Tag Archives: Berapa lama?

Ratapan 5:19-22 (1)

「TUHAN bertakhta selama-lamanya」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 5:19-22 [ITB])
19 Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa!
20 Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami demikian lama?
21 Bawalah kami kembali kepada-Mu, ya TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala!
22 Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?

Ratapan 5:19-22 adalah empat ayat terakhir dari kitab Ratapan Yeremia yang merupakan ringkasan dari keseluruhan kitab. Kita dapat terlebih dahulu menggunakan perspektif negatif atau positif untuk menjelaskan isi keempat ayat ini dalam arti yang luas: ayat 19 adalah pesan dalam perspektif positif karena menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) bertakhta selama-lamanya, ayat 20 adalah perspektif negatif karena mempertanyakan mengapa Tuhan telah melupakan kami, ayat 21 adalah perspektif positif karena menggambarkan kesediaan untuk bertobat dan Allah akan memulihkan kami seperti sebelumnya. Ayat 22 adalah perspektif negatif, karena mempertanyakan Allah apakah sepenuhnya telah membuang kami dan murka. Pertanyaannya: bagaimana kita menafsirkan pola positif (ayat 19), negatif (ayat 20), positif (ayat 21), dan negatif (ayat 22)? Hari ini kita akan lebih dahulu jelaskan ayat 19-20, dan besok penjelasan ayat 21-22.

Ayat 19 menunjukkan bahwa takhta TUHAN (Yahweh) akan berlangsung selama-lamanya generasi ke generasi (masa ke masa), pemerintahan Allah, kuasa Kerajaan, takhta-Nya serta kehadiran penyertaan-Nya tidak akan pernah berubah. Ini adalah pengakuan iman teologi Sion, penyair Ratapan mengakui bahwa TUHAN akan selama-lamanya menjadi Raja, selaras dengan ayat-ayat lain dalam Perjanjian Lama (Yesaya 57:15; Mazmur 9:7, 29:10, 102:12), TUHAN (Yahweh) memerintah selamanya, karena TUHAN tidak tinggal di dalam Bait Suci buatan tangan manusia, dan tidak mengharuskan orang menyembah Dia terbatas di tempat tertentu saja, Ia begitu independen tidak terikat, tidak tergantung atau dibatasi apapun yang terjadi di dunia. Sekalipun Bait Suci dihancurkan dan umat ditawan, TUHAN (Yahweh) akan selalu menjadi Raja, bahkan jika penderitaan di bumi merupakan keadaan konstan yang terus terjadi, perang terus berlanjut, penindasan dan kekerasan terus terjadi. Oleh karena itu, fakta bahwa TUHAN berkuasa sebagai Raja membuat orang-orang Israel mengerti bahwa penderitaan dan kesedihan yang mereka alami sekarang tidak terjadi kebetulan, tidak terjadi karena lepas kendali atau, TUHAN bukan karena tidak mampu mengendalikan keadaan saat ini, sebaliknya bangsa Israel harus memahami bahwa hanya Allah sajalah yang benar-benar mereka andalkan, dan hanya Tuhan yang bisa menjadi harapan mereka.

Ayat 20, seperti ayat 19, menyebutkan kata demikian lama / selama-lamanya. Ayat 19 menyatakan bahwa TUHAN (Yahweh) akan menjadi Raja selama-lamanya, tetapi ayat 20 mengatakan TUHAN melupakan umat itu selama-lamanya, di sini kita melihat tema khas Berapa lama? (how long?) dalam kitab Ratapan, dengan demikian sifat kekal di ayat 19 dan yang di ayat 20 menjadi kontras yang kuat, ayat 19 menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) berkuasa selama-lamanya menjadi Sandaran yang dapat diandalkan orang dalam penderitaan, namun ayat 20 mengatakan bahwa pengabaian selama-lamanya dari Allah juga menjadi pengalaman penderita. Ayat 19 menunjukkan bentuk utuh harapan, ayat 20 menunjukkan bentuk utuh kesedihan dan pertanyaan, sekali lagi kita melihat ketegangan dan kontradiksi dalam nyanyian ratapan, itu timbul karena mempertahankan dua keutuhan (double integrity), di satu sisi, penyair Ratapan percaya bahwa TUHAN (Yahweh) adalah harapan satu-satunya, dan percaya bahwa fakta bahwa suatu saat TUHAN adalah Raja akan membawa keselamatan kepadanya, di sisi lain, di tengah penderitaan serta ketidakberdayaan penyair Ratapan mempertanyakan TUHAN dan mengajukan keluhan atas ketidakhadiran dan ketidakpedulian Allah. Penyair Ratapan tidak mengingkari keutuhan salah satu aspek, dia hanya menempatkan dua aspek yang tidak bersesuaian itu ke dalam hidupnya, ia tidak berupaya untuk menyelaraskan kontradiksi ketegangan yang ada atau memakai kerangka teologis lain untuk memahaminya. Ratapan melaporkan secara apa adanya pergumulan dan kontradiksi batin, nyanyian ratapan mencerminkan bagaimana penyair yang memiliki darah dan daging teguh berpegang pada imannya, di saat yang sama juga hidup berdampingan dengan kesedihan dalam perspektif negatif tersebut (lihat penjelasan di bagian awal renungan hari ini tentang perspektif positif dan negatif yang berdampingan secara bersilangan ayat per ayat). Ternyata orang yang beriman mungkin tidak selalu bahagia dan tidak selalu bersyukur atas segala hal, ketika kita mengungkapkan kesedihan dalam hati kita kepada Tuhan dan pada saat yang sama berpegang teguh pada iman akan pengharapan perjanjian, itulah sejatinya orang yang memiliki iman (tidak mengingkari keutuhan salah satu aspek, dia menempatkan dua aspek yang tidak bersesuaian itu ke dalam hidupnya). Dengan demikian, memiliki iman dalam penderitaan, adalah tetap mengakui kedua sisi dari kemanusiaan.

Renungkan:
Apakah penderitaan menjadi hal yang terus menerus konstan terjadi dalam hidup Anda? Kita harus mengakui TUHAN (Yahweh) sebagai Raja di tengah penderitaan, sehingga kita dapat memahami bahwa apa yang terjadi di hadapan kita tidak lepas kendali, sehingga kita dapat mengandalkan fakta bahwa TUHAN (Yahweh) adalah Raja selama-lamanya, dan pada saat yang sama jika kita merasa ditinggalkan oleh Tuhan demikian lama, namun terus-menerus mengajukan pertanyaan dan keluhan kepada TUHAN, menunjukkan bahwa kita tidak mati rasa atau mematikan perasaan terhadap kesedihan kita sendiri. Ternyata kemunculan nyanyian ratapan membuat kita menemukan getaran hati yang sama, di dalam ketegangan antara dua aspek itu dalam Ratapan ini kita menemukan alasan untuk bertahan hidup dan kesaksian untuk berpegang teguh pada iman, dan dapatkah atau maukah Saudara menyanyikan ratapan seperti penyair ratapan?


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.