Mikha 4:8-13

「Sion mendapat anugerah penebusan」

Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Mikha 4:8-13 [TB2])
8 Adapun engkau, hai Menara Kawanan
Domba,
………hai Bukit Putri Sion,
kepadamu akan datang
………dan akan kembali pemerintahan
………yang dahulu,
………kerajaan atas Putri Yerusalem.

9 Mengapa sekarang engkau berteriak
dengan keras?
………Tidak adakah raja di tengah-tengahmu?
Atau sudah binasakah penasihatmu,
………sehingga engkau dicengkeram
………rasa sakit seperti perempuan yang
………sedang melahirkan?
10 Menggeliatlah dan mengeranglah,
………hai Putri Sion, seperti perempuan
………yang sedang melahirkan!
Sebab sekarang engkau harus keluar
dari kota
………dan tinggal di padang,
………engkau harus berjalan sampai ke
………Babel.
Di sanalah engkau akan dilepaskan,
………di sanalah engkau akan ditebus
………oleh TUHAN
………dari tangan musuhmu.

11 Sekarang banyak bangsa
………berkumpul melawan engkau.
Kata mereka, Biarlah dia dicemarkan,
………biarlah mata kita liar memandangi Sion!
12 Tetapi, mereka tidak mengetahui
rancangan TUHAN;
………mereka tidak mengerti keputusan-Nya,
bahwa Ia akan menghimpunkan mereka
………seperti berkas gandum ke tempat
………pengirikan.
13 Bangkitlah dan iriklah, hai Putri Sion,
………sebab tandukmu akan Kubuat
………seperti besi,
dan kukumu akan Kubuat seperti
tembaga,
………sehingga engkau menghancurleburkan
………banyak bangsa;
engkau akan mengkhususkan
rampasan mereka bagi TUHAN
………dan kekayaan mereka bagi TUHAN
………seluruh bumi.

Perikop 4:1-7 mencatat Mikha melihat penglihatan tentang damai sejahtera mengenai Sion dan Yerusalem pada hari-hari terakhir (ayat 1) dan pada hari itu (ayat 6). Dalam ayat 8, penglihatan itu bergeser dari pemandangan yang jauh ke masa kini. Nabi menggunakan kata kerja sekarang sebanyak tiga kali (ayat 9, 10, dan 11) untuk membantu pendengarnya memahami pergeseran tema ini — bahwa hal itu sedang terjadi saat ini. Lebih jauh lagi, perkataan ilahi itu sebelumnya terkait semua bangsa bergeser menjadi engkau, mu sebanyak lima belas kali (terjemahan RCUV, TB2 menerjemahkannya menjadi sebanyak 16 kali. Intinya: jumlahnya cukup banyak), yang merujuk kepada penduduk Yerusalem pada waktu itu. Pesan damai sejahtera apa yang ingin disampaikan nabi Miikha kepada rakyat yang mendengarkannya?

Damai sejahtera dalam ayat 1-7 berkaitan dengan keturunan bangsa itu. Setelah itu di ayat 8, nabi tersebut mengubah pendekatannya dalam menyampaikan pesan kepada orang-orang sezamannya. Dalam bagian ini, ia dengan cermat menguraikan seluruh proses pemulihan, dengan menjabarkan lima langkah berikut:

Pertama, ada janji pemulihan (ayat 8), dan kekuasaan akan dikembalikan ke Sion, dan kerajaan akan dikembalikan ke Yerusalem. Dua penyebutan tentang kembalinya kekuasaan menunjukkan bahwa kekuasaan Yehuda akan hilang terlebih dahulu, dan kemudian dipulihkan kembali. Jadi, bagaimana mereka kehilangan kekuasaan itu? Nabi Mikha kemudian mengajukan tiga pertanyaan retoris kepada umat itu: Mengapa sekarang engkau berteriak dengan keras? Tidak adakah raja di tengah-tengahmu? Atau sudah binasakah penasihatmu, sehingga engkau dicengkeram rasa sakit seperti perempuan yang sedang melahirkan? (ayat 9)

Kedua, akankah umat itu mengalami penderitaan, sakit seperti seorang wanita yang melahirkan, karena mereka tidak mendapat bimbingan dari seorang raja atau penasihat? Dalam ayat 9-10, nabi Mikha dua kali berbicara tentang rasa sakit dan tiga kali menggunakan metafora persalinan untuk menggambarkan kesedihan umat karena ditawan ke Babel.

Ketiga, penebusan. Meskipun rasa sakit saat melahirkan itu nyata, rasa sakit itu akan berlalu, dan sukacita kedatangan kehidupan baru akan menutupi rasa sakit sebelumnya. Nabi Mikha dua kali menekankan: Di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu. (ayat 10b). Apa yang akan dialami oleh umat Allah di tanah penawanan yang penuh penderitaan adalah penebusan Allah.

Keempat, bangsa-bangsa bangkit melawan Sion dan berusaha mempermalukannya. Mungkin rakyat telah mengalami kesombongan dan fitnah Sanherib, raja Asyur, di Yerusalem pada masa Hizkia (lihat 2 Raja-raja 18; Yesaya 36). Pada waktu itu, orang-orang memang menangis dan menderita, dan raja serta penasihat mereka tidak dapat menyelamatkan mereka; namun, nabi Mikha menggunakan kontras untuk membuat orang-orang melihat karya Allah. Mereka yang menentang Yerusalem menentang Allah. Orang-orang, penasihat, dan raja tidak berdaya, tetapi Allah akan campur tangan; karena Allah adalah Raja dan Penasihat umat. Silakan lihat tabel di bawah ini:

Bagaimana Allah akan berurusan dengan musuh-musuh yang menyakiti umat-Nya? Allah akan mengumpulkan mereka seperti berkas gandum ke tempat pengirikan, dan akan mengubah tanduk Sion menjadi besi dan kuku-kuku Yerusalem menjadi tembaga, sehingga menghancurkan banyak bangsa (ayat 13). Orang-orang tentu akan gembira mendengar penglihatan-penglihatan ini, tetapi pembaca mungkin bertanya-tanya: Bukankah pasal ini merupakan pesan damai sejahtera? Mengapa pasal ini menggambarkan pembalasan? Ayat 3 mengatakan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas, tetapi sekarang menjadi tandukmu akan Kubuat seperti besi, dan kukumu akan Kubuat seperti tembaga, sehingga menghancurkan banyak bangsa. Kontrasnya sangat mencolok!

Inilah tepatnya penglihatan yang dilihat nabi Mikha, yang oleh para peneliti digambarkan sebagai nabi melihat dua puncak gunung (mountain peaks). Yang satu adalah janji damai sejahtera yang jauh, di mana umat Allah akan ditebus dari kesulitan pengasingan; yang lain adalah masa transisi pertentangan dengan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, umat harus terlebih dahulu mengalami penawanan dan permusuhan sebelum penebusan dan damai sejahtera datang kepada mereka!

Refleksi:
1. Renungkan apakah pikiran dan rencana pribadi Anda sejalan dengan kehendak Tuhan.
2. Pernahkah Anda mengalami situasi di mana Anda tidak memiliki penasihat untuk memberi Anda nasihat atau tidak ada pemimpin untuk membimbing Anda? Sekarang mintalah kepada Tuhan untuk menjadi Tuhan dalam hidup Anda dan Penasihat Ajaib (Yesaya 9:6)!
3. Selain sang nabi melihat masa transisi dari masa kini menuju janji yang jauh di masa depan, Paulus juga berkata, Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami (2 Korintus 4:17). Dapatkah Anda memahami inti dari ayat yang berharga ini?


Renungan pemahaman Kitab Mikha

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Mikha ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.