「Belas kasihan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 21:1-15 [ITB])
1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN,
………dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
………tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
4 Mata yang congkak dan hati yang sombong,
………yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan,
………tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.
7 Orang fasik diseret oleh penganiayaan mereka,
………karena mereka menolak melakukan keadilan.
8 Berliku-liku jalan si penipu,
………tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.
9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah
………dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
10 Hati orang fasik mengingini kejahatan
………dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
11 Jikalau si pencemooh dihukum,
………orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
…dan jikalau orang bijak diberi pengajaran,
……… ia akan beroleh pengetahuan.
12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik,
………dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah,
………tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.
14 Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah,
………dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.
15 Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar,
………tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.
Amsal pasal 21 sebagian besar terdiri dari satu ayat sebagai satu unit dengan kalimat paralel antonim (kata yang maknanya berlawanan dari kata lainnya). Perbandingan berlawanan yang terutama adalah orang fasik dan orang benar, kekayaan dan kemiskinan, serta kerajinan dan kemalasan. Dalam ayat-ayat kemarin, kita telah melihat tiga kata-kata bijak TUHAN (ayat 20:22-24), hari ini ayat 1-3 juga muncul tiga tulisan berturut-turut dengan pola seperti itu: 「Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.」
Ayat 2 sama seperti ayat 16 menunjukkan bahwa Allah menguji hati orang; ayat 3 memperlihatkan hubungan antara kebenaran keadilan dengan persembahan korban, kita telah merenungkannya di ayat 15:8.
Ayat 21:1 「Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini」 adalah kalimat emas yang sudah kita kenal. Ada tiga konsep dalam ayat ini, yaitu 「batang air」, 「hati raja,」 dan 「tangan TUHAN」. 「Batang air」 seperti seorang petani mengontrol aliran air ke setiap saluran irigasi; 「hati raja」 mewakili rencana yang hendak dilakukan raja. Orang bijak menunjukkan bahwa pikiran raja ada di tangan Allah dan Dia yang mengatur, seperti air yang mengalir dengan bebas di saluran. Allah adalah Raja segala raja, kedaulatan-Nya ada dalam tindakan raja, dan tindakan raja dilakukan sesuai dengan kehendak Allah yang sudah Ia tetapkan.
Ayat 4-8 menjabarkan serangkaian kejahatan, termasuk dosa kesombongan dalam hati, penipuan, dan kekerasan, mereka yang melakukan hal-hal ini tidak bertindak dalam keadilan, kejujuran, dan integritas. Ayat 4: 「Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa,」 kita telah merefleksikan tentang arti 「pelita」 dalam renungan kemarin, yang mengacu pada jiwa atau hati nurani manusia. Beberapa peneliti mengatakan bahwa 「pelita」 juga bisa melambangkan kehidupan dan harapan, pada suatu kali tentara Daud berperang dengan orang Filistin, dia menunjukkan kelelahan, jadi tentara berkata kepada Daud: 「Janganlah engkau pergi berperang bersama kami lagi, supaya engkau sendiri nantinya tidak memadamkan pelita Israel」 (IMB, 2 Sam. 21:17, ITB 「… supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau」, lih.1 Raj. 11:36). Bagi orang yang hormat takut akan Allah dan yang melakukan kebenaran serta keadilan, hidup dan harapan adalah anugerah Allah (2 Sam. 22:29 「Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku」). Tetapi bagi mereka yang 「mata yang congkak dan hati yang sombong, dosa yang menjadi pelita orang fasik」, mereka buta tidak tahu bahwa mereka telah jatuh ke dalam dosa, dan ujung akhirnya adalah kehilangan nyawa dan harapan.
Ayat 13: 「Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.」 Kemiskinan senantiasa menjadi tema penting dalam Kitab Amsal kumpulan bagian kedua (14:21, 31; 17:5; 19:17). Permohonan orang miskin tidak lebih dari dua aspek: makanan dan keadilan. Ketika orang miskin meratap, apakah mereka menerima belas kasihan? Orang bijak dengan tegas memberikan peringatan, jika orang yang tidak memiliki belas kasihan kepada orang lain, pada suatu hari ketika mereka berseru memohon, mereka akan diperlakukan dengan cara yang sama, yaitu mereka tidak akan menerima belas kasihan. Ketika mereka berseru kepada Allah, Allah akan menutup telinga dari mereka, tidak mendengarkan doa mereka. Mungkin kisah orang kaya dan Lazarus sudah menceritakan dengan jelas, orang yang tidak takut akan Allah, tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap sesamanya.
Renungkan:
(1) Apakah Anda ingin tangan Allah tinggal pada diri Anda, sehingga Anda menjadi orang yang dlam bimbingan-Nya?
(2) Bagaimana Anda menjalankan tentang belas kasihan dalam ajaran 8 bahagia dari Yesus: 「Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan」 (Matius 5:7)?
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.