Tag Archives: Dewa Dagon

1 Samuel 5:4-5

Tidak menginjak ambang pintu kuil Dagon

Oleh Rev. Dr. Fung Yiu-wing (馮耀榮)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Samuel 5:4-5 [ITB])
1 Sesudah orang Filistin merampas tabut Allah, maka mereka membawanya dari Eben-Haezer ke Asdod. 2 Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon.
3 Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.
4 Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu, hanya badan Dagon itu yang masih tinggal. 5 Itulah sebabnya para imam Dagon dan semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod, sampai hari ini.

Tabut TUHAN ditawan dan ditempatkan di kuil Dagon oleh orang Filistin. Meskipun bangsa Israel dikalahkan oleh bangsa-bangsa lain, ironisnya, berhala-berhala mereka tidak sebanding dengan tabut Allah, kepala serta kedua belah tangan Dagon patah terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu. Akan tetapi, orang Filistin tidak karena hal ini sehingga memandang rendah berhala-berhala mereka, sebaliknya menghormati berhala-berhala mereka, ketika mereka memasuki kuil untuk beribadah, mereka tidak menginjak tempat-tempat di mana penggalan berhala-berhala mereka telah dipatahkan, dan tempat-tempat di mana mereka gagal malahan menjadi tempat-tempat suci (… semua orang yang masuk ke dalam kuil Dagon tidak menginjak ambang pintu rumah Dagon yang di Asdod ayat 5, lihat BIMK Itulah sebabnya, sampai hari ini para imam dewa Dagon dan semua penyembahnya di Asdod melangkahi ambang pintu kuil Dagon itu dan tidak menginjaknya).

Penulis Alkitab dengan jelas dan teliti menggambarkan tubuh Dagon yang patah di ambang pintu, yang pada awalnya tampak menjadi ejekan besar terhadap orang-orang non Yahudi dan berhala-berhala asing. Namun, penulis Alkitab segera menambahkan kebiasaan orang Filistin memasuki kuil untuk beribadah, yang mengingatkan kita bahwa penulis Alkitab menggunakan kesalehan bangsa-bangsa asing untuk menegur orang-orang dan tua-tua Israel pada waktu itu tidak tahan uji kekalahan sementara dan tidak sungguh-sungguh introspeksi kesalahan mereka sendiri, malahan mereka menyalahkan Allah karena menyebabkan mereka kalah di hadapan bangsa-bangsa lain (4:3).

Renungkan:
Kisah ini sekali lagi membuktikan bahwa menghadapi kegagalan adalah kesempatan terbaik untuk menunjukkan kesalehan sejati. Para imam Dagon dan semua orang yang memasuki kuil Dagon di Asdod mengungkapkan penghormatan mereka terhadap berhala dengan tindakan nyata; orang-orang Israel dan para tetua mereka malah menjadi bahan pengajaran yang negatif. Kegagalan itu menakutkan, tetapi lebih tragis lagi bahwa orang tidak bisa belajar dari kegagalan atau belajar dari sejarah.


Renungan pemahaman Kitab 1, 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 1, 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Fung Yiu-wing (馮耀榮) dipublikasi pada bulan April 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.