「Mematuhi Firman Tuhan」
Ada seorang yang terluka dalam sebuah ledakan, ia hanya bisa「dengan sentuhan lidah membaca」 Alkitab, perlu bertahun-tahun bagi dia untuk bisa membaca habis Alkitab sebanyak empat kali. Mengapa ia bisa punya hati yang begitu mengasihi Allah setelah tragedi yang ia alami?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(1Yoh. 2:3-6 [ITB])
3Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
4Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
5Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
6Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Walaupun mematuhi perintah Tuhan bukan jalan mendapatkan keselamatan, namun merupakan penampilan yang sepatutnya dimiliki setiap orang yang benar-benar mengenal Allah. Surat 1 Yohanes menyebutkan kata 「perintah」 sebanyak 14 kali, di antaranya 7 kali memakai bentuk tunggal, 7 kali memakai bentuk jamak. Saat ia memakai kata 「perintah」 dalam bentuk tunggal, adalah menunjuk kepada perintah saling mengasihi; dan kata 「perintah」 dalam bentuk jamak, kebanyakan adalah mengenai pengajaran dan perintah Allah, ayat 5 lebih lanjut menyatakan 「perintah」 adalah 「Firman Tuhan」 (perkataan Tuhan). Jika kita tidak melaksanakan perintah saling mengasihi, atau menuruti perkataan yang Allah anugerahkan, kita adalah berkata dusta, kebenaran juga tidak berada di dalam hati kita. Yohanes sering meletakkan 「berkata dusta atau kata-kata kosong」 dan 「kebenaran」 bersamaan jadi satu, menjadi kata-kata berlawanan yang saling bertumpuk, dengan jelas menunjukkan kehidupan orang percaya tidak dapat pada saat yang sama berkata dusta dan hidup dalam kebenaran, dalam kehidupan harus serasi luar dan dalam.
Yohanes juga meletakkan 「 mematuhi Firman Tuhan」 dan 「hati yang mengasihi Allah」 bersamaan jadi satu, lalu hati yang mengasihi Allah sesungguhnya adalah yang 「sempurna」. Penulis di sini memakai kata 「sempurna」 bentuk pasif, adalah hendak menunjukkan bahwa saat kita menuruti perkataan Allah, hati kita yang mengasihi Allah akan mendapatkan sempurna. Ternyata tidak hanya karena kita mengasihi Allah kemudian menuruti Firman Tuhan, namun juga karena menuruti Firman Tuhan kemudian mampu menghidupi kehidupan yang lebih mengasihi Tuhan (keduanya saling mempengaruhi).
Banyak orang percaya dalam penderitaan kesulitan mengalami kasih karunia Allah kemudian mengasihi Tuhan, saat menghadapi jalan buntu mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan kemudian baru mempuyai hati yang mengasihi Tuhan. Kemudian, Yohanes mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan yang menuruti perkataan Tuhan, hati kita yang mengasihi Tuhan akan makin bertumbuh.
Di kota Kansas Amerika terdapat seorang yang terluka dalam sebuah ledakan, wajahnya hancur, kehilangan kedua mata dan kedua tangan. Ia adalah seorang Kristen yang baru saja percaya Tuhan tidak lama, kekecewaannya yang paling besar adalah tidak dapat lagi membaca Alkitab. Kemudian ia mendengar bahwa di Inggris ada seorang saudari yang memakai bibir membaca Alkitab yang memakai huruf-huruf braille, ia sangat berharap dapat dengan cara yang sama membaca Alkitab, namun ia menemukan bahwa syaraf bibirnya juga rusak akibat ledakan, dalam keputus-asaan tiba-tiba ia dengan lidahnya menyetuh sekelompok huruf-huruf braille dan dapat merasakannya, oleh karena itu bertahun-tahun ia 「dengan sentuhan lidah membaca」 habis Alkitab sebanyak empat kali. Apa yang ia dapatkan paling besar adalah:
Saat jiwamu merasa dingin, Firman Tuhan mampu menghangatkan engkau;
Saat jiwamu merasa tertidur, Firman Tuhan mampu membangunkan engkau;
Saat hidupmu merasa mundur, Firman Tuhan mampu memperingati engkau;
Saat hidupmu ternoda kotor, Firman Tuhan mampu membersihkan engkau;
Saat hidupmu tidak bersedia tunduk, Firman Tuhan mampu mendidik engkau;
Saat hidupmu merasa tidak pasti, Firman Tuhan mampu memimpin engkau;
Saat hidupmu merasa terhilang, Firman Tuhan mampu mengembalikan engkau;
Saat engkau kehilangan hati mula-mula yang mengasihi Tuhan, Firman Tuhan mampu membuat hati mengasihi Allah mendapatkan sempurna.
Renungkan: Setiap hari dalam kehidupan, orang Kristen menghadapi banyak ujian dan tantangan yang tidak sama, dengan mengandalkan kekuatan apa engkau menang atas mereka? Allah untuk keperluan kita, membuat perkataan-Nya menjadi makanan jiwa setiap hari bagi kehidupan kita dan kekuatan yang dibutuhkan oleh kehidupan kita. Apakah engkau mau menikmati Firman Tuhan?
Pada saat Roh Kudus melalui Firman Tuhan mengingatkan kita apa yang sepatutnya kita lakukan, ada berapa waktu engkau melaksanakannya menjadi kenyataan dalam kehidupanmu?