「Ikutlah Aku!」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 1:43-44 [ITB])
43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: 「Ikutlah Aku!」 44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.

Kita sampai pada catatan berikutnya tentang Yesus memanggil murid-murid-Nya. Sekilas, tidak ada yang istimewa dari kalimat ini: Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: 「Ikutlah Aku!」 Di permukaan, Yesus bertemu Filipus secara kebetulan — Dia pergi ke Galilea, bertemu Filipus dalam perjalanan. Namun, seperti yang disebutkan sebelumnya, 「bertemu」 yang dilakukan oleh Yesus tidak pernah terjadi secara kebetulan atau acak. Dia telah memilih Filipus sebagai murid-Nya. (Kata 「bertemu」 dalam bahasa Mandarin ataupun Indonesia bisa memiliki makna bersua atau berjumpa tanpa membawa makna mencari dan mendapatkan, bandingkan bahasa Inggris kata find, 「The next day Jesus decided to go to Galilee. He found Philip and said to him, 『Follow me.』 Now Philip was from Bethsaida, the city of Andrew and Peter. Philip found Nathanael and said to him, 『We have found him of whom Moses in the Law and also the prophets wrote, Jesus of Nazareth, the son of Joseph.』」)
Namun, sebelum membahas Filipus, mari kita ulas murid-murid yang dipanggil oleh Yesus dalam Injil Yohanes pasal 1:
– Murid pertama dan kedua adalah murid Yohanes Pembaptis, setelah mendengar kesaksian Yohanes Pembaptis, mereka berinisiatif untuk mengikuti Yesus.
– Murid ketiga adalah Simon Petrus. Dia dibawa kepada Yesus oleh Andreas, saudaranya.
Di sini, Filipus adalah murid keempat. Namun, cara murid ini mengikuti Yesus berbeda dari tiga sebelumnya – dia dipanggil oleh Yesus sendiri! Tentu saja, setiap murid 「pertama-tama dan mula-mula」 dipilih dan dicari oleh Yesus Kristus, tetapi hanya Filipus yang dipanggil secara langsung oleh Yesus sendiri! Yesus ingin memanggil Filipus sendiri, mungkin karena alasan praktis: Filipus tidak mengenal siapa pun. Murid pertama dan kedua diperkenalkan oleh Yohanes Pembaptis, murid ketiga Petrus diperkenalkan oleh Andreas. Namun, Filipus 「bertemu」 di jalan. Karena itu, Yesus 「merealisasikan」 panggilan-Nya.
Faktanya, setiap murid dipanggil oleh Yesus — tidak ada murid yang tanpa dipanggil Yesus. Apakah itu murid yang tidak disebutkan namanya, atau Andreas, atau Petrus, mereka semua dipanggil oleh Yesus (Injil Matius mencatat panggilan Yesus atas Andreas dan Petrus, lihat Mat. 4:19, Markus 1:17). Hal yang istimewa tentang Filipus adalah dia mendengar panggilan Yesus kepadanya secara konkret langsung dari-Nya.
Di sisi lain, kita menemukan bahwa panggilan Yesus kepada Filipus tidak memiliki konten khusus. Panggilan ini bukanlah untuk ikut pelajaran kursus, juga bukan bentuk pelatihan terencana, juga bukan sesuatu yang dapat dikendalikan Filipus. Yesus hanya memanggil — murni hanya memanggil untuk 「Ikutlah Aku!.」 Perintah 「Ikutlah Aku!」 sederhana dan spesifik, tetapi tanpa referensi apa pun, bahkan dapat menjadi ambigu. Orang yang dipanggil hanya memiliki satu tindakan, yaitu 「mengikuti」. Bagaimana cara mengikutinya? Apa yang Anda ikuti? Filipus tidak tahu pertanyaan-pertanyaan ini. Filipus hanya mengetahui dua hal:
– Dia dipanggil.
– Dia hendak mengikuti Yesus.
Renungkan:
Saudara dan saudari, bagaimana dengan Anda? Mungkin Anda belum secara khusus mendengar panggilan Tuhan kepada Anda untuk mengikuti, tetapi kenyataannya, panggilan ini pasti terjadi. Anda mungkin tidak tahu persis apa yang harus dilakukan — dan tidak ada jawaban pasti yang terencana. Tetapi Anda harus mengikuti, terus mengikuti, dan menemukan cara mengikuti.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.