「Mendorong Orang Muda」
Apakah anda seorang berusia muda? Atau anda punya anak yang berusia muda? Bagaimana nasehat rasul Paulus?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Titus 2:1-6 [ITB])
4dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
6Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
Surat Titus 2:1-10 adalah nasehat dorongan Paulus kepada orang percaya yang berbeda-beda tingkatan usia. Kemarin adalah nasehat kepada orang yang berusia lebih tua, hari ini adalah terhadap orang muda. Paulus memberikan dorongan secara terpisah kepada laki-laki dan wanita. Ayat 4-5 adalah ditujukan kepada wanita berusia muda, ayat 6 ditujukan kepada laki-laki muda.
Di sini, Paulus 「mendidik」 wanita berusia muda agar mengembangkan diri sendiri dalam enam macam kualitas. Sebagai seorang wanita Kristen yang berperan sebagai istri yang berada dalam kebudayaan Yunani Romawi pada zaman itu, sepatutnya memiliki model kehidupan yang bagaimana?
1) Mengasihi suami dan mengasihi anak-anaknya: ini adalah satu-satunya pengajaran yang muncul dalam Perjanjian Baru. Di sini titik berat dari kasih adalah menghormati dan setia, yang belum tentu merupakan perasaan romantis, namun adalah tanggung jawab yang mendasar terhadap keluarga.
2) Bijaksana (berjaga dengan hati-hati), berdisplin diri: dalam Titus 2:2 juga pernah memberikan pengajaran yang terkait kepada orang yang berusia tua (lihat renungan Titus 2:2-3). Bagi para wanita ini adalah satu macam bukti kebajikan istri yang terhormat (tidak sembrono).
3) Suci: Paulus dalam suratnya yang lain (Rom. 1:24-27; 1 Kor. 5:1; 1 Tes. 4:5) menunjukkan bangsa asing di dalam masyarakat memberikan kebebasan seksual, oleh karena itu, wanita berusia muda hendaknya dalam pikiran, perkataan dan tingkah laku tidak melakukan kesalahan moral ini, hendaknya menjadi wanita memiliki kebajikan kesucian.
4) Mengurus rumah tangga: yakni mengatur atau memperhatikan urusan rumah tangga. Ini adalah yang paling konkrit dalam enam macam kebajikan, juga adalah kebajikan yang terkait sebagai seorang istri yang baik.
5) Baik hati: yakni memperlakukan orang dengan kebaikan, murah hati (termasuk murah hati mengampuni) terhadap orang lain, adalah tanda seorang wanita yang baik.
6) Mentaati suami: ini diajarkan dengan jelas dalam Perjanjian Baru, yakni dalam relasi suami dan istri, istri hendak 「mentaati suaminya sendiri」 (Ef. 5:21-23; 1 Pet. 3:1). Ini adalah desain dari Allah terhadap pernikahan, dalam relasi suami dan istri, suami mengasihi istri, dan istri mentaati suami. Kebajikan mentaati, hendaknya dipelajari dan dibuat menjadi nyata tidak hanya dalam penikahan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga, yakni anak-anaknya hendaklah menuruti orang tua (Ef. 6:1-3; Kol. 3:20-21), juga dalam relasi tuan dan hamba (Tit. 2:9). Mentaati adalah satu macam kebajikan yang memelihara relasi dalam keluarga, anggota keluarga hendaknya「rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus」 (Ef. 5:21).
Dalam pengajaran yang Paulus berikan kepada orang muda tidak ada serangkaian penjabaran kebajikan, di 2:6 hanya ada satu nasehat yakni hendaklah 「menguasai diri」. 「Menguasai diri」 mempunyai konsep yang agak luas: berdisplin diri, menjaga dengan berhati-hati dan dengan seksama, kontrol diri, dll. Makna 「menguasai diri」 dalam perikop Titus 2:1-10 telah muncul 4 kali, dalam 2:2 laki-laki yang tua agar hidup sederhana, 2:3 wanita tua hendaknya hidup sebagai orang beribadah, 2:5 wanita muda hendaklah hidup bijaksana, 2:6 orang muda menguasai diri, menjelaskan nasehat ini adalah terkait dengan setiap kelompok tingkat usia. Di sini 「hidup sederhana」, 「bijaksana」, 「hidup sebagai orang beribadah」, dan 「menguasai diri」 semuanya adalah kebajikan yang sejenis.
Pada ayat 6 dalam ITB, CCV dan CNV terdapat kata 「segala hal」. Paulus mengingatkan orang muda dalam segala perkara, atau dalam berbagai aspek hendaknya berhati-hati dengan seksama menguasai diri (bijaksana). Menghadapi bermacam kesesatan di dalam dunia, orang percaya saat membuat keputusan seharusnya menjaga kejernihan otak, bertindak dengan hikmat bijaksana. Orang Kristen memeriksa terlebih dahulu apa yang disebut sebagai 「yang seharusnya dilakukan」, dan apa yang disebut sebagai 「yang tidak seharusnya dilakukan」, dan bagaimana melakukan, dsb. Dapat dilihat 「menguasai diri」 adalah kebajikan yang dimiliki seorang yang matang rohaninya.
Renungkan: (1) Dalam zaman emansipasi wanita ini, saudari-saudari Kristen bagaimana merespon pengajaran Alkitab? (2) Apakah engkau bersedia mengambil tekat di hadapan Allah untuk menjadi seorang yang mengurus rumah tangga? (3) Dalam masyarakat yang penuh gangguan kekacauan, mohon Allah memberikan hati yang mampu membedakan, dan penguasaan diri, keputusan-keputusan yang diambil dapat memuliakan Allah dan menjadi berkat bagi orang lain.