「Kristus yang mengalami penderitaan」
Oleh Rev. Dr. Louis Chan Chi-hang (陳智衡)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Matius 27:11-54 [ITB])
11 Ketika Yesus berdiri dihadapkan kepada gubernur, gubernur itu bertanya kepada-Nya, 「Engkaukah raja orang Yahudi?」 Jawab Yesus, 「Engkau sendiri mengatakannya.」
12 Ketika tuduhan terhadap Dia diajukan oleh imam-imam kepala dan tua-tua, Ia tidak menjawab sepatah kata pun. 13 Lalu kata Pilatus kepada-Nya, 「Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?」 14 Namun, Ia tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga gubernur itu sangat heran.
15 Telah menjadi kebiasaan bagi gubernur untuk membebaskan satu orang tahanan pada tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. 16 Pada waktu itu ada seorang tahanan yang terkenal bernama Yesus Barabas. 17 Ketika mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka, 「Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus yang disebut Kristus?」 18 Ia sudah mengetahui bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. 19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, istrinya mengirim pesan kepadanya, 「Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.」
20 Namun, imam-imam kepala dan tua-tua menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. 21 Gubernur itu berkata kepada mereka, 「Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?」 Kata mereka, 「Barabas.」 22 Kata Pilatus kepada mereka, 「Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?」 Mereka semua berseru, 「Ia harus disalibkan!」 23 Katanya, 「Namun, kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?」 Mereka malahan makin keras berteriak, 「Ia harus disalibkan!」
24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, bahkan sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata, 「Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!」 25 Seluruh rakyat itu menjawab, 「Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!」 26 Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus dicambuknya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
27 Kemudian serdadu-serdadu gubernur membawa Yesus ke istana gubernur, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. 28 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah merah kepada-Nya. 29 Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olok Dia, katanya, 「Salam, hai raja orang Yahudi!」 30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya. 31 Sesudah mengolok-olok Dia mereka menanggalkan jubah dari-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya. Serdadu-serdadu membawa Dia ke luar untuk disalibkan.
32 Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.
33 Mereka sampai di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. 34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. 35 Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. 36 Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. 37 Di atas kepala-Nya mereka memasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum, 「Inilah Yesus Raja orang Yahudi.」
38 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya.
39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, 40 mereka berkata, 「Hai Engkau yang mau meruntuhkan Bait Suci dan membangunnya kembali dalam tiga hari, jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu dan selamatkanlah diri-Mu!」 41 Demikian juga imam-imam kepala bersama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olok Dia dan berkata, 42 「Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Bukankah Ia Raja Israel? Biarlah Ia turun dari salib itu, maka kami akan percaya kepada-Nya. 43 Ia mempercayakan diri-Nya kepada Allah; biarlah Allah menyelamatkan Dia sekarang, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku Anak Allah.」 44 Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama Dia juga mencela-Nya demikian juga.
45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. 46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, 「Eli, Eli, lama sabakhtani?」 Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata, 「Ia memanggil Elia.」 48 Segera seorang dari mereka datang; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu melilitkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. 49 Namun, orang-orang lain berkata, 「Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.」 50 Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
51 Lihatlah, tabir Bait Suci terkoyak menjadi dua dari atas sampai ke bawah. Terjadilah gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. 52 Kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal dibangkitkan. 53 Sesudah kebangkitan Yesus, mereka keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata, 「Sungguh, Orang ini Anak Allah.」
Matius 27:11-54 mencatat persidangan dan penyaliban Yesus. Ketika Yesus dituduh di hadapan Pilatus, Dia tidak membela diri, menunjukkan ketenangan dan ketaatan-Nya. Untuk menenangkan masyarakat, Pilatus melepaskan Barabas dan menyerahkan Yesus kepada para prajurit. Yesus diejek, dihina, dicambuk, dan akhirnya memikul salib-Nya sendiri ke Golgota.
Di kayu salib, Yesus diejek oleh orang banyak dan para pemimpin agama, tetapi Dia menanggung semua penderitaan itu dalam kebisuan dan diam. Sebelum meninggalkan dunia ini, Dia berseru dengan lantang: 「Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?」 Ini mengungkapkan rasa sakit penderitaan dan kesepian yang luar biasa ketika menanggung dosa umat manusia. Setelah Yesus meninggalkan dunia, tabir tempat kudus terbelah, melambangkan pembatas antara manusia dan Allah telah diruntuhkan oleh pengorbanan-Nya. Perwira yang melihat gempa bumi dan berbagai penglihatan, mengenali Yesus sebagai Anak Allah.
Pengorbanan Yesus di kayu salib mengingatkan kita bahwa harga dosa sedemikian berat. Penderitaan-Nya bukan sekadar sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga merupakan tindakan penebusan dosa seluruh umat manusia. Benar bahwa setiap tetes darah-Nya dan setiap penderitaan Yesus adalah menanggung akibat dosa bagi kita. Kasih-Nya memanggil kita untuk bertobat, meninggalkan dosa, dan bergerak menuju terang Tuhan. Saat ini, apakah kita masih menganggap rendah dosa kita, berpikir bahwa itu tidak penting? Kepekaan terhadap dosa berkaitan dengan pemahaman seseorang terhadap ajaran Alkitab dan apakah seseorang memiliki 「rasa hormat」 dan 「takut」 terhadap Tuhan.
Kompromi Pilatus dan ejekan orang banyak menunjukkan kejatuhan dan keberdosaan hati manusia. Hal ini juga membuat kita berpikir bahwa ketika kita menghadapi godaan dan kesulitan, terutama ketika itu menyangkut merugikan orang lain, sebenarnya kita tahu jauh di lubuk hati apa yang benar dan salah. Namun, apakah kita memilih untuk berkompromi dan menghindari keadilan karena tekanan massa, dan terserat ikut merugikan orang lain? Sengsara Yesus mengajarkan kepada kita bahwa dosa mempunyai harga besar yang harus dibayar, dan Dialah yang menanggung semuanya itu bagi kita. Sebagai murid-Nya, kita hendaknya berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan, mengandalkan rahmat-Nya untuk menjauhi dosa, dan menjalani kehidupan yang kudus.
Robeknya tabir Bait Suci melambangkan rekonsiliasi antara Allah dan manusia, dengan demikian kita tidak lagi terpisah dari Allah karena dosa. Hendaknya kita menghargai anugerah ini, sering menghampiri Tuhan, dan menyaksikan kasih dan penebusan Kristus kepada dunia dengan hati yang bersyukur dan bertobat.
Refleksi Iman:
1. Kompromi Pilatus dan ejekan orang banyak menyingkapkan sifat berdosa dari hati manusia dan penolakan manusia terhadap keadilan. Apakah kita pernah putus asa untuk melakukan hal yang benar karena keadaan atau tekanan kelompok?
2. Seruan Yesus di kayu salib, 「Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?」 menunjukkan keterisolasian dan kepedihan-Nya dalam menanggung dosa. Apakah kita pernah dalam situasi sulit merasakan 「keterbisuan」 Allah (seakan-akan Allah tidak peduli terhadap kita)?
Renungan pemahaman Injil Matius (Januari 2025)
Renungan pemahaman Injil Matius
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Matius ditulis oleh Rev. Dr. Louis Chan Chi-hang (陳智衡) yang dipublikasi pada bulan Januari 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.