「Berdirilah dengan Teguh」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
(Fil. 1:1 [ITB])
1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!
Ayat ini dalam bahasa aslinya dimulai dengan kata sambung yang mengungkapkan sebab dan akibat, dalam terjemahan beberapa versi termasuk ITB menerjemahkan sebagai 「karena itu」, walau dalam terjemahan lain tidak diterjemahkan secara eksplisit tetapi dapat dilihat dari konteks bahwa ayat ini merupakan perintah yang bersifat membawakan kesimpulan, khususnya merangkum pengajaran pasal 3. Berdasarkan pemikiran ini, frasa yang bersifat preposisi dalam perintah ini mungkin tidak hanya berarti 「bersandar pada Tuhan,」 tetapi juga termasuk arti 「di dalam Tuhan.」 Karena dalam pasal ketiga, masalah yang dihadapi Paulus adalah bahwa ada orang memakai sesuatu yang di luar Tuhan Yesus Kristus sebagai hal untuk bermegah tetapi dia menekankan bahwa dia hendak melihat ini sebagai kotoran, demi untuk mendapatkan Kristus. Jadi dalam ringkasan ini, Paulus ingin mengingatkan orang percaya untuk berdiri teguh di dalam Tuhan dan tidak menyimpang.
Di dunia masa kini yang penuh simpang siur pemikiran membingungkan, orang-orang percaya sering diserang pengaruh nilai-nilai yang berbeda, yang mungkin termasuk nilai budaya adat istiadat tradisional kita atau orientasi nilai yang bangkit dalam pemikiran modern. Tetapi sebagai orang Kristen, kita harus berdiri teguh pada nilai iman Injil. Dalam surat Filipi, pikiran, perhitungan, sikap mentalitas, dan tekad adalah konsep yang sering diajukan, mencerminkan bagaimana Paulus memandang penting masalah mentalitas, karena sikap kita dapat memimpin bahkan mendominasi penampilan kita dalam kehidupan. Kita semua mungkin pernah mengkritik orang lain karena tindakan dan bicara mereka terpengaruh oleh peran dan kedudukan mereka, tetapi pada kenyataannya kita semua bertindak sesuai dengan posisi kita saat ini. Karena itu, dalam ringkasan ini, Paulus ingin kita berdiri teguh di dalam Tuhan Yesus Kristus di dalam iman Injil dan tujuan Injil ini.
Saat Paulus memberikan perintah sederhana ini, ia menggunakan serangkaian sebutan untuk menggambarkan pihak yang ia tujukan atas pesannya. Pertama, dia menyebut mereka sebagai saudara-saudara, yang menyatakan hubungan dekat di antara komunitas orang percaya, gereja adalah rumah spiritual, dan orang-orang percaya adalah anak-anak Allah Bapa. Kemudian Paulus membungkus bagian lain dari kalimat itu dengan dua kata 「kasih」 「saudara-saudara yang kukasihi … … saudara-saudaraku yang kekasih」, membawakan efek emosional dari Paulus ketika ia menulis kalimat ini.
Selain sebutan yang sangat erat di awal dan akhir ini, Paulus menambahkan tiga deskripsi tentang pembaca surat, lebih lagi menekankan pada hubungannya dengan mereka. Mereka adalah yang Paulus rindukan, yang berarti bahwa meskipun dia tidak bersama dengan mereka untuk saat ini, mereka senantiasa ada dalam hatinya, sikap ini pernah diungkapkan dengan kuat di Fil. 1:7-8. Selain itu, Paulus melengkapi dan menggambarkan hubungan di antara mereka dengan dua hal serupa, menunjukkan bahwa mereka adalah sukacita dan mahkotanya. Deskripsi ini mencerminkan hati gembala Paulus, yang tidak secara dingin dan hati yang jauh untuk memberikan perintah dan mengajar orang-orang percaya, tetapi menasihati mereka dengan keprihatinan dari hati yang dalam.
Renungkan:
Berdoa Tuhan memampukan kita untuk berdiri teguh di dalam iman Injil dan menjadikan misi Injil sebagai tujuan hidup kita. Mohon Tuhan menjadikan kita memiliki ketulusan hati benar-benar memperhatikan orang, dan menggunakan hubungan dalam kehidupan sebagai dasar untuk mengajar dalam pekerjaan membina dan memimpin orang.
Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.