Tag Archives: Hati yang Remuk

28 Februari – JUMAT SETELAH RABU ABU. Hati yang Patah dan Remuk

Oleh
Rev Dr Jimmy Tan
Lecturer Trinity Theological College
Penerjemah: Team WMC

Mazmur 51:1-5, 17-18

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
2 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!
3 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
4 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah
aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
5 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.
17 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
18 Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Renungan
Memiliki hati yang patah dan remuk dapat kelihatan begitu berlawanan dengan keberhasilan di saat begitu banyak masyarakat kontemporer tampaknya berprinsip untuk tetap memperoleh kemenangan walau dengan cara apapun juga. Kutipan yang dikaitkan dengan Napoleon Bonaparte, almarhum juru kampanye militer terkenal Kaisar Prancis, berbunyi “Dalam politik, tidak pernah mundur, tidak pernah menarik kembali, tidak pernah mengakui kesalahan.” Namun, dalam Mazmur 51, kita menemukan Daud, di puncak kekuasaan karirnya sebagai raja Israel dan komandan pasukannya, bertobat di hadapan Tuhan dengan hati yang patah dan remuk.

Titik baliknya datang ketika nabi Nathan menghadapkannya pada dosa perzinahan dan pembunuhannya. Anehnya, saat ketika Daud mengakui dosa-dosanya yang mematikan, juga merupakan saat ketika anugerah memasuki hatinya dengan cara penebusan yang sangat mendalam. Buah dari roh yang patah dan hati yang remuk adalah kondisi yang menyelamatkannya dari penghukuman-Nya. Karena dalam kondisi itu, ketika dia berseru kepada Allah, Allah memberikan pengampunan yang sepenuhnya, menghapus pelanggarannya dan membersihkannya sepenuhnya dari dosa-dosanya.

Daripada bersikeras untuk terlihat terhormat, datang di hadapan Allah dengan hati yang patah dan remuk adalah sifat yang bertentangan yang akan membawa pemulihan dan kehidupan, bukan cemooh dan kematian. Tuhan adalah yang melihat hati. Dia merunduk untuk menyelamatkan barangsiapa yang datang ke hadapan-Nya dengan jiwa yang hancur.

Di masa Pra Paskah ini, marilah kita menyerahkan kekerasan hati, dan memilih untuk memberikan kepada Tuhan bahkan sisa-sisa dari hati yang hancur.

Tindakan
Ambil waktu di hadapan Allah sekarang dengan jiwa yang hancur dan hati yang patah dan remuk. Mintalah pada Allah untuk menyelidiki hatimu untuk menyatakan apa yang tidak kudus dan tidak berkenan di hadapan-Nya.
Engkau boleh memilih untuk mendoakan doa berikut ini.

Doa
Selidiki aku, ya Allah, dan ketahuilah hatiku, agar aku boleh menyadari di mana aku telah berdosa terhadap Engkau. Kasihanilah aku dan ampuni aku, karena aku bertobat di hadapan-Mu dengan hati yang patah dan remuk.
Sucikan aku dengan menyeluruh, aku berdoa kiranya aku boleh berjalan di dalam kebebasan belas kasihan dan kasih-Mu yang teguh. Dalam nama Yesus, Amen.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)