「Melihat」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 29:16-21 [ITB])
16 Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka.
17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.
18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.
19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.
20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.
21 Siapa memanjakan hambanya sejak muda, akhirnya menjadikan dia keras kepala.
10 ayat terakhir dari pasal 29 lebih fokus pada perbandingan perkataan dan sikap orang fasik dengan orang benar, juga melanjutkan pembahasan tentang 「raja」 dan 「Tuhan」. Ayat 16 「Jika orang fasik bertambah, bertambahlah pula pelanggaran, tetapi orang benar akan melihat keruntuhan mereka.」 Kata 「bertambah」 dan 「berkurang」, 「bangkit」 dan 「binasa」 muncul berkali-kali dalam dua pasal ini (28:12, 28; 29:2). Kata 「bertambah」 pada paruh pertama ayat ini adalah kata yang sama, artinya kedua hal itu berhubungan langsung. Artinya ketika orang fasik bertambah, maka kejahatan jelas bertambah; ketika orang benar meningkat, hal-hal yang benar juga akan meningkat. Jika jumlah orang jahat meningkat dalam masyarakat, masyarakat akan kacau balau, dan kehidupan masyarakat tidak akan damai. Jika 「orang fasik memerintah」 (LZZ), tirani, korupsi, dan pelanggaran hukum akan mengikuti satu demi satu. Raja Ahab dapat dianggap sebagai raja yang paling korup di antara raja-raja kerajaan utara. Dia melakukan lebih banyak kejahatan daripada leluhurnya. Dia melakukan apa yang jahat di mata Allah, melayani Baal dan Asyera, membangun kuil dan mezbah Baal, dll. (lihat 1 Raj. 16:30-33). Ketika raja Ahab melakukan semua hal buruk, apa yang akan terjadi padanya? Ini adalah situasi yang disebutkan di bagian kedua kata bijak, bahwa orang benar akan melihat orang fasik tersandung dan binasa. Di sini orang bijak menyampaikan pesan peringatan dan pesan pengharapan. Bagi orang fasik, ini adalah peringatan bahwa perbuatan jahat tidak akan berlangsung selamanya, bahwa penghakiman akan datang suatu hari, dan penggulingan pada akhirnya akan datang. Merupakan penghiburan bagi orang benar bahwa, meskipun penghakiman belum tiba, kejahatan akan berakhir. Pada saat itu, orang benar akan melihat orang jahat binasa dan keadilan menang.
Ayat 18 「Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.」 Terjemahan yang berbeda memilih kata yang berbeda untuk frasa 「tidak ada wahyu」, misal 「penglihatan」 (RCUV Mandarin). Penglihatan sering digunakan untuk menggambarkan pengalaman pewahyuan seorang nabi. Sering kali Alkitab hanya menekankan bahwa para nabi 「melihat」 (Yes. 2:1; 13:1; Amos 1:1). Selain itu, Alkitab juga mencatat bahwa nabi Yesaya dan Mikha melihat 「penglihatan」 (Yesaya 1:1; Mikha 1:1; Habakuk 1:1) dan seterusnya. Oleh karena itu, apakah yang 「dilihat」 merupakan tujuan akhir dari 「penglihatan」 itu sendiri? Ataulah juga mencakup rencana untuk mencapai visi dan tujuan? Dengan kata lain, ketika orang tidak memiliki penglihatan, mereka tidak memiliki tujuan, atau rencana yang akan mengarahkan mereka ke masa depan. Oleh karena itu, jika seseorang melihat suatu penglihatan, itu memiliki efek normatif dan penuntun baginya. Arti dari paruh kedua kata bijak tersebut lebih jelas dan lebih pasti, menunjukkan bahwa siapa yang menuruti hukum Allah akan diberkati. Para peneliti memiliki interpretasi yang berbeda tentang apakah 「hukum」 di paruh kedua sesuai dengan 「wahyu / penglihatan」 di paruh pertama (「Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum」). Kata 「hukum」 bisa merujuk pada firman Tuhan atau ajaran orang bijak. Di sini yang ingin dijelaskan oleh orang bijak adalah bahwa di satu sisi hukum memiliki fungsi normatif, yaitu menjaga agar pembaca tidak menyimpang dari jalan Tuhan, di sisi lain hukum juga membimbing pembaca ke jalan yang benar.
Renungkan:
1) Di masa lalu, Abraham memohon kepada Allah bahwa jika ada orang benar di Sodom dan Gomora, hari ini kita belajar dari Abraham dan memohon kepada Tuhan untuk menambahkan lebih banyak orang benar ke tanah tempat kita tinggal!
2) Semoga himne 「Be Thou My Vision」 menjadi doa kita:
Be Thou my vision,
O Lord of my heart;
Nought be all else to me
Save that thou art
Thou my best thought
By day or by night,
Waking or sleeping
Thy presence my light
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 24-31 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Mei 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).