「Yunus sangat gusar dan marah」
Oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yunus 4:1 [TB2])
1 Tetapi, hal itu membuat Yunus sangat gusar dan marah
Jika pasal 1 dan 3 dilihat sebagai paralel dengan orang-orang di kapal dan orang Niniwe diperbandingkan (keduanya membuat respons tanggapan terhadap Allah), maka pasal 2 dan 4 juga dapat dianggap berkorespondensi, keduanya menggambarkan tanggapan Yunus kepada Allah. Namun, pasal 4 tidak hanya berisi doa Yunus kepada Allah, tetapi juga menggambarkan tanggapan Allah.
Seperti yang telah kita sebutkan kemarin, subjek dalam ayat 3:10 adalah Allah, tetapi di ayat ini, subjeknya adalah 「hal itu」, sebuah subjek non-manusia, ditambah bahwa di belakangnya terdapat preposisi אֶל ’el dapat diterjemahkan sebagai 「terhadap/to」, sebuah kombinasi yang biasanya mengungkapkan perasaan dan emosi subjektif (lihat Kejadian 4:5). Apa yang sangat membuat Yunus tidak senang? Kemungkinan besar, penolakan Allah untuk mendatangkan malapetaka atas orang Niniwe, sebagaimana dinyatakan ayat 3:10 「Ketika Allah melihat apa yang mereka lakukan, bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, menyesallah Allah atas malapetaka yang akan dibuat-Nya terhadap mereka seperti yang telah disampaikan-Nya. Ia pun tidak jadi melakukannya.」
Pertama-tama, Yunus digambarkan sangat tidak senang (bahasa aslinya adalah וַיֵּ֥רַע אֶל־יוֹנָ֖ה רָעָ֣ה rā·‘āh el-yō·w·nāh way·yê·ra‘). Dalam ayat pendek 4:1, bahasa aslinya memuat dua kata yang berkaitan dengan רָעָה rā·‘āh (kejahatan), yang diterjemahkan menjadi 「sangat gusar.」 Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kata-kata yang berkaitan dengan istilah רָעָה rā·‘āh muncul di berbagai tempat di seluruh kitab ini, tetapi dengan terjemahan yang bervariasi; terkadang merujuk pada 「perbuatan jahat」 manusia, terkadang 「bencana」, dan di sini merujuk pada 「kegusaran」 Yunus. Ironisnya, meskipun penduduk Niniwe meninggalkan 「perbuatan jahat」 (רָעָה rā·‘āh), dan 「bencana」 (רָעָה rā·‘āh) telah berlalu karena Yunus dilemparkan ke laut dan penduduk Niniwe bertobat, di sini kita melihat Yunus sangat 「gusar」 (רָעָה rā·‘āh). Dengan kata lain, Yunus adalah satu-satunya orang di dalam kitab ini yang tidak meninggalkan רָעָה rā·‘āh; hal itu merupakan akibat dari keegoisan dan penolakannya untuk rendah hati.
Yunus tidak hanya sangat tidak senang, tetapi ia bahkan 「marah.」 Kemarahan Yunus di sini memiliki akar kata yang sama dengan murka Allah yang menyala-nyala atas dosa-dosa orang Niniwe (3:9b). Ironisnya, kemarahan Yunus muncul tepat setelah murka Allah telah berhenti, dan sumber kemarahannya justru karena Allah telah menghentikan murka-Nya. Dari reaksi Yunus, kita dapat melihat bahwa meskipun ia bersyukur kepada Allah di pasal 2, ia tidak benar-benar memahami atau tunduk pada kehendak Allah.
Refleksi:
1. Dari reaksi Yunus yang kontras dalam pasal 2 (doa syukur di dalam perut ikan) dan pasal 4 (kemarahannya atas belas kasihan Allah kepada Niniwe), kita melihat bahwa emosinya sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pribadinya: semuanya berputar di sekitar 「hasil yang diinginkan dirinya.」 Emosinya mengungkapkan keadaan batinnya yang sebenarnya — di satu sisi, ia adalah orang yang lugas, yang selalu menunjukkan perasaannya; tetapi emosi ini selalu berfluktuasi tergantung pada apakah segala sesuatunya terjadi sesuai keinginan dirinya. Hal ini mengingatkan kita bahwa emosi seringkali merupakan cerminan dari ekspektasi batin kita. Apa saja keinginan Anda? Bagaimana emosi Anda bereaksi ketika kenyataan bertentangan dengan keinginan-keinginan ini? Cobalah mengingat contoh terbaru dan pertimbangkan bagaimana mempercayakannya kepada Allah.
Renungan pemahaman Kitab Yunus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yunus ditulis oleh Rev. Dr. Cheung Mi-mee yang dipublikasi pada bulan Desember 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.