Tag Archives: dimuntahkan

Imamat 18:24-30

Janganlah kamu menajiskan dirimu

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 18:24-30 [ITB])
24 Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis. 25 Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.
26 Tetapi kamu ini haruslah tetap berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku dan jangan melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu, 27 karena segala kekejian itu telah dilakukan oleh penghuni negeri yang sebelum kamu, sehingga negeri itu sudah menjadi najis, 28 supaya kamu jangan dimuntahkan oleh negeri itu, apabila kamu menajiskannya, seperti telah dimuntahkannya bangsa yang sebelum kamu.
29 Karena setiap orang yang melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya. 30 Dengan demikian kamu harus tetap berpegang pada kewajibanmu terhadap Aku, dan jangan kamu melakukan sesuatu dari kebiasaan yang keji itu, yang dilakukan sebelum kamu, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu;
Akulah Allah, Allahmu.

Imamat 18:24-30 adalah akhir dari pasal 18, membentuk awal dan akhir yang saling menggemakan dengan Imamat 18:1-5, keduanya menjelaskan alasan mengapa umat Allah harus mematuhi aturan hukum Allah. Alasan yang disebutkan dalam Imamat 18:1-5 adalah bahwa umat Allah harus berbeda dari bangsa-bangsa, tidak boleh mengikuti kebiasaan orang Kanaan yang jahat, dan alasan yang disebutkan dalam Imamat 18:24-30 juga terkait dengan orang Kanaan, tetapi lebih dari itu di sini menjelaskan bahwa orang Kanaan tidak dapat tinggal di Kanaan terkait dengan kebiasaan kejahatan mereka.

Imamat 18:24, 30 terdapat frasa menajiskan diri, merupakan pesan utama dari seluruh paragraf, yang menunjukkan bahwa umat Israel tidak boleh menajiskan diri mereka sendiri karena kebiasaan jahat orang Kanaan. Kemudian, penulis Imamat mengajukan bukti alasan, ayat 24 menunjukkan bahwa bangsa-bangsa yang sebelumnya tinggal di tanah Kanaan sebelum orang Israel datang, mereka menajiskan diri karena kebiasaan jahat, sehingga seluruh tanah najis (ayat 25), sehingga tanah itu memuntahkan mereka keluar. Semua peneliti sepakat bahwa memuntahkan berarti ditawan atau dibuang (diusir), yaitu karena orang Kanaan sendiri menajiskan diri mereka di tanah Kanaan, sehingga mereka juga membuat tanah itu menjadi najis, dan tanah seperti manusia akan memuntahkan keluar yang najis, tidak tahan jika orang-orang ini tinggal di atasnya, jadi mereka diizinkan diusir keluar oleh orang Israel, ini adalah dari kata dimuntahkan.

Sekarang, Imamat 18:24-30 dengan jelas menggunakan fakta bahwa orang Kanaan dimuntahkan itu sebagai peringatan kepada orang Israel, memperingatkan mereka untuk tidak berpuas diri karena mampu mengusir orang Kanaan. Jika orang Israel mengikuti orang Kanaan, ikut menajiskan diri melakukan segala macam kejahatan mereka, maka mereka akan dimuntahkan seperti orang Kanaan. Oleh karena itu, orang Israel harus belajar peringatan dari penghuni negeri yang sebelum kamu, sehingga negeri itu sudah menjadi najis (ayat 27). Tidak boleh melakukan sesuatu pun dari segala kekejian itu, karena ini bukan hanya perkara dosa satu individu pribadi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan dan nasib komunitas. Dalam Kitab Imamat, semua dosa memiliki pengaruh kolektif terhadap komunitas.

Oleh karena itu, ayat 29 dengan jelas menyatakan bahwa barang siapa pun melakukan salah satu kekejian itu, ia harus dilenyapkan dari masyarakat. Pemusnahan bukanlah hukuman mati, tetapi memandang bahwa orang ini tidak lagi memiliki bagian dengan umat perjanjian, sehingga dia tidak lagi menjadi anggota umat perjanjian, agar dia tidak dapat mempengaruhi ketenteraman sejahtera komunitas itu di tanah itu. Dengan demikian, kejahatan seksual yang disebutkan dalam Imamat 18:7-23 adalah praktik jahat yang dilakukan oleh orang Kanaan, dan orang Israel tidak boleh melakukannya. Jika ada yang melakukan praktik kekejian ini, mereka harus ditangani dengan serius, agar komunitas dan tanah itu jangan dinajiskan. Ini mencerminkan keseriusan dan sifat kolektif dosa, dan kekudusan moral sangat penting dalam pandangan Peraturan Kekudusan / Holiness Code (Imamat pasal 17-27).

Renungkan:
Sering kali kita berbuat dosa karena kita meremehkan akibat dosa dan juga mengabaikan sifat kolektif dari dosa. Kita berpikir bahwa dosa hanya memiliki pengaruh pribadi. Apalagi dalam dunia individualisme, kita sering kurang komitmen dan tanggung jawab kepada orang lain. Kita menggunakan alasan satu orang yang melakukan, satu orang yang menanggung untuk membuat kejahatan terlihat remeh. Siapa tahu ini sangat mempengaruhi kekudusan seluruh komunitas, tidak dapat menjalani cara hidup yang seharusnya dimiliki oleh umat anugerah. Mulai hari ini dan seterusnya, kita bertobat secara mendalam dari semua dosa, mengenali konsekuensi dosa, dan memutuskan memiliki cara hidup berbeda dari dunia dan tidak menajiskan diri oleh kejahatan.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.