memiliki cara berpikir yang sangat unik dan berbeda dengan orang banyak, tidak mengikuti arus khalayak ramai, kontras dengan banyak orang Kristen yang menganggap diri mereka hanyalah orang percaya biasa, bukan nabi, dan kehidupan rohani mereka tidak mungkin bisa mencapai ketinggian nabi, sehingga mereka berpikir bahwa tidak ada yang salah mengikuti orang banyak. Ketika menghadapi krisis, Allah memberi tahu nabi Yesaya, 「Jangan anggap persekongkolan segala yang disebut bangsa ini persekongkolan, apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar,」 hendaknya tidak mengandalkan kekuatan politik atau militer persatuan Israel dan Yehuda. Dalam menganalisis situasi saat ini, bukan tanpa alasan khalayak ramai orang banyak berpikir bahwa mengandalkan kekuatan politik atau militer persatuan Israel dan Yehuda adalah mungkin. Ayat 12 terdapat dua kali penyebutan 「persekongkolan/persepakatan」 (qešer) , yang mengandung makna 「keputusan yang memiliki nilai berharga」, keputusan semacam ini bukanlah perbandingan pelbagai keputusan atau strategi politik yang berbeda dalam tingkat manusia, tetapi sepatutnya keputusan yang dibuat pada tingkat rohaniah.
Oleh sebab itu, ayat 13 menyatakan 「Tetapi, TUHAN Semesta Alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah kamu takut dan terhadap Dialah kamu gentar.」 Ayat ini tidak menganalisis keputusan atau strategi politik mana yang benar, tetapi menunjukkan dari sudut pandang rohani siapa yang harus ditakuti. Apakah Allah atau musuh luar yang kuat? Apakah orang-orang Yahudi benar-benar menguduskan TUHAN? Pertimbangan politik khalayak ramai mungkin benar, dan ancaman politik dan militer eksternal itu nyata; tetapi apakah kekuatan politik atau militer Israel dan Yehuda cukup bersatu untuk menghadapinya? Keputusan apa yang paling benar dan tepat bagi Yehuda? Pemahaman nabi Yesaya adalah bahwa Allah adalah Tuhan atas sejarah, dan ancaman politik dan militer eksternal bukanlah yang utama.
Ayat 14, 「Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem.」 Jika Allah atau firman Allah menjadi batu sandungan bagi orang Israel dan Yehuda, orang banyak akan merasa bahwa iman kepada Allah tidak realistis dan firman Allah tidak menolong, tidak heran misi yang diterima nabi Yesaya sangat berat dan sulit, di luar kemampuan manusia untuk menjelaskan firman Allah kepada orang-orang. Konflik batin nabi Yesaya adalah melihat banyak orang meninggalkan Allah dan berjalan di jalan menuju kebinasaan, 「Banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, terperangkap dan tertawan.」
Namun, akan terdapat yang disebut umat sisa yang beriman disebut murid-murid (limmudim), 「Simpanlah kesaksian ini dan meteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku.」 Nabi Yesaya belajar untuk menantikan Allah yang telah berpaling dari kaum keturunan Yakub, tetapi Allah ini masih bersama Sion, 「Maka aku hendak menantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap keturunan Yakub; aku hendak berharap kepada-Nya. Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan peringatan di antara orang Israel dari TUHAN Semesta Alam yang bersemayam di Gunung Sion.」
Refleksi:
• Apa yang Anda takuti? Apakah Anda lebih takut kepada Allah daripada kekuatan apa pun?
• Jika khalayak ramai orang banyak merasa bahwa firman Allah tidak praktis, apakah Anda bersedia mengikuti orang banyak tersebut?
• Bersediakah Anda tekun menanti Allah, sementara Dia menghakimi khalayak ramai?
Renungan pemahaman Yesaya 1-12
Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.